Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 24


__ADS_3

Ivan memasuki kelas yang akan ia isi pagi ini. dan seperti biasa semua mahasiswi pun sangat antusias menyambut dosen tampan tersebut. Tubuh yang tinggi dengan rupa yang menawan, dan juga sikapnya yang begitu ramah kepada siapa saja membuat ia di sukai banyak orang termasuk para mahasiswa di kampus tersebut.


"selamat pagi" ucap ivan ketika ia sudah berdiri dibelakang meja dosen yang berada di ruangan tersebut.


"pagi pak. " jawab mahasiswa serentak.


Mata ivan tertuju pada gadis berambut pirang yang saat ini duduk di barisan bangku nomor dua dari depan tersebut. Via selalu terlihat manis di mata Ivan. Ivan pun tersenyum dan memulai kelasnya seperti biasa,kemudian selesai setelah empat puluh menit berlalu. Pria itu merapikan buku-bukunya di atas meja sebelum meninggalkan kelas tersebut.


Lelaki itu keluar dari ruangan tersebut menuju kantornya, tak lupa ia memandang sebentar gadis yang saat ini sedang memasukkan buku-bukunya ke dalam totebag. Lelaki itu kembali tersenyum sebelum benar-benar meninggalkan ruangan itu.



Via berjalan menuju perpustakaan seorang diri untuk mengisi waktunya yang kosong sebelum kelas selanjutnya di mulai. Biasanya ia bersama dengan Nina, sahabatnya. Tapi hari ini sahabatnya itu tidak datang ke kampus karena menjemput kedua orang tuanya di bandara.


Sejak Nina smp kedua orang tuanya tinggal di luar negeri untuk meneruskan perusahaan milik kakeknya. Itulah kenapa Niko dan Nina hanya tinggal berdua bersama para pelayan. Karena Niko juga harus meneruskan perusahaan milik ayahnya. Sedangkan nina, ia tidak suka jika harus berpindah sekolah karena ia paling susah bergaul dengan orang lain. Selama ini teman terbaiknya hanyalah Via. Sebenarnya Nina adalah gadis yang periang, namun ia juga sangat tegas dalam bicara. Hingga membuat lawan bicaranya mati kutu saat berdebat dengannya.


tring


Satu pesan masuk ke ponsel milik via. Gadis itu mengambil ponselnya di dalam totebag. Melihat siapa yang mengirim pesan pada dirinya.


pak ivan


kamu dimana vi..??


via


saya di perpustakaan pak. ada apa..??


pak ivan


lagi ngerjain tugas..??


via


enggak kok, lagi baca aja. Mengisi waktu sebelum kelas selanjutnya.


pak ivan


bisa keruanganku sebentar..?


via


baiklah pak.


Via mengembalikan buku yang ia baca ketempatnya semula. Gadis itu melangkah pergi meninggalkan perpustakaan menuju ruangan Ivan.


tok tok tok


Via mengetuk pintu ruangan dosen ganteng tersebut sebelum masuk.


"masuk" ucap suara dari dalam ruangan.


Via masuk dan menutup pintu itu kembali. Ia melihat ivan yang tengah sibuk dengan tumpukan kertas di meja.


"ada apa pak..?? " tanya via


Ivan mengulas senyuman melihat gadis yang saat ini berdiri di depan mejanya.


"kamu nggak sibuk kan??" ucap ivan.


"enggak sih pak, nanti jam sepuluh baru ada kelas lagi. " ucap via.


"bagus, tolong bantuin aku periksa tugas-tugas ini. " ucap ivan.


"harus diapain ini pak...?? " tanya via.


"kamu tinggal cocokkan jawabannya dengan ini. " ucap ivan seraya menyerahkan kertas berisi jawaban dari tugas tersebut.


"baiklah, sini biar saya yang periksa. " ucap via seraya tersenyum menerima kertas yang diberikan ivan.


"saya akan mengerjakan ini di sofa saja. " ucapnya kembali seraya mengambil tumpukan kertas di hadapan ivan. kemudian berbalik menuju sofa di ruangan tersebut.

