
Kini Via sudah berada di taman belakang rumah utama keluarga Lubis. Di taman itu terdapat gazebo tempat Via saat ini duduk bersama Kaniya yang berada di pangkuannya.
Pepohonan yang rindang dan bunga-bunga yang bermekaran menambah sejuk suasana taman itu. Sehingga membuat siapapun yang berada di tempat itu merasakan kedamaian. Namun tidak dengan gadis yang saat ini tengah melamun tersebut, gadis itu memikirkan ucapan tuan besarnya di meja makan tadi. Menyuruhnya menikah dengan Daniel..?? apa maksudnya..??
Via semakin tidak mengerti.
Apakah tuan besar sedang bergurau..?
ah iya,mungkin saja itu hanya gurauan semata.
Gumam Via dalam hati.
gadis itu tersenyum sarkas.
Lagian mana mungkin tuan Daniel yang seorang pengusaha sukses seperti itu menyukaiku.
Gumamnya lagi dalam hati.
Gadis itu kembali tersenyum menatap Kaniya yang sedang asik dengan mainan di tangannya tersebut.
"main apa sih kamu..??" ucap via dengan gemas kepada baby kaniya.
Kemudian ia memeluk kaniya seraya mengecup kening bayi itu.
Pemandangan itu tak luput dari tatapan seorang kelaki tampan yang kini berdiri di depan pintu teras belakang. Daniel tersenyum melihat Via yang begitu menyayangi Kaniya.
"aku senang karena papa dan mama sudah memberikan restu. "Gumam Daniel.
"Tapi apa kamu mau menjadi ibu untuk Kaniya. " imbuhnya lagi.
Lelaki itu menatap sejenak dua orang yang saat ini di sayanginya itu. Keduanya sungguh seperti ibu dan anak. Via yang terlihat begitu menyayangi Kaniya, pun dengan putrinya itu yang terlihat begitu senang jika berada di dekat Via. Gadis itu selalu memilik cara tersendiri untuk menenangkan Kaniya jika sedang rewel. Bahkan semenjak di asuh oleh Via, putri kecilnya itu sama sekali tidak pernah rewel. Sekarang yang harus ia lakukan adalah membuat via jatuh hati dengannya dalam waktu dua minggu. Sungguh membuat Daniel frustasi ketika memikirkan cara yang harus ia lakukan. Mengingat Via adalah gadis yang tidak mudah untuk ditaklukkan. Tapi bukan Daniel namanya kalau ia harus menyerah begitu saja. Ia akan berusaha agar via jatuh hati dan mau menikah dengannya.Daniel menyunggingkan senyumnya sebelum ia menghampiri Via dan Kaniya.
"aku mencarimu kemana-mana." ucap Daniel yang kini sudah berdiri di depan Via dan Kaniya.
"Tuan.?? " ucapkan Via terkejut.
"kamu main apa sih sayang." ucap Daniel kepada Kaniya, lelaki itu membungkukkan badannya dan mendekatkan wajahnya dengan kaniya.
Deg deg deg
Jantung via berlompatan membentuk irama yang tak beraturan ketika menatap wajah Daniel yang begitu dekat dengannya. Debaran kali ini terasa berbeda dadi sebelumnya,bahkan wajah gadis itu sampai memerah seperti kepiting rebus.
"ayo kita pulang. " ucap Daniel kembali menegakkan badannya.
" aku sudah memasukkan barang Kaniya ke mobil. " imbuhnya lagi.
Daniel mengkerutkan Keningnya ketika melihat Via.
"Via..?? " daniel memanggil gadis itu karena tak merespon ucapannya.
"Vi, Via..!! " kembali Daniel memanggil Via seraya melambaikan tangannya di depan wajah gadis itu.
"ekh,iya tuan." ucap Via ketika tersadar dari lamunannya.
"kamu melamun..?? " ucap Daniel.
"ayo kita pulang. Kenapa wajahmu merah seperti itu..? kamu sakit..?? " imbuhnya lagi
__ADS_1
"ekh, apa..?
ekh, enggak tuan. " ucap Via seraya berdiri dan berlalu pergi meninggalkan Daniel.
Kenapa dengan gadis itu..??
Gumam Daniel.
Setelah berpamitan dengan David dan Ratih, mereka pun pulang ke kediaman Daniel.Via duduk disamping kemudi,bersama Kaniya yang di pangkunya.
Via kesusahan menarik sabuk pengaman yang berada di samping jok yang ia duduki. Dan dengan segera Daniel membantu gadis itu untuk memasang sabuk pengaman.
Wajah Daniel kembali dekat dengan wajah via, bahkan begitu dekat. Membuat wajah gadis itu kembali memerah seperti tomat dan jantung yang berdebar tak karuan.
"sudah. " ucap daniel ketika selesai memasang sabuk pengaman untuk Via.
Lelaki itu menatap Via.
"kamu beneran tidak apa-apa...? " ucap Daniel."wajahmu,-"
"ekh,tidak tuan. ayo cepat jalan. " ucap via seraya memakingkan wajahnya dari pria disebelahnya itu
Daniel hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala. Kemudian menyalakan mesin mobil sport miliknya dan melaju meninggalkan halaman rumah besar tersebut.
