Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 17


__ADS_3

"via. "


"pak ivan" Ucap via, ia sedikit terkejut.


"bapak di sini juga..? " imbuhnya lagi,ia sedikit senang melihat ivan berada di pesta itu, jadi ia tidak akan merasa kesepian kerena tak di anggap keberadaannya oleh daniel yang sedang sibuk sendiri dengan urusannya.


"iya ini pesta penyambutan sepupuku yang baru pulang dari luar negeri." ucap ivan seraya tersenyum.


"ooooww," via ber ooh ria seraya mengangguk.


"kamu datang sama siapa..? ucap ivan kembali.


"saya..? ekh saya bersama majikan saya datang kesini. " ucap via terbata,sebenarnya ia enggan mengatakan kalau ia datang bersama majikannya. tapi ia tak punya alasan lain,dan juga ia pikir ia tak perlu menutupi setatus dan pekerjaannya kepada orang lain.


"majikan..?? " ucap daniel seraya mengernyitkan dahinya.


Via tersenyum kemudian kembali menghadap ke laut dengan tangan yang berada di atas pembatas kapal tersebut di ikuti oleh ivan.


"saya bekerja sebagai baby sitter. " ucap via tanpa melihat ivan.


Ivan masih terdiam seraya menatap via, ia tak percaya jika gadis di sebelahnya ini bekerja sebagai pengasuh penampilannya sangat jauh berbeda dari pengasuh pada umumnya. Via begitu cantik mengenakan gaun dan juga sepatu yang berwarna senada. Gadis itu malah terlihat seperti seorang tuan putri.


Via menoleh ke arah ivan, gadis itu tersenyum garing.


"bapak nggak percaya sama saya??" ucap via.


"kamu terlihat seperti bukan seorang pengasuh. " ucap ivan.


Via menghela nafas,ia sendiri juga tak tahu kenapa Tuannya mengajak kesini dan menggunakan gaun seperti ini. ia teringat kembali dengan ucapan daniel yang mengatakan kepada orang lain bahwa ia adalah calon istrinya. Membuat gadis itu semakin tak mengerti dengan Daniel.


"sudahlah lupakan. " ucap via tersenyum.


Ivan semakin mengernyitkan dahinya.


"oh ya kemarin bapak bilang,emm bapak belum menikah. terus bayi perempuan yang bapak gendong di taman waktu itu bapak bilang itu putri bapak. Saya belum mengerti maksud bapak. " Ucap via, berharap ia akan menemukan jawaban atas rasa penasarannya.


Kali ini ivan tersenyum,ia menghela nafas seraya mengarahkan pandangannya ke laut.


"Rania bukan putri kandungku. " ucap Ivan tanpa mentap via.


Via mengernyitkan dahinya menatap ivan.


"Dia adalah anak dari sahabatku yang sudah meninggal. "


Flash back on


Ivan sedang berkutat dengan laptopnya di kantor tempatnya bekerja. Ceo tampan di perusahaan teknologi itu menghentikan aktivitasnya ketika pintu ruangannya di buka oleh seseorang. Ia mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan terlihatlah seorang wanita cantik dengan perut yang sudah membesar tersebut.


"ya ampun pak ceo jangan terlalu rajin bekerja, akan kau kemanakan uangmu yang banyak itu...??" ucap wanita tersebut seraya menutup pintu kemudian duduk di sofa.


Ivan menghampiri gadis tersebut,ia duduk di sebrang depan Nisya saat ini duduk. Ivan dan Nisya sudah bersahabat sejak kecil, mereka berdua begitu dekat layaknya sepasang kekasih. Ivan sangat menyayangi Nisya,apapun kemauan gadis itu ivan selalu menurutinya, pun ketika gadis itu di tinggal oleh kekasihnya saat mengetahui Nisya hamil. Ivan selalu ada buat gadis itu. Ivan juga sampai rela jika ia menikahi nisya tapi gadis itu menolak,pasalnya Nisya sudah tak pantas dengan ivan. Gadis itu hanya ingin membesarkan putrinya seorang diri. Sebenarnya kedua orang tua nisya masih ada, tapi mereka sudah bercerai dan hidup dengan pasangan baru mereka masing-masing.


