Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 8


__ADS_3

Daniel,Niko,via dan juga Nina kini tengah menikmati makan siang mereka masing-masing. sesekali mereka membicarakan sesuatu untuk memecah keheningan. tapi seorang gadis yang kini duduk di hadapan majikannya itu merasa sedikit kurang nyaman. siapa yang akan nyaman duduk di depan majikan yang super cuek seperti ini. Via hanya mengaduk-aduk makanan di piring. Dia sangat tidak nyaman sekali harus duduk berhadapan dengan tuannya seperti ini. Rasanya ia ingin sekali menghilang dari sini.


"kamu kenapa via?" ucap niko, membuat via seketika menoleh ke arahnya. Niko tahu Via sedang tak nyaman berada satu meja dengan Daniel apalagi duduk berhadapan seperti ini. sedangkan Daniel hanya diam tanpa merespon sama sekali. entah terbuat dari apa hatinya itu.


"kamu sakit?" kembali niko menimpali pertanyaannya.


"enggak kak, cuman kepikiran sama kaniya saja. takutnya menangis kalau aku terlalu lama. " jawab via. Ya itulah alasan satu-satunya saat ini yang bisa ia andalkan, agar ia bisa segera pergi dari sini.


"Kaniya akan baik2 saja dengan bi lina. cepat habiskan makananmu kalau kau ingin segera pulang. " kali ini Daniel yang menjawab tanpa melihat via.


"baiklah tuan. " jawab via.


ia menuruti apa kata majikannya walaupun dengan susah payah ia menghabiskan makanan itu. sesekali Daniel mencuri pandang ke arah via lalu tersenyum kecil.


••••••••••••


Via berjalan memasuki halaman rumah mewah bak istana milik majikannya. setelah makan siang selesai Niko dan Daniel mengantarkan via pulang sebelum kembali ke kantor masing-masing, begitu pula dengan Nina. ia melihat seorang wanita paruh baya sedanh menggendong kaniya di teras. bayi itu sungguh riang menanggapi setiap perkataan yang keluar dari mukut wanita itu seakan mengerti.


siapa yang sedang bersama kaniya?


apa mungkin itu nyonya besar.


gumam via dalam hati.


"selamat siang nyonya. " sapa via sambil tersenyum dengan ramah.


wanita itu menoleh ke arah sumber suara.


"siang, siapa ya ada perlu apa?" ucap wanita tersebut sedikit bingung.


"saya Via pengasuh baru kaniya nyonya?" jawab via.


"oooo pengasuh kaniya ya." wanita itupun tersenyum mendengar jawaban via. cantik sekali pikirnya.


"saya neneknya kaniya. kamu baru pulang kuliah? " tanya wanita itu lagi.


" iya nyonya, mohon maaf kalau saya terlalu lama. " jawab via setengah tak enak hati.


"tidak apa-apa. kamu bersihkan dirimu lalu ganti baju. " titah wanita itu dengan ramah.


via pun mengiyakan kemudian melenggang menuju kamar untuk memelbersihkan diri.


Ratih ibu dari seorang Daniel Arta Lubis adalah wanita yang ramah juga perhatian. Sifatnya pemaksa dan sering ceplas-ceplos dalam berbicara, membuat Daniel dan ayahnya selalu mengiyakan kemauan wanita paruh baya itu.


•••••••••••


Daniel turun dari mobil sedan mewahnya berjalan memasuki rumah berlantai dua tersebut. Ketika sampai di dalam ia melihat Via sedang memangku kaniya dan bercengkrama dengan Ratih mamanya.


"mama ada di sini. " sapa Daniel. Namun matanya melirik ke arah via yang saat ini sedang mengajak bicara kaniya.

__ADS_1


Ratih tersenyum.


"Mama rindu sama cucu mama yang cantik ini, kamu lama sekali tidak mengajaknya kerumah mama." jawab ratih.


"maaf ma, aku sibuk akhir2 ini. " jawab Daniel.


"iya-iya nggak apa-apa, ya sudah kamu mandi sana trus kita makan sama-sama. "


Daniel melangkahkan kaki menuju kamarnya di atas. Hari ini begitu melelahkan bagi duda beranak satu tersebut, ia harus mengecek setiap laporan dan menemui beberapa client. Berendam air hangat akan menghilangkan penat sebelum ia turun untuk makan malam.


Sudah hampir satu jam Ratih menunggu Daniel, tapi pria itu tak kunjung turun.


akhirnya ia menyuruh via untuk memanggil Daniel.


tok tok tok


via mengetuk pintu kamar Daniel, ini sudah yang ke 4 kalinya via mengetuk tapi tak juga di buka ataupun terdengar jawaban dari dalam. Dengan ragu via membuka pintu tersebut, saat akan membukanya tiba-tiba pintu terbuka dan membuat via yang sudah memegang knop pintu itu ikut tertarik ke dalam dan tanpa sengaja jatuh ke pelukan Daniel yang saat ini hanya berbalut handuk di bagian bawah tubuhnya.Daniel dan Via sama-sama terkejut.


kedua insan itu saling menatap sekilas sebelum melepaskan pelukan yang tak di sengaja itu.