Selama di perjalanan hanyalah hening yang menyelimuti suasana di dalam mobil yang Daniel kendarai.
Setelah sampai di rumah, Via menggendong Kaniya yang sedang tidur. Gadis itu membawanya kelantai atas menuju kamar Kaniya. Sedangkan Daniel membawa tas yang berisikan peralatan Kaniya. Sungguh, siapa saja yang melihat ini pasti akan mengira mereka adalah keluarga kecil yang bahagia.
Para pelayan di rumah Daniel pun sudah kembali kerumah tersebut disaat Via kuliah dan Daniel ke kantor.
•
tok tok tok
Suara pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang. Gadis itu berdiri dan segera membuka pintu.
"Tuan..? " ucap Via ketika ia melihat siapa yang berada di depan kamarnya saat ini.
"Belum tidur..?? " ucap Daniel.
"Belum, masih mengerjakan tugas." ucap Via.
"Ikut aku. " ucap Daniel seraya menarik tangan Via.
"Loh,, tuan mau kemana..? itu tugas saya belum selesai. " ucap Via.
"sebentar saja. " ucap Daniel yang masih menarik tangan Via.
Daniel membawa Via menuju mobil. Ketika ia menuruni tangga rumahnya, terlihat bi Lina yang baru saja keluar dari dapur.
"jagain Kaniya dulu bi. " ucap Daniel.
"aku mau keluar sebentar. "imbuhnya lagi.
"Baik tuan. " ucap bi Lina seraya menatap lengan kedua insan tersebut. Bi lina pun tersenyum senang melihatnya.
Kini Daniel dan via sudah berada di dalam mobil sport milik Daniel. Walaupun dengan penuh perjuangan Daniel memaksa gadis di sebelahnya ini untuk masuk ke dalam mobil yang ia kendarai. Via selalu memberontak tidak mau masuk mobil dengan berbagai macam ocehan yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Via mengira Daniel akan membawanya ke hotel atau ke vila lalu akan berbuat macam-macam dengannya, makanya ia berusaha memberontak. Setelah berhasil memasukkan Via kedalam mobil, dengan segera Daniel melajukan mobilnya membelah Jalanan di malam hari.
Gadis yang duduk di kursi penumpang samping kemudi itu terus saja mengoceh dengan ancaman-ancamannya yang justru membuat Daniel merasa lucu. Pria itu menyunggingkan senyumnya ketika Via mengatakan akan melaporkannya pada polisi jika ia berbuat macam-macam.
"kenapa tuan tertawa..?" ucap Via dengan tegas. Entah keberanian darimana ia berani mengomeli majikannya itu.
"siapa..?? aku..?? " ucap Daniel.
"iyalah, memang ada orang lain selain tuan disini. " ucap Via, gadis itu masih merasa kesal dengan pria di sebelahnya itu yang selalu seenak hati memaksa dirinya untuk mengikuti kemauannya.
Dasar pemaksa.
Gumam via lirih, namun masih terdengar oleh Daniel.
Daniel masih saja tersenyum melihat via yang sedang kesal seperti ini. Menurutnya Gadis itu semakin lucu jika sedang marah.
"aku cuman minta bantuan kamu sebentar saja,oke." ucap Daniel.
"aku tidak akan berbuat macam-macam. " imbuhnya lagi.
"awas saja kalau sampai tuan ingkar. " ucap via yang di tanggapi dengan senyuman oleh Daniel.
Daniel menghentikan mobilnya di sebuah salon,lalu ia turun dari mobil diikuti oleh Via.
Ngapain ngajak kesini nih orang...?
Gumam Via dalam hati.
Daniel masuk kedalam salon tersebut dan di sambut oleh wanita cantik yang begitu modis.
"Selamat malam Tuan Daniel." Ucap Wanita itu ramah.
"Malam, tolong dandani dia. " ucap Daniel.
"Baik tuan. " ucap wanita itu.
Kini Via sudah cantik dengan baju yang ia kenakan, rambutnya yang panjang di gulung sedikit di bagian samping kemudian diikat di belakang. Sepatu yang tidak terlalu tinggi dan juga tas slempang yang ia kenakan membuatnya terlihat lebih modis.
Setelah selesai Daniel kembali melajukan mobilnya meninggalkan salon tersebut.
Tak berapa lama setelah berkendera, mobil Daniel berhenti di sebuah restaurant bintang lima.
Ia pun mengajak Via turun,yang diikuti begitu saja oleh Via.
Mau makan malam aja disuruh dandan segala.
Gumam Via dalam hati.
Setelah masuk kedalam restaurant tersebut,Daniel mengedarkan pandangannya seperti sedang mencari seseorang.
Dan ya, seorang perempuan cantik sedang melambaikan tangan padanya. Daniel pun menggenggam lengan Via dan mengajaknya menghampiri perempuan itu.
"Selamat malam Nona Rose. " ucap Daniel.
.
.
__ADS_1
.
••••••••••••