Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 5


__ADS_3

seorang lelaki bertubuh tinggi nemakai setelan jas berwarna hitam dengan kemeja biru muda sebagai dalaman memasuki rumah besar bak istana itu. rambut yang masih tertata rapi dan juga bulu2 halus di sekitar dagu dan pipinya. menambah pesona seorang Daniel Arta Lubis. pengusaha muda yang sukses menembus pasar saham tertinggi di kota ini sekaligus ayah dari baby kaniya.


Perusahaan property miliknya sudah mempunyai banyak cabang di dalam maupun di luar negeri, jadi tak heran jika ia di segani banyak orang. ya orang-orang yang berusaha mendekatinya untuk mengembangkan bisnis mereka. bahkan banyak yang mencoba menjodohkan putri mereka dengan Daniel karena tahu Daniel adalah seorang duda. Tapi tak membuat Daniel luluh dengan sikap mereka. Daniel justru merasa jijik dengan para client nya itu yang mencoba menjual anaknya demi bisnis. bagi Daniel saat ini hanyalah membesarkan kaniya hasil buah cintanya dengan sang istri Jasmine.


Daniel sangat mencintai jasmine, tapi takdir berkata lain. saat melahirkan Kaniya ia tak bisa terselamatkan.


Hal itu membuat Daniel sangat terpukul, tapi ia tak boleh larut dalam kesedihan. ia harus kuat demi sang buah hati.


•••••••••


Daniel melangkah memasuki rumah mewahnya dan di sambut para pembantu di rumah tersebut. lelaki itu melanjutkan langkahnya ke lantai dua untuk membersihkan diri. ketika akan membuka pintu kamar ia mendengar suara dari dalam kamar Kaniya,suara seorang perempuan dan baby kaniya yang berceloteh ria. mungkin itu sinta pembantunya yang ia percaya selama ini untuk menjaga kaniya. selama tidak ada pengasuh sinta lah yang dipercaya untuk menjaga kaniya. setelah lelaki itu menyelesaikan aktivitasnya ,ia pun turun untuk makan malam. ia masih mendengar baby kaniya berceloteh dengan perempuan itu. lelaki itu hendak menghampiri tapi ia urungkan, karena cacing di perutnya sudah meronta minta makan. akhirnya ia turun untuk makan malam.


setelah selesai makan malam ia hendak naik menuju kamar putri semata wayangnya. ketika kakinya hendak menaiki anak tangga pertama ia melihat sinta dan bi lina sedang merapikan meja makan. lelaki itu nampak kebingungan, bukankah tadi sinta di dalam kamar putrinya. aa mungkin kaniya sudah tidur pikir lelaki itu.


Daniel melanjutkan langkahnya menuju lantai atas,sesampainya di atas ia masih mendengar celotehan putrinya ia makin bingung,bukankah sinta di bawah bersama bi lina, lalu siapa yang sedang bersama putrinya..? tidak mungkin itu pembantunya yang lain karena ia hanya membolehkan sinta dan bi lina saja yang mengasuh kaniya selama ini, hingga ia berjalan cepat ke kamar kaniya memastikan siapa yang sedang bersama putri kesayanganya.


ceklek


pintu kamar terbuka menapilkan sosok perempuan berambut pirang dan panjang yang kini tengah menoleh ke arahnya. manik matanya bertemu dengan manik mata perempuan itu. mereka saling menatap sejenak sebelum suara baby kaniya membuyarkan tatapan keduanya.


"kamu siapa? kenapa di kamar putriku? " tanya Daniel yang berjalan mendekati via dan kaniya. lelaki itu menggendong kaniya yang tengah berbaring di kasur queen milik putrinya. sedangkan via yang mulanya duduk berjongkok di bawah dengan lutut sebagai tumpuan dan tangan berada di atas tasur memegang mainan kaniya kini tengah berdiri.


"saya via, pengasuh baru kaniya tuan. " ucap via ramah sambil menundukkan kepala.


"pengasuh? " lelaki itu terlihat bingung.


"aku tidak menyewa pengasuh, siapa yang megirimmu kesini? " kembali lelaki itu bertanya dengan tatapan yang tajam setajam silet. hehehe


via yang di tatap seperti itupun menjadi takut. dan menautkan kedua tangan meremas jari jemarinya.


"sa-"

__ADS_1


saat hendak menjawab pertanyaan mejikannya itu tiba-tiba di hentikan oleh dering ponsel milik.


"hallo, ma. "


"......."


lelaki itu terlihat mengernyitkan dahinya mendengar pembicaraan seseorang diseberang sana. hingga ia pun mengiyakan orang itu.


setelah panggilan selesai pria itu kembali menatap via,sontak viapun menundukkan kepalanya.


ekhem


"saya harap kamu bekerja dengan baik. "ucap lelaki tersebut. kemudian menaruh kaniya ke dalam box bayi.


"baik tuan saya akan berusaha. " ucap via lega.


ia pun menghela nafas.


"via tuan, alvia pranisti. " jawab via sambil tersenyum. lelaki itu hanya diam menatap manik mata via.


"Tuan, tuan. " panggil via. sontak membuyarkan lamunan lelaki itu.


ekhem


Daniel berdehem dan sedikit salah tingkah. kenapa jadi salah tingkah..??


akhirnya Daniel memutuskan untuk keluar dari kamar putrinya.


via memiringkan kepalanya terlihat bingung melihat ekpresi Daniel barusan. ia berfikir,ia membuat kesalahan.


Daniel menuju ruangan di pojok lantai dua itu.ia duduk di kursi besarnya,menyenderkan punggungnya di senderan kursi dan mengelus dagunya dengan jari telunjuk dan ibu jari. sedangkan tangan satunya berada di atas pembatas kursi tersebut. ia seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


sesuatu yang mengusik pikiran dan membuat jantungnya bereaksi aneh seperti saat bertemu dengan kekasih hatinya dulu.


ini kali pertama sejak istrinya meninggal, Daniel merasakan debaran aneh itu lagi.


ia terbayang ketika pertama kali via menatapnya dan juga ketika via tersenyum, itu sungguh manis.


Tidak, tidak. Daniel menggeleng menyadarkan diri dari lamunan anehnya. ia kemudian memencet tombol telp dan menyuruh sesorang untuk mengantarkan kopi. setalah itu ia menyalakan laptop dan mulai berkutat dengan pekerjaan yang belum selesai.


••••••••••••


seorang gadis yang berpakaian serba ketat dengan sedikit menonjolkan buah dadanya itu membawa nampan berisi kopi.ia berjalan menuju ruang kerja majikannya. dia meletakkan kopi yang ia bawa di meja Daniel sambil membungkukkan badannya hingga terlihat sebagian buah dada gadis itu. Namun Daniel tidak merespon sinta yang mencoba menggodanya ia tetap fokus pada pekerjaan.


Sinta masih berdiri di samping meja Daniel,berharap sesuatu terjadi malam ini.


"kenapa masih di sini?" tanya Daniel cuek tanpa melihat sinta.


"mungkin ada sesuatu yang tuan butuhkan lagi. " jawab sinta


"tidak ada, cepat keluar. " ucap Daniel tegas.


akhirnya sinta meninggalkan ruangan Daniel dengan kesal.


sesampainya di luar ia menghentakkan kakinya dan menuju dapur.


🍀🍀🍀🍀


Daniel Arta Lubis



Alvia Pranisti

__ADS_1



__ADS_2