"maaf tuan saya nggak sengaja." ucap via sembari memundurkan dirinya tak lupa kepalanya menunduk. Jantungnya berdebar dengan cepat merasakan apa yang baru saja terjadi. astaga dia sangat gugup. bagaimana kalau tuannya ini marah..? dan ini kali pertama Via melihat pria bertelanjang dada dengan hanya memakai handuk di bagian bawah saja apalagi sampai memeluk walaupun itu tak sengaja. Via merutuki kecerobohannya sambil menggigit bibir bawahnya menahan rasa panas di wajahnya yang mulai memerah. Pun Daniel yang saat ini merasakan jantungnya berdebar seperti sehabis lari maraton. Tapi pria itu terlalu pintar menyembunyikan rasa gugupnya. ia terlihat tenang tanpa sepatah katapun. ia masih menatap via yang terus menunduk.


manis


batin Daniel seraya tersenyum miring melihat via.


"ada apa?" tanya Daniel tak merespon perminta maafan Via barusan dengan wajah yang kembali dingin.


"sebentar lagi aku akan turun. " ucap Daniel.


via mengangguk lalu segera pergi meninggalkan Daniel.


Di pertengahan anak tangga via berhenti, merilekskan kembali jantungnya sebelum ia turun.


Sedangkan Daniel ia senyum-senyum sendiri di dalam kamar. ia tahu kalau ia telah jatuh cinta dengan via sejak pandangan pertama.


•••••••••••••••••


Daniel berjalan ke arah meja makan menghampiri mamanya dan baby kaniya yang duduk di high chair dengan biskuit di tangan sambil berceloteh ria. Daniel memakai celana pendek dengan kaos hitam polos terlihat lebih santai namun tetap menawan.


"Hi baby." ucap Daniel mencium kening Kaniya seraya mendudukkan dirinya.


"mama udah mau lumutan nunggu kamu Dan." ucap Ratih.


"maaf mama. " ucap Daniel seraya tersenyum.


Via membawa botol susu kaniya yang sudah bersih untuk di bawa ke atas, saat ia hendak melewati meja makan ia melihat Daniel sudah duduk di sebelah kaniya jantungnya kembali berdebar. Ia masih merasa gugup tapi ia mencoba tetap tenang.


"via,sini kamu ikut makan. " ajak Ratih.

__ADS_1


via menghentikan langkahnya.


"Tidak usah nyonya, saya nanti saja makan sama yang lain. " ucap via tersenyum.


Daniel melihat via melalui ekor mata, pria itu tetap tenang.


"sudah gak papa ayok duduk sini. " ucap ratih memaksa.


akhirnya kini via duduk berhadapan dengan daniel. jantungnya makin tak karuan merasakan kegugupan pada dirinya. Ia kembali pada situasi yang tak menyenangkan. xixixi


Sepasang mata memperhatikan ke akraban yang terjalin antara Ratih dan Via, membuat ia semakin tak suka dengan kehadiran via di rumah ini. ia mengepalkan tangannya sampai buku tangannya memutih, ia sangat geram. ingin sekali ia melenyapkan gadis yang saat ini tengah menikmati makan malam dengan lelaki pujaannya dan wanita paruh baya yang ia anggap sebagai calon mertuanya itu. ia juga geram kenapa kaniya langsung menyukai via. biasanya kaniya akan menangis bila ada orang baru yang menjaganya. tapi kenapa dengan via tidak?


bayi itu malah terlihat senang. sungguh membuat sinta jengkel.


awas kau jalang.



"oh ya via, apa kamu sudah punya pacar." ucap Ratih memecah keheningan.


uhuk uhuk


via tersedak mendengar ucapan Ratih.


"pelan-pelan via." ucap ratih saraya memberikan gelas berisikan air putih kepada via.


via meminum air itu hingga tinggal separuh. sedangkan Daniel menatap via tanpa ekpresi. walaupun sebenarnya di dalam hati ingin sekali mengekus punggung via. Tapi itu sangat tidak mungkin.


"belum nyonya, ekh maksud saya , saya tidak tertarik untuk pacaran. " ucap via


"saya ingin fokus pada pendidikan saya saat ini. " imbuh via.


Ratih tersenyum.


"Bagus itu via. saya dukung kamu. " ucap ratih.


"tapi jika ada pria kaya raya yang ingin mengajakmu menikah bagaimana. " imbuh ratih lagi.


uhuk uhuk


kali ini Daniel yang tersedak.


Ratih terkekeh melihat Daniel saat ini.


"kamu kenapa Dan, pelan-pelan kalau makan." ucap ratih


Daniel tak merespon ucapan mamanya tersebut. ia kembali melanjutkan makan.


"maksud nyonya?" tanya via bingung.

__ADS_1


"sudah nggak usah di bahas. " ucap Ratih mengakhiri pertanyaannya. Ia tahu ada sesuatu pada Daniel. ia hanya memancing Daniel dengan pertanyaannya kepada via. Dan yaaa dia berhasil. Ia semakin bersemangat untuk melancarkan rencananya ini.


🍀🍀🍀🍀


__ADS_2