
Via memperhatikan dirinya di cermin, gadis itu masih terlihat bingung mengapa Daniel menyuruhnya memakai gaun yang ia coba waktu itu di butik juga sepatu yang nampak cocok di padupadankan dengan gaun yang ia kenakan.
Suara ketukan di pintu kamarnya membuat via membuyarkan semua pikiran yang memenuhi kepalanya. Gadis itu berbalik dan membuka pintu. Via menatap lekat pria yang kini berada di depannya, ia terpesona dengan majikannya saat ini. Gadis itu hanya diam mematung masih menikmati keindahan makhluk ciptaan Tuhan yang satu ini. Pria itu begitu menawan memakai setelan jas yang melekat di tubuhnya yang tinggi dan berotot. Rambut yang tertata rapi dan bulu-bulu halus di sekitaran pipi dan janggut. Sungguh siapa saja yang melihat penampilan daniel saat ini pasti akan terpesona akan ketampanan pria itu.
Begitupun dengan Daniel, pria itu juga terpesona dengan gadis kecil yang akhir-akhir ini memenuhi pikirannya. Gadis itu memakai gaun berwarna putih model sabrina yang waktu itu ia belikan di butik. Sebagian rambutnya di cepol ke atas dan menyisakan separuh di bagian bawah yang tergerai. tak lupa sepatu berwarna senada yang membuat penampilan via semakin cantik dan elegan.
Keduanya saling menatap, saling mengagumi satu sama lain di dalam hati mereka masing-masing.
"apa kau sudah siap?" tanya daniel membuyarkan lamunan gadis yang berada di depannya saat ini.
"ekh, ee sudah tuan." ucap via terbata.
Daniel tersenyum, kemudian ia mengajak via untuk turun dari lantai atas menuju mobil.
Mereka berdua menuruni tangga dengan daniel di depan dan via di belakang Daniel. Pemandangan itu tak luput dari orang-orang yang kini berada di ruang keluarga tengah menikmati acara televisi. Ratih dan bi lina memperhatikan kedua insan itu seraya tersenyum, Ratih memang sudah menceritakan rencananya kepada bi lina ia juga yang menyuruh bi lina memberikan via kamar di lantai atas agar bisa lebih dekat dengan Daniel.
"Kalian mau pergi??" ucap Ratih kepada Daniel dan Via yang saat ini sudah berada di samping sofa tempat ratih duduk.
"iya ma, titip kaniya sebentar. " ucap daniel
"tenang aja, kaniya aman nikmati waktu kalian. " ucap ratih tersenyum senang. Seraya menatap Daniel juga via, mereka berdua terlihat begitu serasi.
aku tak salah pilih calon untuk Daniel, dan sepertinya dia juga menyukai via tanpa aku harus mendekatkan mereka, tinggal via saja saat ini. Semoga dia mau menerima daniel untuk menjadi suaminya sekaligus ibu untuk kaniya.
batin ratih.
"nyonya besar, maaf. Saya titip kaniya sebentar. " ucap via merasa tak enak hati.
"iya via kamu tenang aja." ucap ratih tersenyum.
Setelah berpamitan Daniel dan Via kembali melangkahkan kakinya menuju mobil. Daniel berlalu meninggalkan Ratih dan bi lina juga kaniya, di ikuti dengan via di belakangnya.namun saat via berbalik ia melihat sinta yang sudah berdiri di belakangnya dengan membawa nampan berisikan secangkir teh dan juga cookies di piring. Sinta menatap via dari ujung kaki ke ujung kepala, gadis itu nampak kebingungan dengan penampilan via saat ini.
Via berlalu menyusul daniel menuju mobil, meninggalkan sinta yang masih menatapnya bingung.
Daniel melajukan mobil sportnya membelah jalan raya.
•
Keheningan tercipta di dalam mobil yang Daniel kendarai. Sesekali ia menatap via, gadis itu nampak tak tenang. Daniel tersenyum. Ia tahu pasti via penasaran kemana ia akan membawa via pergi.
ekh khem
"apa kamu sedang sakit..?? " tanya daniel tanpa melihat via. Gadis itu menoleh ke arah daniel.
"ekh,enggak tuan, saya baik-baik saja. maaf, sebenarnya kita mau pergi kemana tuan...? " tanya via masih menatap daniel.
Lelaki itupun tersenyum.
"kita akan menghadiri pesta salah satu clientku. " ucap daniel menatap via.
__ADS_1
Via terkejut mendengar ucapan daniel.
"maksud tuan..? " tanya via meminta penjelasan lebih.
Lagi-lagi Daniel tetsenyum.
"kau tenang saja, kau hanya harus menuruti kata-kataku maka semuanya akan baik-baik saja. " ucap daniel.
Gadis itu mengernyitkan dahinya menatap daniel. kemudian ia kembali ke posisinya semula.
apa maksudnya..? dia mau mengajakku ke pesta salah satu clientnya..?? apa aku nggak salah dengar..?? nggak.. aku anggak mau..!! di sana pasti banyak orang-orang penting. aku akan memalukan jika berada di tempat seperti itu.
batin via.
