
Terik mentari tak menghalangi langkah seorang gadis berambut pirang yang kini tengah menyusuri jalanan kota, ia memasuki setiap toko berharap sang pemilik toko menerima satu orang karyawan baru.
Via menghela nafas, sudah hampir seminggu semenjak kejadian di apartemen Daniel.Ia selalu menghindar dari pria itu, ia tak peduli jika ia menjauhkan Kaniya dari daniel toh itu hanya untuk sementara pikirnya. Karena ia akan mencari pekerjaan yang baru dan keluar dari rumah mewah yang ia tinggali saat ini. Via benar-benar takut jika Daniel akan melakukan hal yang tak ia inginkan seperti waktu itu. Kalau saja ia masih menyewa kamar kosnya yang dulu ia tinggali mungkin ia sudah keluar dari rumah itu. Sayangnya via tak melanjutkan sewa kamar dan mengambil barang-barangnya untuk di bawa ke rumah majikannya sebelum ia mengetahui Daniel orang yang mesum bukan hanya mesum tapi mungkin saja Daniel seorang predator sex. Memikirkan hal itu saja membuat via bergidik ngeri. Jangan sampai ia menjadi korban selanjutnya,pikir gadis itu.
Via duduk di sebuah halte menunggu bis yang akan membawanya pulang ke rumah majikannya. Ia akan melanjutkan mencari pekerjaan besok seusai kuliah. Hari ini ia sudah mendatangi banyak toko dan cafe tapi hasilnya nihil.
kemana lagi ya..?
batin via.
Sebuah mobil sport warna merah berhenti di depan halte dimana via saat ini tengah duduk. Gadis itu mendongak dari tundukan kepalanya,melihat siapa pemilik mobil tersebut.
"Kak Niko. " ucap via tersenyum senang melihat pria yang berada di balik kemudi mobil tersebut setelah pria itu menurunkan kaca mobil. Pasalnya gadis itu sudah lama tidak berjumpa dengan kakak dari sahabatnya ini.Ya itu karena niko tengah di sibukkan dengan pekerjaan kantornya di luar negeri.
Niko tersenyum balik kepada via.
"kamu ngapain disini vi..?? " ucap balik Niko.
"lagi nunggu bis kak,mau pulang. " ucap via
"masuklah, aku akan mengantarmu. " ucap Niko.
Tanpa berfikir panjang Via pun akhirnya naik ke mobil sport milik Niko, ia duduk dikursi sebelah kemudi dan memasang sabuk pengaman. Niko kembali melajukan mobilnya,meninggalkan halte bis tersebut.
"kak Niko kapan pulang?" ucap via memecah keheningan.
"semalem kakak nyampe. " ucap niko.
Via pun ber oh ria seraya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"kamu sudah makan siang..? " ucap Niko.
"Belom kak." jawab via.
"pas banget,kita makan dulu kalau gitu. " ucap Niko.
"enggak ah kak, aku udah telat pulang ini. aku makan di rumah aja. " ucap via.
"enggak papa tenang aja, ntar aku yang bilang sama Daniel. " ucap Niko.
Via hanya diam menuruti perkataan niko. Sebenarnya ia juga lapar karena sejak pagi ia tidak sarapan. Apalagi ia harus berjalan mencari pekerjaan keluar masuk toko dan cafe, itu sangat melelahkan.
Niko menghentikan mobilnya di sebuah restaurant bintang lima yang memiliki ruangan vvip bagi pelanggan khusus yang memesan. Ia masuk ke dalam restaurant tersebut di ikuti dengan via di belakangnya. Gadis itu sudah tidak asing dengan tempat tersebut, karena dulu niko juga sering mengajaknya makan disini bersama dengan Nina.
"kamu masuk aja dulu, aku mau ke toilet sebentar. " ucap niko kepada via ketika mereka sampai di depan pintu ruangan vvip restaurant tersebut.
Ia merogoh ponsel yang berada di dalam totebag miliknya. Menggeser-geser benda pipih tersebut untuk menghilangkan jenuh. Tak lama pintu pun terbuka, seorang lelaki memakai setelan jas memasuki ruangan dimana via tengah duduk. Lelaki itu berjalan ke arah via dan berdiri di depan gadis itu. Namun gadis itu masih fokus dengan ponsel yang ia pegang tak menghiraukan lelaki yang berdiri di depannya ini.
ekhem
Lelaki itu berdehem membuat via mengalihkan perhatiannya dari ponsel ke pemilik suara tersebut. Gadis itu membelalakkan kedua matanya seakan melihat hantu di siang bolong.
"tu-tuan. " ucap via terbata melihat Daniel yang saat ini sudah berada di depannya.
Mimpi apa dia semalam..? kenapa harus bertemu majikan mesumnya ini..? padahal ia sudah menghindar mati-matian selama sepekan ini. Berharap tidak bertemu dengan Daniel.Dan sekarang ia bertemu dengan majikannya disini.
"kenapa tuan ada disini..??" ucap Via setelah ia berdiri dari duduknya.
Daniel mengernyitkan Dahinya.
__ADS_1
"bukankah seharusnya aku yang bertanya padamu..?? "ucap Daniel yang masih dalam posisinya,memasukkan kedua tangannya di saku celana.
"apa yang kau lakukan disini..? " imbuhnya lagi dengan santai.
"ekh, saya, saya-"
"hai bro, kau sudah datang?" ucap niko yang baru saja masuk. Pria itu menjabat tangan Daniel ala best friend pada umumnya kemudian merangkulnya.
"seperti yang kau lihat. " ucap daniel,ia pun membalas rangkulan Niko.
"sorry tadi aku ke toilet. " ucap Niko.
"aa iya aku tadi ketemu via di jalan jadi sekalian aku ajak dia kesini. " imbuh niko.
Daniel beralih menatap via yang juga tengah menatapnya, keduanya saling menatap sejenak tanpa sepatah kata. Niko pun sama,ia bergantian menatap kedua insan tersebut seraya tersenyum.
ekh khem
"sebaiknya kita mulai memesan makanan. " ucap Niko membuyarkan tatapan keduanya.
Niko duduk diikuti dengan Daniel, mereka duduk sedangkan via masih berdiri.
"via, duduklah." ucap niko seraya tersenyum.
"ekh, i-iya kak. " ucap via kemudian duduk di sebelah Niko.
huuuftt kenapa kak niko harus ngajak orang ini segala sih..?? tau gini aku tidak mau tadi diajak kesini.
via bergumam dalam hati, ia menyesal kenapa ia menuruti ajakan Niko tadi. Ingin sekali dia pergi dari tempat itu. Sungguh suasananya membuat via tak nyaman.
__ADS_1