
Daniel keluar kamar mandi setelah ia selesai membersihkan badan. Pria itu memakai handuk yang hanya menutupi tubuh bagian bawahnya saja. mengekpos setengah tubuhnya di bagian atas yang berotot.
Daniel tersenyum miring serta menggelengkan kepalanya melihat gadis kecil yang sedang tertidur di sofa dengan posisi duduk dan kepala menyender di senderan sofa. Pria itu mendekati via, berdiri di samping gadis itu dan mengamati wajah manis nan polos via.
bahkan saat tertidur seperti ini pun kau masih terlihat cantik.
Batin daniel.
Daniel mengangkat tubuh via yang sedang tertidur, ia akan memindahkan gadis itu ke kasur king size yang berada di kamar tersebut. Namun saat ia akan menurunkan via di kasur, gadis itu membuka matanya.
Via terkejut melihat daniel yang berada sangat dekat dengannya bahkan apa ini..?? via merasakan tangan daniel berada ditengkuknya juga di bawah kaki bagian atasnya.
"astaga. " ucap via seraya mendorong daniel dengan keras membuat pria itu terhuyung ke belakang.
"tuan sedang apa. " via beringsut mundur di atas kasur. Jantungnya berdebar sangat kencang atas perlakuan daniel apalagi pria itu hanya bertelanjang dada membuat via semakin gemetar takut.
Daniel pun sama, pria itu terkejut ketika Via mendorongnya. Ia tersenyum miring menatap via sebelum akhirnya kembali mendekati via. Sepertinya kejahilan pria itu datang lagi ketika melihat via ketakutan.
"tu-tuan tolong jangan mendekat. " ucap via terbata,ia semakin takut melihat daniel yang kembali mendekat ke arahnya. Gadis itu beringsut mundur hingga punggungnya menyentuh senderan tempat tidur.
Daniel tak menghiruakan ucapan via,pria itu naik ke atas kasur dan menarik kaki via yang mencoba merangkak turun dari atas tempat tidur.
__ADS_1
"aaaaa" via menjerit terkejut ketika kedua kakinya ditarik sehingga membuatnya jatuh tengkurap di atas kasur.
Daniel menindih tubuh via yang saat ini tengkurap dan mencoba untuk melepaskan diri.
"mau kemana kau gadis kecil." ucap Daniel berbisik di telinga Via.
"apa kau mencoba bermain-main denganku..?? " Pria itu tersenyum penuh kemenangan.
"ti-tidak tuan tolong lepaskan. " ucap via. Gadis itu semakin ketakutan. ia mencoba melepaskan dirinya dari tubuh daniel yang sedang berada di atasnya. gadis itu pegangan di tepi kesur menarik tubuhnya ke atas. Namun itu hanya sia-sia karena tenaganya tak cukup kuat dari daniel.
Daniel semakin tersenyum melihat via yang mencoba melepaskan dirinya namun tak bisa. Pria itu mencium aroma mawar di tengkuk gadis yang berada di bawah kungkungannya saat ini, apalagi melihat pundak via dan yang sedikit terekspos membuat gairah daniel melonjak naik.
Namun gadis itu tak menghiraukan ia terus saja bergerak-gerak mencoba melepaskan dirinya. Via hanya ingin segera kabur dari sini sampai ia tidak merasakan benda keras yang menempel di pantatnya. Sedangkan si empunya barang sedang menahan diri agar ia tidak melahap gadis dibawah tubuhnya ini.
"via, kau bisa diam tidak. " ucap Daniel dengan nada tinggi namun lagi-lagi gadis itu tak menghiraukan. Via masih terus berusaha melepaskan dirinya dari daniel.
Daniel membalikkan tubuh via hingga kini gadis itu terlentang sedangkan daniel berada di atasnya menindih tubuh gadis itu dan Memegang kedua tangan via di sisi kepala.
"aku sudah memperingatkanmu sebelumnya gadis kecil. " ucap daniel yang langsung mencium bibir via. Ia sudah tidak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak memberikan hukuman kepada gadis yang tengah membuatnya bergairah saat ini.
Daniel ******* bibir ranum via, bak madu yang masih berada di sarang sang lebah, ia mencecap dan menghisap bibir via. Menggigit bibir bawah gadis itu dan mencoba membukanya. Namun gadis itu mengatupkan dengan rapat bibir dan kedua matanya. ia berusaha memberontak sekuat tenaga namun lagi-lagi tenaganya tak cukup kuat. Hingga daniel melepaskan pagutan di bibir via. Gadis itu membuka mata dengan nafas yang memburu setelah sebelumnya ia menahan nafas.
__ADS_1
Daniel tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia kembali menyerang bibir ranum via, memasukkan lidahnya kedalam mulut gadis itu dan menjelajah didalamnya.
Ciuman daniel berpindah ke leher,ia menghirup aroma gadis itu. Aroma yang benar-benar membuatnya ingin melahap gadis di bawah kungkungannya saat ini.
"emmpph tu-tuan lepaskan jangan seperti ini. " ucap via mencoba melepaskan diri dari daniel. Ia menggeliat geli merasakan bulu-bulu halus di janggut Daniel menyentuh kulit lehernya yang putih. Bukannya berhenti Daniel justru semakin liar mencium bibir dan leher via secara bergantian, ia merasa pemberontakan yang via lakukan malah membuatnya semakin bergairah dengan gadis itu.
Daniel menghisap leher via, meninggalkan bekas kissmark sebagai tanda kepemilikan.
"akkhh tuaan. " via memekik saat Daniel menghisap lehernya dan tangan daniel yang meremas dua buah benda kenyal yang masih tertutup gaun milik gadis itu. Via semakin memberontak,ia mendorong tubuh kekar daniel namun sia-sia. Ia terus memanggil tuannya tapi pria itu tak menghiraukan. Daniel terus menciumi leher dan bibir via secara bergantian juga telinga milik gadis itu tak kelewatan dari sapuan lidah Daniel. Tangannya terus bergerilya di setiap lekuk tubuh via,meremas payudara gadis itu dan mencoba membuka gaun yang via kenakan. Tapi tangannya terhenti ketika ia merasakan cairan asin di mulutnya. Ia melepaskan pagutannya di bibir via dan mengangkat kepalanya menatap via. Gadis itu sedang menangis.
shit
batin daniel.
Ia berdiri dan menatap gadis yang saat ini tengah menangis tersedu. Sungguh kacau sekali penampilan via saat ini. Daniel merutukki kebodohannya kalau saja gadis itu tidak menangis entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Daniel menarik selimut untuk menutupi tubuh via yang berantakan kemudian berlalu ke kamar mandi tanpa sepatah katapun.
Pria itu kembali mengguyur tubuhnya dengan air dingin yang mengalir di shower. Meredamkan gairah di tubuhnya.Ini kali pertama Daniel melakukan hal semacam itu kepada wanita setelah istrinya meninggal. Via sungguh telah membuat Daniel seperti orang gila. Pikirannya berkecamuk antara Via dan juga Jasmine mendiang istrinya.
sayang maafkan aku.
batin daniel.
__ADS_1