"ngapain kamu kesini sya, bukannya istirahat. " ucap ivan lembut.


"ck, aku bosan di rumah terus van. aku mau ngajak kamu jalan-jalan.kamu sibuk nggak..? ucap nisya seraya tersenyum. gadis itu memang selalu ceria.


Sebenarnya ivan memiliki pekerjaan yang menumpuk, tapi ia tak ingin membuat sahabatnya itu kecewa.

__ADS_1


"kamu mau jalan-jalan kemana..? " ucap ivan


"emm, aku mau ke tempat yang duku sering kita datengin waktu sma van. kamu masih ingat..??" ucap ivan. Sewaktu SMA mereka berdua sering menghabiskan waktu di sebuah taman yang terdapat danau di tengahnya.


"baiklah, ayok kita jalan dan bersenang-senang. " ucap ivan seraya berdiri.


Nisya tersenyum senang kemudian berdiri,mereka berdua berjalan menuju mobil ivan terparkir.


Ivan dan Nisya sudah berada di dalam mobil, ivan melajukan mobilnya keluar kantor membelah jalan raya yang tak begitu padat.


Keduanya saling bercanda gurau seperti biasanya. Namun saat mobil yang ivan kendarai melewati perempatan ada sebuah mobil lain yang melaju begitu kencang hingga membuat mobil tersebut menabrak mobil ivan.Mobil ivan terseret terbalik sedangkan mobi yang menabraknya ringsek di bagian depan karena mobil tersebut masuk ke kolong truck di bagian depan. Ivan masih tersadar walaupun kepalanya terluka dan beberapa luka lain di tubuhnya. Ivan menoleh ke arah Nisya, gadis itu sudah tak sadarkan diri dengan luka di kepala dan darah yang keluar dari bagian bawah. seketika ivan panik ia menepuk-nepuk pipi nisya mencoba membangunkan nisya tapi nihil. Ivan mencoba keluar dari mobil tersebut,ia harus cepat-cepat membawa nisya kerumah sakit.


Orang-orang di sekitaran lokasi berkumpul melihat kejadian tersebut. Begitupun dengan polisi yang kebetulan sedang bertugas di tempat itu.


"Nisya bangun nisya,"ucap ivan yang kini sudah berada di luar,ia mencoba membuka pintu mobil tempat nisya duduk. Setelah terbuka Ivan langsung menarik nisya dan menggendongnya menuju ambulance yang baru saja tiba. ivan meletakkan Nisya di pembaringan dan berapa petugas mendorong pembaringan itu masuk ke dalam mobil ambulance.Ivan pun ikut masuk ke dalam mobil tersebut tapi sebelum ia masuk, ia sempat melihat seorang wanita yang di evakuasi dari dalam mobil yang menabraknya. Wanita itu tak sadarkan diri dengan luka yang sangat parah dan ivan semakin terperangah ketika menatap ke perut wanita tersebut yang membuncit. wanita itu juga tengah hamil.


Ivan tersadar ketika petugas memanggilnya untuk segera masuk ke dalam mobil ambulance, mobil itu melaju menuju rumah sakit dengan sirine yang terus berbunyi.


setelah sekitar 15 menit mereka sampai di rumah sakit, beberapa perawat segera mendorong pembaringan yang membawa nisya menuju ruang gawat darurat. Ivan terus memanggil nisya seraya memegang tangan gadis itu. Air matanya mengalir deras,ia sudah tak merasakan sakit dari luka-lukanya, ia begitu mengkhawatirkan sahabatnya saat ini.


Sampai di depan ruangan itu perawat melarang ivan untuk ikut masuk ke dalam,ivan menunggu di luar ruangan setelah ia menyelesaikan administrasi. Pria itu benar-benar hancur melihat keadaan Nisya saat ini.


tuhan selamatkan Nisya dan bayinya.


batin ivan terus berdo'a.


