Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 14


__ADS_3

Nina menghampiri gadis yang kini tengah duduk di bangku kelas dengan menyangga kepala di atas meja. Gadis itu nampak memikirkan sesuatu,entah apa yang di pikirkan.


"Lo kenapa vi..? tumben benget lo kusut kek begini. " ucap Nina yang kini sudah duduk di sebelah via.


"lo sakit..? " imbuhnya lagi seraya manaruh telapak tangannya di dahi via.


"enggak kok, nggak panas. " lagi2 nina menaggapi ucapannya sendiri.


"ya ampun via, kenapa mata lo begini..?? lo habis begadang..? " ucap nina seraya memalingkan wajah via menghadap ke arahnya, ia terkejut melihat mata via yang terdapat lingkaran hitam. ini pertama kalinya nina melihat sahabatnya berpenampilan kusut seperti saat sekarang.


"ck, tau lah. " ucap via seraya menenggelamkan wajah di dekapan tangannya sendiri yang berada di atas meja. ia sangat mengantuk sekali. Bagaimana tidak..?? semalaman ia begadang tanpa tidur sedetikpun. Pikirannya di penuhi oleh sikap tuannya yang menurut dia aneh. sebelum-sebelumnya begitu cuek terhadap dirinya dan kemarin ia malah mencium dirinya begitu saja. Yang paling membuat via kesal adalah kenapa Daniel tidak merasa bersalah dan malah membuat via spot jantung terus menerus.


flash back on


Via tengah membuatkan susu untuk kaniya,bayi itu merengek di tengah2 tidurnya. Via tahu jika kaniya sedang haus,jadi membuat ia yang mulanya sedang mengerjakan tugas di kamar berlari menuju kamar kaniya. Saat sedang memegangi botol susu kaniya tiba-tiba seseorang masuk.


ceklek


Pintu kamar terbuka dan terlihatlah sosok daniel yang saat ini memakai celana tidur panjang dan kaos polos favorit nya berdiri di ambang pintu. Jantung via kembali ber spot ria ketika melihat Daniel yang berjalan menghampiri dirinya.


"kenapa kaniya menangis...? " tanya daniel seraya melihat kaniya yang meminum susu di dotnya dengan mata tertutup di dalam box bayi.


"ekh,Hanya kehausan saja tuan. " ucap via terbata tanpa melihat daniel.


Ia tak berani menatap Daniel, bahkan saat ini ia ingin sekali pergi dari ruangan tersebut.


Daniel melihat via melalui ekor matanya, lagi-lagi pria itu tersenyum melihat wajah via yang gugup.


ekh khem


"habis ini buatkan aku kopi, antar ke ruanganku. " ucap daniel sebelum ia melenggang pergi.


"baik tuan. " ucap via.


kenapa orang itu aneh sekali, kenapa dia juga tidak minta maaf atas perlakuannya tadi siang.memangnya aku terlihat seperti perempuan gampangan..??


andai saja aku punya kekuatan super akan ku ajak dia terbang tinggi lalu aku jatuhkan dia dari atas langit. Majikan mesum.


Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan, ingin rasanya aku keluar dari rumah ini, tapi aku harus cari kerja lagi.


via menghela nafas, begitu banyak pikiran di benaknya. Ia sangat tak nyaman berada di rumah tersebut setelah Daniel menciumnya tadi siang. Ia takut jika suatu saat daniel akan berbuat hal yang lebih dari itu padanya.


Mungkin ia harus bertahan sementara di sini sampai ia menemukan pekerjaan baru.



Gadis berambut pirang itu tengah merebus air di dapur, ia menaruh kopi dan gula ke dalam cangkir. Via tahu Daniel menyukai kopi hitam original tanpa campuran susu atau creamer setelah sebelumnya bertanya kepada bi lina.


"Sedang apa kau disini?" ucap seseorang di belakang via. Gadis itu bersedekap tangan seraya memandang sinis via.


"sedang buat kopi buat tuan. " ucap via kepada gadis itu.


Sinta mengernyitkan dahinya dengan mata yang menatap tajam via.