"tuan, lebih baik saya pulang lagi saja. ekh, saya turun di sini saja dan pulang sendiri. " ucap via. ia tak ingin berada di pesta orang-orang penting seprti Daniel.
"sudah ku bilang, kau diam saja dan turuti kata-kata ku. " ucap daniel.
"tapi tu-"
"kalau kau terus saja bicara aku akan menciummu seperti saat itu. " ucap daniel seraya menatap via, memotong ucapan via yang belum sempat di selesaikan.
Seketika gadis itu bungkam,menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
Daniel tersenyum melihat tingkah via.
Daniel merasa gemas dengan gadis yang saat ini berada di sebelahnya.
Via semakin gelisah ia meremas jari jemarinya.
"ayo turun. " ucap Daniel.
"tuan, saya tunggu di sini saja ya." ucap via ia enggan beranjak dari duduknya.
"aku bilang ayo turun.,sebelum aku mencium mu" ucap Daniel.
"i-iya tuan. " via terpaksa mengiyakan perintah daniel. ia tak mau kejadian kemarin terulang kembali.
Via menghela nafas sebelum ia turun dari mobil.
Daniel memberikan sikunya, menyuruh via untuk menggandeng siku miliknya.
Via menatap daniel seraya mengernyitkan dahinya. Lelaki itu pun juga menatap via dengan menunjukkan dagunya ke siku miliknya. Dengan ragu via menggandeng lengan Daniel di bagian siku.
Mereka menaiki kapal pesiar yang sudah di penuhi oleh para tamu undangan tersebut. ya pesta itu di adakan di sebuah kapal pesiar yang besar dan mewah. Via terkagum dengan kemewahan kapal tersebut. ini kali pertama baginya menghadiri pesta apalagi pesta orang-orang penting seperti ini.
Semua orang menatap kehadiran Daniel dan Via, seraya berbisik-bisik gadis itu semakin gugup degan tatapan para tamu undangan yang berada di pesta tersebut.
siapa gadis yang berada di sebelah tuan daniel itu.
__ADS_1
kira-kira seperti itulah batin para tamu undangan tersebut.
"Hallo tuan daniel, apa kabar. " ucap seorang lelaki paruh baya seraya menyalami Daniel dan memeluknya. Di belakangnya ada seorang wanita berparas cantik dengan gaun hitam yang panjang di bagian bawah, menambah kesan elegan wanita tersebut.
"saya baik-baik saja tuan Robert. " ucap daniel seraya tersenyum dan membakas pelukan Robert.
"ekh nona ini..? " ucap Robert seraya melihat via.
"ini calon istri saya. " ucap daniel seraya merangkul pundak via.
deg deg deg
Jantung via serasa mau lepas dari tempatnya. Gadis itu menatap bingung Daniel seraya mengernyitkan dahinya.
"ooh iya iya. cantik sekali calon istri tuan daniel. " ucap Robert seraya tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya.
Gadis di belakang robert nampak kecewa mendengar ucapan Daniel.
"ini Rose putri saya. " imbuh robert lagi seraya mengenalkan putrinya.
"Rose. " ucap Rose seraya mengulurkan tangannya ke Daniel,tak lupa juga ia tersenyum ramah.
"Daniel. " ucap daniel.
Rose menatap lekat daniel, lelaki di depannya ini sungguh tampan. Tapi sayang ia sudah punya calom istri. kembali rose merasa kecewa.
"Rose. " ucap Rose kali ini mengulurkan tangannya ke via.
"vi-via. " ucap via terbata seraya menerima uluran tangan rose.
Setelah perkenalan Rose pun pamit untuk pergi menemui teman-temannya yang sudah ia undang. Sedangkan Daniel asyik mengobrol dengan Robert dan melupakan via yang saat ini berada di sampingnya. Via menghela nafas, ia merasa bosan berada di acara orang-orang penting tersebut.
Via berjalan ke arah meja yang terdapat minuman dan juga makanan meninggalkan Daniel yang melupakan keberadaannya. Gadis itu mengambil satu gelas berisikan minuman dan menuju ke pinggir kapal, menikmati angin malam yang menurutnya terasa dingin. Bagaimana tidak..!! saat ini via memakai gaun yang memeperlihatkan sebagian pundaknya.
seorang lelaki yang tengah berbincang dengan beberapa orang di dekatnya itu memperhatikan gadis yang saat ini berada di pinggir kapal tersebut. Gadis itu seperti tak asing olehnya.
ia berjalan menghampiri gadis itu, dengan ragu ia memanggil gadis tersebut ketika sudah berada di samping gadis yang tengah memejamkan kedua matanya,menikmati angin malam.
"via. " Ucap Pria itu.
Via membuka kedua matanya dan menoleh ke arah sumber suara.
"pak ivan. "
.
.
.
__ADS_1
bersambung....