
Via merogoh ponselnya yang berdering di saku celana,melihat siapa yang menelpon dirinya. ia melihat sebuah panggilan dari nomor tak di kenal. Via mengerutkan keningnya kemudian menggeser tombol hijau di layar ponsel tersebut.
"hallo. " ucap via
"Hallo via." ucap seseorang di seberang telpon.
"nyonya besar..?? " ucap via.
"iya via, apa kamu sudah pulang kuliah..?? "
"sudah nyonya, ini saya sudah di rumah. " ucap via.
"kamu pasti bingung mencari kaniya ya..?? " tanya ratih.
"ekh iya nyonya,bagaimana nyonya tahu...? " tanya via.
Ratih terkekeh.
"kaniya sama bi lina dan yang lainnya ada disini. Ada sedikit pekerjaan untuk mereka. "ucap ratih.
"owh, kalau begitu saya akan segera kesitu nyonya. " ucap via.
"tidak apa2 via,biar bi lina yang menjaga kaniya. Kamu istirahat saja dulu. aa iya tolong siapkan makan malam untuk Daniel juga ya." titah Ratih.
"tapi nyonya. " belum sempat via selesai bicara telponnya sudah di matikan terlebih dulu oleh Ratih.
ck,ya Tuhan
via berdecak melihat layar ponsel yang sudah mati. ia menghela nafas kasar kemudian kembali ke kamarnya di lantai atas.
sedangkan di tempat lain,Ratih tersenyum senang. Wanita paruh baya tersebut memang sengaja mengajak Kaniya ke rumahnya termasuk para pelayan juga. Ia ingin membuat via dan daniel menjadi lebih dekat setelah sebelumnya ia mendengar cerita dari bi lina apa yang sedang terjadi antara via dan daniel. Selama Ratih sudah kembali ke rumah utama,ia menyuruh bi lina untuk mengawasi perkembangan daniel dan via. Ia sudah sangat menyukai via yang sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya.Juga di mata Ratih, via adalah sosok yang baik jika menjadi ibu untuk cucu kesayangannya. Gadis itu terlihat sangat menyayangi kaniya. Ratih sudah bertekad untuk menjadikan via sebagai istri daniel juga ibu untuk kaniya.
__ADS_1
semoga berhasil.
gumam ratih seraya tersenyum.
•
Seorang gadis berambut panjang dan berpakaian seksi tengah memilih-milih baju di sebuah butik yang berada di dalam mall. Gadis itu sudah menenteng beberapa paperbag tapi ia masih belum puas berbelanja. Ia sudah membuka satu persatu baju yang tergantung di dalam butik tersebut, tapi tak ada satupun yang membuatnya tertarik.
ck butik apaan sih ini, koleksinya nggak ada yang bagus.
gumam regina.
Reginapun pergi meninggalkan butik yang baru saja ia masuki. Gadis itu menghitung paperbag yang berada di kedua tangannya,sudah ada enam paperbag dengan ukuran kicil hingga besar yang isinya berbagai macam baju dan sepatu juga make up.Ia tersenyum senang seraya melenggang cantik bak model papan atas yang sedang berjalan di catwalk. Ia memutuskan untuk pulang saja karena sudah lelah berjalan di dalam mall tersebut.
bruk
Seseorang tak sengaja menabrak regina,membuat paperbag yang ia bawa berjatuhan.
"maaf saya tidak sengaja. " ucap lelaki itu kemudian memunguti beberapa paperbag milik regina di lantai.
Sedangkan regina hanya menatap pria yang saat ini membuatnya terpesona tersebut.
Lelaki itu memberikan paperbag yang baru saja ia punguti tersebut kepada regina. Namun gadis itu hanya diam tak berkedip.
"nona..?? " Pria itu memanggil manggil regina hingga gadis itu tersadar dari lamunannya.
"ekh iy-iya-iya nggak papa. " ucap regina seraya tersenyum menerima paparbag dari lelaki itu.
Lelaki itu hanya tersenyum menanggapi, kemudian berlalu meninggalkan regina yang masih memandangi kepergian pria tampan tersebut.
Ya tuhan tampan sekali dia. sepertinya dia bukan orang sembarangan.
__ADS_1
Kenapa lupa tanya namanya sih...?
dasar ****.
gumam regina merutukki dirinya sendiri.
•
Waktu menunjukkan pukul 18.30,seorang pria yang sedari tadi berkutat dengan laptopnya merentangkan kedua tangan ke atas menarik otot-ototnya yang terasa kaku. Proyek baru yang ia kerjakan mebuatnya menjadi lebih sibuk akhir-akhir ini. Daniel berjalan keluar dari ruang kerjanya, menuruni tangga rumahnya menuju meja makan. Perutnya sudah meronta-ronta minta diisi karena sejak tadi makan siang di restaurant bersama Niko dan Via ia belum makan apapun lagi.
lah kok nggak ada apa-apa..??
gumam Daniel ketika melihat meja makan di depannya tersebut. Ia sudah di beri tahu oleh Ratih sebelumnya jika seluruh pelayan di rumah tersebut berada di rumah utama.
Daniel menatap ke arah kamar via di lantai atas sebelum ia kembali naik.
tok tok tok
Daniel mengetuk pintu kamar via,sekali dua kali tidak ada jawaban dari dalam.
Ia pun membuka pintu tersebut dan yang terlihat adalah via yang saat ini sedang tertidur di atas sofa dengan tangan yang masih memegang sebuah buku. Pria itupun mendekat, ia menatap Via seraya memasukkan kedua tangannya di saku celana. Wajah yang begitu cantik dan polos saat tidur, bibir ranum itu bagai candu untuk daniel. Pria itupun tersenyum mengingat kekonyolan dirinya sendiri saat mengerjai via hingga membuat gadis itu menghindarinya selama sepekan ini. Bahkan tadi siang untuk pertama kalinya ia melihat via marah, sungguh berbeda sekali dari biasanya.
sepertinya dia lelah sekali.
gumam daniel. Ia merasa tidak tega membangunkan via.Mungkin ia akan memesan makanan online saja,pikirnya.Pria itupun keluar dari kamar via dan kembali ke lantai bawah,duduk di sofa depan tv dan mulai memesan makanan lewat aplikasi di ponsel pintarnya.
Terima kasih para readers yang masih setia menunggu novel ini update. Maafkan thor jika update nya nggak tiap hari dan juga maafkan karena tulisanku banyak yang typo.😊 semoga terhibur 🌹🌹
__ADS_1