
Via merutuki kebodohannya telah menuruti ajakan Niko untuk makan siang. Kalau saja ia menolak dan kekeh ingin pulang, mungkin ia tidak akan terjebak dalam situasi canggung seperti ini. Gadis itu terus saja menatap ke luar jendela mobil yang ia tumpangi saat ini. Ia benar-benar ingin menghilang sekarang juga daripada harus semobil dengan orang yang di hindarinya selama sepekan ini. Ya, saat ini via tengah berada di dalam mobil milik majikannya. Ia terpaksa pulang dengan Daniel setelah Niko dengan teganya meninggalkan Via di restaurant bersama Daniel dengan alasan pekerjaan kantor.
Via menghela nafas.
awas saja kalau ketemu lagi, habis kau jadi rengginang kak.
batin via. Ia benar-benar ingin sekali menendang perut Niko.
"apa kau menghindariku akhir-akhir ini?" ucap daniel memecah keheningan membuat via menoleh ke arah pria itu.
"ma-maksud tuan?" ucap via.
"aku tau kau menghindariku. " ucap daniel.
"apa kau malu bertemu denganku?" imbuhnya lagi.
"saya tidak mengerti maksud tuan. " ucap via.
Daniel menghela nafas.
"kau yakin tidak mengerti maksudku...?
atau kau mau aku ingatkan kembali sesuatu yang membuatmu menghindariku..??"
Deg deg deg
via menegang, ia kembali di rundung kecemasan. Gadis itu menelan ludahnya dengan susah payah sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Daniel.
"ehm, maaf tuan tapi bisakah kita tidak membahas itu lagi??" ucap via.
"dan saya mohon sama tuan tolong jangan berbuat seperti itu lagi sama saya. "
imbuhnya lagi.
Daniel tersenyum miring,matanya masih fokus menatap jalanan di depan.
"berbuat seperti apa yang kamu maksud..?" ucap daniel
Via memejamkan kedua matanya dengan posisi masih menunduk menatap jari-jari tangannya yang saling meremas di atas pangkuannya.
__ADS_1
Gadis itu masih diam belum menjawab, ia bingung apa yang harus ia katakan kepada majikannya.
Kenapa harus di tanya segala sih.Pasti dia pura-pura lupa.
batin via.
"apa kau tidak mau turun..?? " ucap Daniel.
Tanpa via sadari mobil yang ia tumpangi sudah berada di halaman rumah besar milik Daniel. Gadis itu menatap kesekeliling.
aaa sudah sampai. syukurlah.
batin via.
Ia melepaskam sabuk pengamannya kemudian turun dari mobil tersebut. Ia ingin sekali segera lari dari pria di sebelahnya tersebut. Terlalu sering dekat dengannya membuat jantungnya tidak sehat,pikirnya.
Via membuka pintu mobil tersebut, namun sayang pintunya tidak bisa di buka. Gadis itu menghela nafas kemudian menoleh ke arah Daniel yang masih duduk di belakang kemudi. Pria itu hanya mencebikkan bibirnya seraya mengangkat kedua bahunya menatap via.
"tuan tolong..!! jangan berbuat hal-hal aneh lagi..!!" Kali ini via sedikit menaikkan nada bicaranya. Ini sungguh keterlaluan pikirnya. Ia tidak bisa terus di permainkan seperti ini.
"hal aneh..?? hal aneh apa..?? kau belum menjawab petanyaanku tadi..?? " ucap daniel.
"tuan jangan bepura-pura tidak mengerti. " ucap via.
Daniel tersenyum miring menatap via,membuat gadis itu semakin geram.
"tolong buka pintunya tuan..!! " ucap via mencoba membuka pintu.
Via keluar dari mobil sport milik Daniel setelah pria itu membuka pintu mobil tersebut,dan dengan cepat via melangkah memasuki rumah. Ia benar-benar geram terhadap Daniel yang tidak merasa bersalah atas tindakannya. Ia ingin segera pergi dari rumah tersebut.
bruk
Tanpa di sengaja via menabrak seseorang.
"heh, punya mata nggak..?? "
ucap sinta.
"maaf, aku nggak sengaja. " ucap via dengan tergesa kemudian kembali melangkahkan kaki menuju kamarnya di lantai atas.
__ADS_1
"heh, mau kemana kau.!! " teriak sinta yang melihat via ngeloyor begitu saja.
huh, dasar wanita aneh.
gumam sinta.
"siapa yang aneh..?? " ucap seseorang di belakang sinta.
Gadis itu membalikkan badannya.
"ekh, tuan." ucap sinta seraya tersenyum.
"itu tuan, Via sengaja nabrak saya. " imbuhnya lagi seraya menyentuh bahunya agar terlihat sakit. Ia mencoba mencari perhatian Daniel.
Daniel hanya diam tak merespon sebelum ia kembali melangkahkan kaki menuju kamarnya.
ck gimana sih kok malah pergi gitu aja. perhatian sedikit kenapa juga...!!
eh tapi kok tuan Daniel sama gadis itu pulangnya bareng..??
pasti ****** itu yang memaksa..!!
awas kau ******.
gumam sinta.
Via melempar tasnya ke kasur,ia benar-benar emosi jiwa raga saat ini. Ia harus keluar dari rumah ini sekarang juga. ia tidak mau lagi di lecehkan oleh majikannya.
gadis itu melangkah ke kamar mandi untuk mencuci muka kemudian pergi ke kamar kaniya.
Via masuk ke kamar bayi tersebut yang ternyata kosong.
Via berfikir kaniya sedang bersama bi lina di bawah, ia pun turun untuk mencari bi lina dan kaniya. Setidaknya ia harus melakukan tugasnya dulu sebelum keluar dari rumah tersebut.
kok sepi sih.
gumam via,ia mencari-cari bi lina ke stiap penjuru ruamh rapi tidak menemukan. juga para pelayan yang lain juga tak nampak batang hidungnya.
Via mencari ke kamar bi lina dan para pelayan lain, namun lagi-lagi kosong.
__ADS_1
kemana semua sih..??
gumamnya lagi. tidak biasanya rumah tersebut sepi. Dan kemana perginya bi lina dan kaniya juga para pelayan yang lain..??