Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 2


__ADS_3

"Punya siapa ini..? " gumam via yang masih mengedarkan pandanganya. mencari si pemilik bola.


Tapi ia tak melihat orang yang melempar bola yang mengenai bahunya itu. pengunjung lain sibuk dengan kegiatan mereka masing2.


via pun menggidikkan bahunya dan menaruh bola itu kembali di samping kursi.


saat hendak menaruhnya via di kejutkan dengan suara bariton seseorang.


"permisi." ucap seseorang tersebut.


seketika itu via kembali keposisinya semula dan menoleh ke arah sumber suara.


"itu bola putri saya." ucap laki2 tersebut sambil tersenyum ramah kepada via.


Via sempat tertegun sesaat melihat laki2 di hadapanya kini yang menggendong seorang bayi perempuan berusia 6 bulanan.


"oh ini ya, silahkan." ucap via dia berdiri dan menyerahkan bola yang ia pegang. via melihat anak perempuan yang di gendong lelaki tersebut dan ia merasa gemas karena anak peempuan itu sedang berceloteh ria.


Hingga dia tidak sadar mentowel pipi bayi itu.


"aaaww... lucu sekaliii." ucap via sambil memegang tangan bayi itu.


"lain kali bolanya jangan di jatuhin lagi ya. " ucap via gemas kepada bayi itu.


ayah sang bayipun hanya memperhatikan via yang mengajak ngobrol babynya dengan tersenyum.


"iya, terima kasih banyak .Tadi tidak sengaja jatuh saat bermain. " ucap lelaki tersebut.


"iya sama2 tuan." ucap via ramah dan tak lupa menyunggingkan senyum manisnya.


"ya sudah saya permisi. " ucap laki2 tersebut.


"iya tuan. silahkan. "


"bye bye " ucap via tersenyum sambil melambaikan kecil tanganya di depan dada. mengucapkan selamat tinggal kepada bayi perempuan yang menggemaskan itu.sedangkan sang baby masih berceloteh dan sesekali tersenyum ke via.


via kembali duduk di kursi tempatnya semula. dia merogoh ponsel di totebagnya untuk melihat jam.


waktu menjukkan pukul 17.00 lalu dia memutuskan untuk pulang ke kos-kosan tempat tinggalnya saat ini.


setelah sekitar 30 menit menaiki taxi online akhirnya via sampai di depan kos tercintanya.


sesampainya dia di kamar,dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan kemudian merebahkan dirinya di kasur miliknya. kamar kos via berukuran 4x5 dengan kamar mandi di dalam dan ada dapur kecil di depan kamar mandi. biarpun kecil tapi ia bersyukur karena ia masih terlindung dari panas dan hujan.ya hanya ini yang saat ini bisa ia sewa untuk tinggal.


sebenarnya via di warisi sebuah rumah dan beberapa aset oleh alm. kedua orang tuanya tapi karena orang tuanya punya hutang yang banyak jadi terpaksa dia menjual rumah dan aset peninggalan kedua orang tuanya. itu sebabnya di menyawa kamar kos sederhana ini.


orang tua via meninggal dalam sebuah kecelakaan beruntun yang merenggut nyawa kedua orang tuanya di tempat kejadian. saat itu kedua orang tuanya hendak ke luar kota untuk urusan bisnis. tapi takdir berkata lain, sesuatu yang tak di inginkan oleh via bahkan oleh siapapun terjadi. saat itu via masih duduk di bangku sma. dia masih terbilang cukup muda untuk merasakan pahitnya hidup. karena setelah kepergian kedua orang tuanya via harus berjuang sendiri mencukupi kebutuhanya dan menggapai semua impiannya. tapi itu tak sepahit ketika kedua orang tuanya meninggalkanya, rasanya begitu hancur mendapati orang tuanya sudah terbujur kaku di kamar jenazah rumah sakit.terkadang via merasa putus asa dengan jalan hidupnya tapi saat dia mengingat pesan ibunya kepadanya sebelum berangkat keluar kota via kembali meyakinkan dirinya sendiri.


menyemangati dirinya sendiri untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Flash back on.


"via, kamu jaga diri baik2 ya. yang rajin sekolahnya jangan bolos2 dan jangan buat masalah di sekolah. " ucap sang ibu sambil menata baju di koper yang akan di bawa besok. sedangkan ayah via saat ini sedang berkutat di depan laptop, menyelesaikan pekerjaanya.


"iya bunda, emangnya bunda berapa lama sih di sana. " tanya via yang saat ini sedang tiduran di kasur kedua orang tuanya dan memperhatikan sang bunda beres2 pakaian.


"belum tau sayang, mudah2an secepatnya akan selesai. Jadi bunda sama ayah bisa pulang cepet. "jawab sang bunda.


Bunda sudah selasai menata baju dan barang2 lain dikoper. kemudian dia mendekati via duduk di samping via dan memagang tangan via.


"via kamu janji sama bunda jangan ngecewain bunda ya. "ucap bunda lembut kepada via.


"bunda mau kamu nanti jadi orang yang sukses, orang yang berpendidikan dan selalu rendah hati kepada sesama" imbuh bunda lagi sambil mengelus punggung tangan via.


"iya bunda via janji ga bakal ngecewain bunda."


Bundapun tersenyum dan memeluk via.


"bunda pasti akan kangen suara kamu yang cempreng ini. " ucap bunda via tak terasa air matanya menetes.


"bunda ih, harusnya kan via yang bilang begitu pasti nanti via bakalan kangen sama bunda dan ayah." ucap via masih di pelukan sang bunda.