"itu bukan tugasmu. Tugasmu itu hanya menjaga kaniya. atau mungkin kau mau menggoda tuan ya..?" ucap sinta sinis.


"apasih maksud kamu, kalau bukan karena tuan yang meminta aku juga tidak akan berani membuatkannya kopi. " jawab via sedikit kesal.


"udah minggir sana, tuan cuma suka sama kopi buatanku. " Sinta menggeser tubuh via dengan tubuhnya sedikit keras sehingga via terhuyung ke samping.


Via menghela nafas menatap sinta seraya menggeleng kepala.


ckckck


ini juga makhluk aneh.

__ADS_1


batin via berdecak.


Gadis itu kembali kekamarnya untuk melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.



Sinta kini telah berdiri di depan ruangan kerja Daniel. ia merapikan rambut dan bajunya terlebih dulu sebelum masuk. Ia mengetuk pintu daniel kemudian melangkah masuk ke ruang kerja Daniel setelah suara dari dalam menuruhnya untuk masuk.


"kopinya tuan. " ucap Sinta seraya meletakkan kopi yang ia bawa ke atas meja Daniel.


Daniel menghentikan Gerakan tangannya yang tengah mengetik sesuatu di laptop.


Ia menoleh ke sumber suara dan mendapati sinta berdiri di samping mejanya dengan pakaian serba ketat. Jujur daniel merasa risih dengan sikap Sinta selama ini, ia tahu jika gadis itu selalu mencoba menggoda dirinya dengan sikap yang sinta tunjukkan. tapi sama sekali ia tak tertarik dengan Sinta, selama sinta tak melebihi batas maka Daniel tak akan memecat sinta karena selama kaniya belum ada pengasuh sinta lah yang hanya di sukai kaniya. Putri kecilnya akan menangis jika pelayan lain yang menjaganya,kecuali bi lina dan sinta.


Sinta pun juga telaten dalam mengurusi segala keperluan kaniya selama ini,tapi sayang sikap yang ia tunjukkan saat di dekat Daniel selalu membuat pria itu merasa risih.


"kenapa kau yang membuat kopi..? bukankah aku menyuruh via. " ucap daniel seraya mengernyitkan dahinya dengan tatapan yang tajam.


"ekh, itu tuan, via bilang dia lelah makanya dia menyuruh saya. " ucap sinta terbata karena mencari alasan yang tepat.


Daniel semakin mengernyitkan dahinya.


gadis itu berani-beraninya dia menyuruh orang lain dan mengabaikan perintahku.


batin daniel sedikit kesal.


"bawa balik ke dapur kopi ini. "titah daniel seraya menatap laptop kembali dan menggerakkan jari-jemarinya.


"baik tuan. " ucap sinta, ia mengambil kopi yang terletak di atas meja tersebut dan membawanya kembali ke dapur. Sesampainya sinta di dapur ia meletakkan dengan kasar nampan yang berisikan secangkir kopi di atasnya.


sialan..!!


apa bagusnya gadis itu sampai tuan Daniel tidak mau meminum kopi buatanku, tidak biasanya dia seperti ini. jalang sialan..!!


Batin sinta.



ia masukkan ke dalam saku celana. Gadis itu sontak meletakkan laptop yang ia pangku ke samping ia duduk dan berdiri.


"tuan, ada perlu apa..? ekh maksud saya ada yang bisa saya bantu..? " ucap via seraya menunduk, ia takut menatap daniel yang saat ini seperti akan memangsanya.


"bukankah aku menyuruhmu untuk membuatkanku kopi..? " ucap Daniel dengan nada kesal.


"kenapa kau malah menyuruh sinta. " imbuhnya lagi.


Via seketika mendongak.


"maaf tuan, tapi saya tidak menyuruh sinta.dia yang meminta sendiri karena tuan hanya menyukai kopi buatan sinta saja. " ucap via.


aku sudah menduga.


batin Daniel.


"sekarang buatkan aku kopi dan antarkan ke ruanganku. " titah Daniel kemudian berlalu keluar dari kamar via.