Tak berapa lama kemudian ivan melihat beberapa perawat juga mendorong pembaringan menuju ruangan yang sama dengan nisya. Ia melihat wanita yang tadi di evakuasi dari mobil yang menabraknya. Hatinya semakin trenyuh, dua orang wanita hamil sedang berjuang antara hidup dan mati.


Ya tuhan ada empat nyawa yang berjuang sekarang, tolong selamatkan mereka.


batin ivan terus berdo'a.


Kedua orang tersebut duduk di sebelah ivan.


" ya ampun pa, gimana keadaan cucu dan menantu kita.?" ucap wanita itu seraya menangis.


"sudah ma kita berdo'a saja. "ucap lelaki di sampingnya.


ivan menatap dua orang tersebut,hanya memperhatikan tanpa suara. Lidahnya masih terasa kelu, ia masih memikirkan keadaan Nisya dan bayinya.


Tak berapa lama kemudian dokter keluar.


"keluarga Nyonya Nisya. " ucap dokter tersebut.


Ivan berdiri dan mendekat.


"saya dok, gimana kedaan Nisya. " ucap ivan dengan panik.


"anda suaminya..? " ucap dokter tersebut


"ekh,iya dok." ucap ivan


"Maaf pak sebelumnya."


deg


jantung ivan berdetak mendengar ucapan yang bekum selesai dari mulut dokter tersebut.

__ADS_1


"Bayi bapak selamat tapi ibunya mengalami koma pak. " ucap dokter tersebut.


Ivan sesikit lega,tapi ia juga memikirkan keadaan Nisya yang koma.


.


Seminggu berlalu,Ivan dengan setia menjenguk Nisya dan menemani nisya. ia berharap Nisya akan segera tersadar dari tidur panjangnya. Namun sepertinya tuhan lebih menyayangi nisya,gadis itu meninggal dunia. sejak saat itu ivan berjanji akan menjaga bayi nisya.


Flash back off


Via terperangah mendengar penjelasan ivan, gadis itu menatap ivan sedangkan ivan hanya tersenyum. Gadis itu tanpa sadar menenggak dengan sekali tenggakan minuman yang ia pegang membuat mulutnya terasa terbakar.


"minuman apa ini. " ucap via.


" kok aneh begini.. " imbuh nya lagi


Ivan menoleh kemudian ia merebut gelas via lalu menciumnya.


"via, kamu minum minuman beralkohol..? " ucap ivan.


Via mengernyitkan dahinya.


"minuman berakohol..? " ucap via.


" saya nggak tau pak, saya hanya mengambil salah satu gelas yang ada di sana. " ucap via seraya menunjuk meja dimana ia mengambil minumannya tadi.


Ivan mengarahkan pandangannya ke meja yang di tunjuk via.


Dan ternyata memang meja itu khusus minuman berakohol sedangkan meja yang khusus minuman biasa ada di sebelahnya.


"apa kamu baik-baik saja. " ucap ivan


"iya pak saya baik-baik saja. " ucap via.. padahal ia merasakan sedikit pusing.


Daniel mengedarkan pandangannya,mencari gadis yang ia bawa ke pesta tersebut. Ia takut jika gadis itu akan di ganggu oleh para pria di kapal tersebut. Dan yaa, dugaannya benar.


Daniel melihat via bersama seorang laki-laki yang memegang tangannya dan terlihat via seperti...?? apa gadis itu mabuk..??


Daniel segera menghampiri Via dan lelaki tersebut.


"apa yang kau lakukan. " ucap Daniel seraya menepis tangan ivan yang memegangi tangan via.


"tuan Daniel. " ucap via menoleh ke arah daniel.


"ikut aku. " daniel menarik lengan via kemudian membawanya pergi dari pesta tersebut. langkahnya yang besar membuat via kesulitan mengimbangi pria tersebut.


Ivan hanya menatap kepergian via dan orang yang tidak begitu asing dengannya.


"Tuan, lepaskan saya bisa jalan sendiri. " ucap via mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Daniel. Tapi pria itu tak menghiraukan ucapan via,ia terus berjalan seraya menarik via menuju mobilnya. ia harus memberi gadis ini pelajaran pikirnya.


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2