"kamu nggak boleh kangen sama bunda sama ayah. nanti ayah dan bunda gak tenang kerjanya disana. " jawab bunda tersenyum.


"pokoknya kamu harus jaga diri baik2 jadilah perempuan yang kuat ya sayang. "


"iya bunda, kayak bunda mau pergi setahun aja sih bun. kan cuman semingguan di sana.ya kan..?? " tanya via.


"bunda hanya nggak mau anak bunda ini kenapa2 saja. " jawab bunda sambil mencubit hidung via.


"eeehh apa sih ini kok peluk2an kok nangis2an segala." ucap sang ayah sembari melepaskan kacamatanya dan berdiri menghampiri ibu dan anak tersebut.


"ayah mau di peluk juga..? ejek via kepada ayahnya.


" ya maulah. " dan ayah pun memeluk bunda dan via. mereka bertiga bepelukan bersama bercanda ria dan akhirnya tidur di kamar bertiga dengan ayah yang tidur di sofa.


keesokan paginya ayah dan bunda pergi ke luar kota pagi2 sekali. mereka berpamitan kepada via yang sudah bangun karena tahu ayah dan ibunya mau keluar kota.


"kami berangkat ya nak. jaga diri baik2." ucap bunda kepada via sebelum memasuki mobil. via mencium tangan ayah dan bundanya dan berpelukan dengan mereka.


"iya bunda hati-hati,ayah nyetirnya jangan ngebut ya. " jawab via kapada ayah dan bundanya.


Saat mobil kedua orang tuanya sudah tak terlihat lagi,via kembali masuk ke dalam rumah untuk bersiap-siap kesekolah.


sesampainya di sekokah seperti biasa via berktivitas layaknya murid pada umumnya. hingga di tengah pelajaran jam pertama pak sugeng memasuki ruangan dan berbicara sesuatu kepada bu mira yang sedang mengajar.


bu mira terlihat kaget, entah apa yang di katakan pak sugeng kepada bu mira. via yang memperhatikan kedua gurunya itu hanya mengernyitkan dahinya saja.


Hingga bu mira menyuruh via ikut pak sugeng ke ruang guru. via pun menuruti saja perintah gurunya itu,tapi dalam pikirannya dia mulai tak tenang. dia befikir melakukan kesalahan atau apa sampai di panggil ke ruang guru dan di jemput pak sugeng langsung wali kelas via.

__ADS_1


sesampainya di ruang guru via agak terkejut dengan keadaan, semua guru2 berkumpul duduk di sofa tengah ruangan itu dan ada juga yang duduk di mejanya masing2.Tak lupa pak kepala sekolah pun juga ada. via semakin bingung dengan tatapan para guru kepadanya,pandangan mereka sulit di artikan bagi via.


via di suruh duduk di sofa dekat bu santi dan kemudian di susul bu susan duduk di samping via ,hingga kini via duduk di tengah2 bu santi dan bu susan.


pak hardi kepala sekolah pun memulai percakapan.


"via kamu tau kami panggil kesini kenapa..?" tanya pak hardi


"tidak pak, apa saya melakukan kesalahan hingga saya di panggil kesini pak..? tanya via balik ke pak hardi.


"tidak via, kamu tidak melakukan kesalahan, kamu murid yang baik dan cerdas.kamu kebanggaan sekolah ini. "ucap pak hardi ramah.


via hanya mengangguk.


"tapi ada satu hal penting yang harus saya sampaikan ke kamu. " pak hardi berhenti sejenak sebelum melanjutkan pembicaraanya. via semakin bingung dengan keadaan.


"via,, " ucap pak hardi


"kamu anak baik, kamu pasti kuat dan kamu harus kuat. "


Deg..


jantung via terasa di hujam entah kenapa jantungnya berdebar mendengar kata2 yang pak hardi ucapkan. via melihat guru2 lain mulai ada yang meneteskan air mata sambil membalikkan kan badannya dari via.


via semakin bingung, kenapa,ada apa ini itu yang dia pikirkan saat ini.


"via, kedua orang tua kamu kecelakaan." ucap pak hardi. seketika itu jantung via langsung berdetak lebih cepat. dia masih menatap pak hardi lekat seakan tak percaya.


"nyawanya tidak tertolong. saat ini jenazah kedua orang tuamu sudah ada di rumah sakit." ucap pak hardi lagi.


Bu santi dan bu susan pun mengelus punggung via. tapi via masih tak bergeming, dia masih menatap lekat pak hardi meminta penjelasan lebih lanjut atau meminta mengakhiri sandiwarannya tersebut.


"via. " panggil bu santi sambil mengelus pundak via.


via sontak menoleh ke bu santi dan air matanya meluncur dengan deras di wajah cantiknya.


"via kamu yang kuat ya kamu harus kuat. " ucap bu santi.


"bu jangan bohongin saya bu. " tangisan via pecah.bu santi pun memeluk via dan mengelus punggungnya.


para guru pun menangis,mereka ikut berduka. jelas saja via adalah murid kebanggaan sekolah maka dari itu guru2 di sekolah via mengenalnya sebagai murid yang baik.


Hingga akhirnya via di antarkan ke rumah sakit oleh pak sugeng dan bu santi untuk melihat jenazah kedua orang tuanya sekaligus membawa pulang jenazahnya dan di makamkan.


sejak saat itu via menjadi orang yang pendiam dan cuek,tapi tetap ramah terhadap orang lain.


flash back off


via bangun jam 6 pagi, hari ini dia tidak ada jam kuliah jadi dia memutuskan untuk mencari pekerjaan yang baru.

__ADS_1


tak lupa dia menelpon Nina sahabatnya untuk meminta informasi loker.


__ADS_2