"Dan jangan lama-lama. " Daniel kembali menoleh sebelum ia benar-benar keluar dari kamar via.


via menghela nafas kasar.


kenapa banyak sekali orang-orang aneh di rumah ini.


batin via sebelum ia melangkah pergi ke dapur.


__ADS_1


Via masuk ke dalam ruangan daniel setelah pria itu menyuruhnya masuk. Ia melihat daniel sedang duduk di kursi kerjanya dengan punggung yang ia senderkan di senderan kursi dan tangan yang menopang dagu, kedua kakinya di tumpuk. Pria itu tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. via mencoba agar tidak gugup, walaupun sebenarnya ia sangat gugup di tatap daniel seperti itu.


via meletakkan cangkir berisi kopi yang ia bawa ke atas meja.


"silahkan tuan. " ucap via setelah ia menaruh cangkir tersebut.


Via hendak membalikkan badannya dan keluar dari ruangan Daniel.


"mau kemana..? "tanya daniel yang sontak menghentikan gerakan via.


"mau permisi tuan, saya mau kembali ke kamar mengerjakan tugas." ucap via.


"baik,kembalilah ke kamarmu." titah daniel seraya menyeruput kopi buatan via.


emmm pintar juga gadis ini membuat kopi.


batin daniel.



Via kembali melanjutkan aktivitasnya di kamar yang sempat tertunda. namun lagi-lagi pintu kamarnya terbuka dan yaaa Daniel kembali menghampiri gadis itu.


"ada lagi yang tuan butuhkan..? " ucao via yang kini sudah berdiri.


"ambilkan akau cemilan." ucap daniel.


"baik tuan. "


Via kemudian kembali ke dapur setelah daniel keluar dari kamarnya. ia mengambil cookies di lemari penyimpanan dan menaruhnya di piring kemudian ia antarkan ke ruangan daniel.


" sikahkan tuan. " ucap via seraya menaruh cookies yang ia bawa ke atas meja daniel.


"emmm. " ucap daniel tanpa melihat via, ia, masih sibuk dengan kerjaannya di laptop.


Via memutar tubuhnya kembali menuju kamar.


"via, " panggil daniel menghentikan via yang sudah memegang knop pintu. Gadis itu memablikkan tubuhnya kembali.


"ya tuan, ada lagi.. ?" ucap via.


"kerjakan tugasmu disini saja. " ucap daniel. Manik matanya menatap manik mara via yang tengah bingung, gadis itu mengernyitkan dahinya.


"agar aku tak bolak-balik ke kamarmu kalau aku butuh apa-apa.. " ucao daniel mencari alasan. padahal pria itu hanya ingin dekat saja dengan via.


"baik tuan. " dengan terpaksa via mengiyakan perintah tuannya. walaupun sebenarnya ia mau menolak. bagaimana ia akan fokus ke tugas yang ia kerjakan jika di dekat daniel. astaga via kembali pada situasi yang tak menyenangkan.


Dan akhirnya via mengerjakan tugas di ruangan daniel dengan daniel yang juga sibuk dengan pekerjaannya. sesekali daniel mencuri pandang ke arah via, daniel tahu gadis itu pasti tak nyaman.


Daniel semakin menyunggingkan senyumnya.


Via meminta ijin daniel untuk kembali kekamar karena tugasnya sudah selesai. walaupun itu penuh perjuangan karena gugup sedang melanda dirinya.


Daniel pun mengiyakan, ia juga kasihan dengan via yang terlihat sangat tak nyaman. Namun gadis itu tetap menuruti perintahnya.


hari ini cukup. lanjut lagi besok.


ucap daniel seraya tersenyum menatap kepergian via.


Via kembali kekamarnya dan bernafas lega bisa lepas dari jeratan daniel. ia merebahkan dirinya di kasur setelah sebelumnya mencuci muka di kamar mandi. Tapi ia tak kunjung bisa tidur, pikirannya berkelana memikirkan sikap tuannya dan pekerjaan yang harus segera ia dapatkan. sampai waktu menunjukkan pukul 05.00 gadis itu tak kunjung memejamkan mata.


flash back off.


.


.

__ADS_1


.


bersambung.....


__ADS_2