__ADS_1


Ivan semakin mengulas senyuman. Entah kenapa ia selalu menyukai setiap tingkah laku yang via tunjukan. Pria itu berdiri dan mengambil minuman kaleng yang berada didalam kulkas.


Ia meletakkan minuman tersebut di atas meja, tempat via saat ini mengerjakan tugas yang ia berikan.


"minumlah." ucap ivan seraya tersenyum.


Via melihat minuman tersebut melalui ekor matanya kemudian mendongak ke arah ivan yang masih berdiri di sampingnya.


"terimakasih. " ucap via seraya tersenyum,hingga memperlihatkan barisan giginya yang rapi. Membuat jantung pria yang saat ini berada di dekatnya itu berdegub cepat tak beraturan.


Ivan pun duduk di sofa samping via duduk.Ia menyenderkan punggungnya di senderan sofa, meregangkan ototnya yang terasa kaku. Ia sangat lelah harus memeriksa hasil ujian dari mahasiswa ajarannya.


"kelihatannya bapak lelah sekali. " ucap via tanpa menoleh. Ia sudah memulai memeriksa hasil ujian tersebut.


"iya vi, aku kurang tidur. " ucap ivan.


"mungkin bapak perlu piknik sebentar biar lebih fresh. " ucap via.


"bukan ide buruk, kapan-kapan kita harus piknik bersama Rania juga. " ucap ivan seraya tersenyum.


"ck, apaan sih pak ivan. saya cuman nyaranin aja bukannya ngajak piknik. " ucap via.


"iya, tapi aku yang ngajak kamu vi. " ucap ivan.


Via menoleh ke arah ivan, mereka berdua saling menatap sejenak. Via menyunggingkan senyuman sebelum ia kembali memalingkan pandangannya kembali ke kertas yang ada di hadapannya.


"maaf, tapi sepertinya bapak harus mengajak orang lain. " ucap via.


Daniel mengerutkan dahinya.


"pak ivan tahu sendiri kan kalau aku harus bekerja. " ucap via kembali.


"apa kamu sungguhan bekerja jadi baby sitter vi? " ucap ivan.


"jadi pak ivan masih tidak percaya?" ucap via kembali menoleh ke arah ivan.


Pria itu hanya menggidikkan bahunya.


Membuat via menghela nafas.


"oke, kalau gitu gimana kalau kita piknik bersama dengan Rania juga anak yang kamu asuh. " ucap ivan.


Via mengerutkan keningnya.


"pak ivan jangan bercanda. " ucap via.


"mana mungkin aku mengajak anak majikanku pergi jauh. " ucapnya kembali.


"hey... piknik nggak perlu jauh vi. " ucap ivan.


"kita piknik di taman pas kita pertama ketemu saja. " imbuhnya lagi.


"emmm gimana ya..? " ucap via bingung.


"baiklah kapan-kapan kita akan piknik bersama. " ucap via.


Ivan mengulas senyuman, pria itu sangat senang saat ini.



Daniel baru saja keluar dari ruangan meeting,bersama dengan martin di sampingnya. Ia melihat jam yang melekat di tangannya. Waktu menunjukan pukul 10.05, dua puluh menit lagi ia akan menjemput via di kampusnya.


"Martin, kau gantikan aku makan siang dengan tn.betrand. Aku ada urusan" ucap Daniel seraya berjalan menuju ruangannya.


"baik tuan. " ucap martin yang berada di samping Daniel.


Ketika Daniel sampai di depan pintu ruangannya ia melihat sekretarisnya sedang gelisah.


"tuan. " ucap Dewi seraya berdiri dari duduknya dengan kepala menunduk.


"ada apa. " ucap Daniel tegas.

__ADS_1


"di dalam ada nona Rose sedang menunggu tuan."ucap Dewi sedikit terbata, ia tahu jika bosnya itu tidak menyukai orang lain masuk ke dalam ruangannya tanpa ijin.


"maafkan saya, saya sudah berusaha mencegahnya tapi beliau kekeh ingin menunggu di dalam. " umbuhnya lagi seraya terus menunduk, ia tak berani menatap daniel.


"martin, kau langsung temui saja tn. betrand. " ucap Daniel.


"baik tuan. " ucap martin seraya sedikit membungkuk.


Daniel membuka pintu ruangannya, membuat wanita yang kini tengah memegang figura yang terletak di atas meja milik daniel itu mengalihkan pandangannya,menatap Daniel.


"Oh hay, " ucap Rose tersenyum seraya meletakkan kembali figura yang ia pegang ke atas meja.


"sorry, aku masuk keruanganmu. " ucap rose tanpa rasa bersalah.


Daniel hanya diam tak menjawab.


"ada apa kemari ?" tanya Daniel.


"tidak ada, aku hanya ingin berkunjung saja. " ucap rose menghampiri Daniel.


"sepertinya waktumu kurang tepat nona rose. " ucap daniel.


"oh ya...?" ucap rose


"kalau begitu apakah kita perlu membuat janji untuk nanti malam..? " ucap rose sedikit menggoda.


Daniel tersenyum miring.


"apakah ini yang kau dapatkan setelah bertahun-tahun kuliah di luar negeri, nona rose ?" ucap Daniel.


"hey..? apa yang kau fikirkan tuan Daniel..?? aku hanya mengajakmu untuk bertemu dan makan malam bersama." ucap rose.


"atau mungkin kau punya rencana lain..? " imbuhnya lagi seraya tersenyum.


"maaf aku tidak bisa,aku ada urusan. " ucap Daniel seraya melangkahkan kaki menuju kursi kebesarannya.


"urusan?? apa itu penting??" ucap rose membalikkan badan mehadap daniel.


Lagi-lagi daniel tersenyum.


"penting atau tidak kurasa kau tak perlu tahu nona rose. " ucap Daniel.


Rose menghela nafas.


"baiklah, mungkin lain kali kita akan makan bersama. " ucap rose


"aku juga tidak janji. " ucap Daniel.


"kita lihat saja nanti tuan Daniel. " ucap rose seraya tersenyum kemudian pergi meninggalkan ruangan daniel.


Rose masuk ke dalam mobil miliknya. Ia menutup pintu mobil dengan kencang.


lihat saja, kamu pasti jadi milikku daniel.


gumam rose. Ia menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit tinggi meninggalkan parkiran tersebut.



Daniel sudah berada didepan kampus via, pria itu menunggu via di dalam mobil seraya memainkan ponsel miliknya.


Sudah hampir setengah jam ia menunggu tapi via tak juga mumunculkan batang hidungnya,membuat Daniel merasa kesal.


Ia mencari kontak yang bernama baby sitter manisku didalam ponselnya. Belum sempat Daniel menekan tombol telpon yang berada di layar ponsel itu,ia sudah melihat via sedang berjalan keluar kampus. Tapi tunggu, Daniel mengerutkan dahinya, menajamkan penglihatannya. Gadis itu tidak sendirian. Via berjalan bersama seorang lelaki di sampingnya, dan apa itu..?? ia tertawa dan terlihat sangat bahagia. Padahal kalau sedang bersama daniel,via selalu berbicara formal sehingga membuat pria itu terlihat sangat tua,menurut Daniel.


Bukankah dia dosen yang ada di pesta waktu itu..?


Gumam daniel.


Daniel menggeram kesal,kemudian ia menekan klakson dengan kencang. Membuat dua orang yang tengah asik bercerita itu terkejut dan menoleh kearah suara klakson tersebut.


Via membulatkan kedua matanya melihat mobil yang saat ini terpakir di parkiran kampus dan tengah membunyikan klakson dengan keras tersebut. Ia baru ingat kalau ia sudah janji dengan Daniel untuk menjemput kaniya, tapi ia malah asik bercerita dengan Ivan.

__ADS_1


"ya ampun tuan. " ucap via.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2