Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 15


__ADS_3

Maaf karena masih banyak kekurangan dan ketypoan. terimakasih untuk yang sudah like dan vote semoga kalian terhibur dengan cerita saya...




Seorang lelaki yang membawa beberapa buku dan laptop berjalan di lorong kampus menuju ruang kelas via saat ini. Entah mengapa ia begitu bersemangat ketika mengajar di kelas via.


Beberapa mahasiswa menyapa Dosen ganteng tersebut dengan ramah dan tersenyum. Mereka akan berjingkrak ria jika ivan memberikan senyuman balik kepada mereka yang menyapa. Pesona ivan memang tak kalah dengan Daniel. Pria itu sangat ramah dengan para mahasiswa di kampus maupun dengan para dosen lainnya.


Ivan memasuki ruang kelas yang sudah di penuhi para mahasiswa jurusan bisnis manajemen tersebut, termasuk para mahasiswa perempuan yang tidak akan pernah absen untuk kelas dosen ganteng itu.



"selamat pagi semua. " ucap ivan seraya meletakkan buku yang ia bawa di meja.



"pagi pak. " ucap mahasiswa serentak.



Sebelum memulai pelajaran ivan sempat memandang gadis yang saat ini membuatnya begitu bersemangat.



kenapa dengan via...?


biasanya dia semangat sekali.


batin ivan.



ivan pun memulai kelas, ia tetap profesional meskipun pikirannya saat ini tengah memikirkan via. Sesekali ivan menatap ke tempat via dan nina duduk saat ini, ia melihat via menguap beberapa kali.



Setelah 40 menit berlalu ivan mengakhiri kelasnya. Ia menyuruh via mengumpulkan tugas seluruh mahasiswa di kelas dan membawa ke ruangannya. Hal itu membuat Regina kesal.



*Lagi\-lagi gadis miskin itu. huh, aku yakin dia menggoda pak ivan. makanya pak ivan selalu menyuruh ke ruangannya. dasar jalang*.


batin Regina menatap via dengan sinis.



Via mengetuk pintu ruangan ivan, gadis itu masuk ketika suara dari dalam menyuruhnya untuk masuk. Via meletakkan tugas yang ia kumpulkan di meja ivan.


Sedangkan ivan menatap via dengan intens.


Via yang tersadar di tatap pun balik menatap ivan sesaat kemudian menatap dirinya sendiri, memerikas apakah ada yang aneh pada dirinya..?



"apa ada yang aneh denganku..? " tanya via.



"kamu aneh sekali hari ini, kenapa kamu..??


kurang tidur..? " tanya ivan.



"hehe maaf pak. " ucap via seraya tersenyum kuda.



"kamu istirahat saja di sini, sebelum kelas selanjutnya di mulai" ucap ivan.



"nggak usah pak, Nina sedang nungguin saya di perpustakaan." ucap via. Ia tak mau jadi bahan fitnah lagi oleh Regina.



"memangnya kamu semalem ngapain saja sampai begadang?? "ucap ivan.



"hehe biasa pak nonton drama korea. " ucap via berbohong.



Ivan menggeleng\-gelengkan kepalanya melihat via.



"nanti aku antar kamu pulang kalau gitu. "



"nggak usah pak, saya pulang bareng nina. "



"kenapa kamu selalu menolak sih via, bukankah kita sudah berteman. nggak usah sungkan sama aku. "ucap ivan.



"iya tapi pak, emm.. " via mencari alasan yang tepat, ia tak mau merepotkan ivan dan lagi ia takut di sebut sebagai pelakor. pikirnya ivan sudah mempunyai anak dan istri jadi ia tak mau terlalu dekat dengan ivan.



"bapak nggak takut sama istri bapak..?" via melanjutkan ucapannya.



Ivan mengernyitkan dahinya dan terkekeh mendengar ucapan via.



"aku belum punya istri via, aku belum menikah. " ucap ivan


__ADS_1


Via mengernyitkan dahinya,ia bingung.



*belum punya istri..? trus kemarin yang di gendong bukankah itu putrinya*. *apakah dia seorang duda..? tapi kenapa dia bilang dia belum menikah..? kenapa dia tidak menyebut dirinya orang tua tunggal atau single parent*..??


batin via.



" bapak single parent..? " ucap via sedikit ragu.



Sedangkan ivan hanya tersenyum mendengar pertanyaan via.



"baiklah, kita bicarakan ini lagi lain waktu" ucap ivan seraya menyenderkan punggungnya di sendaran kursi.



"kamu boleh keluar " ucap ivan seraya tersenyum.



Via semakin bingung, apa maksud dosennya ini. Via masih berdiri mematung di depan meja ivan masih menatap ivan.



"apa kamu mau istirahat saja di sini...? " ucap ivan yang masih melihat via belum beranjak pergi.



"ekh enggak pak, saya permisi. " ucap via kemudian berlalu pergi dari ruangan ivan.



Ivan lagi\-lagi tersenyum melihat via keluar ruangannya. namun senyum yang sulit di artikan, ada sedikit keprihatinan dalam senyumnya.





Via duduk seorang diri di depan kampus seraya memainkan ponsel miliknya, ia tengah menunggu taxi online yang beberapa saat lalu ia pesan.


Sebuah mobil sedan berwarna hitam yang sudah tak asing lagi berhenti tepat di depannya.



"tuan. " ucap Via ketika kaca mobil di pintu penumpang bagian belakang terbuka.


Daniel membuka kaca mata hitamnya kemudian menatap via. Lelaki itu baru saja menemui client nya di sebuah restaurant dekat kampus via. Dan saat ia ingin kembali ke kantor ia melihat via duduk seorang diri di depan kampus. Alhasil iapun menghampiri via dengan senang hati.



"masuklah. " ucap Daniel.




"kau bisa batalkan taxi itu kan..? . " ucap daniel.



Dengan terpaksa via mengiyakan perintah tuannya dan masuk ke mobil tersebut. Via duduk di sebelah Daniel di jok belakang sedangkan Martin yang mengemudikan mobil.


Mobil Daniel melaju meninggalkan kampus dan membelah jalan raya.



Seorang gadis dengan senyuman sinis menatap kepergian mobil Daniel.



*Ternyata bukan pak ivan saja yang kau goda. tapi kau juga simpanan om om.


huh, dasar jalang*.


gumam Regina.





Via hanya menatap ke luar jendela mobil yang ia tumpangi. Ia sangat tak suka dengan situasi seperti ini. semenjak Daniel menciumnya dengan mendadak waktu itu ia merasa harus waspada saja dengan pria di sebelahnya ini, apalagi Daniel bersikap lebih aneh dari sebelumnya.



"apa kau sudah makan..? " ucap daniel membuyarkan lamunan via.



"sudah tuan. " ucap via menatap daniel.



Lelaki itu hanya mengangguk dan keheningan kembali menyelimuti, hingga mobil yang mereka tumpangi telah sampai di halaman rumah mewah Daniel.


Sinta yang melihat mobil daniel memasuki halaman rumah tersenyum senang. Gadis itu tengah menjaga kaniya karena bi lina sedang sibuk di dapur. Ia akan menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan simpati dari Daniel. Namun senyumannya luntur ketika ia melihat Daniel turun dari mobil di ikuti dengan via yang juga turun dari mobil tersebut. Lagi\-lagi via telah menghancurkan rencananya. Gadis itu menggeram kesal.



Kaniya yang berada di gendongan sinta berceloteh ria melihat kedatangan Daniel dan via seperti seorang anak yang menunggu kedatangan kedua orang tuanya.



"Hallo baby. " ucap Daniel seraya mentowel hidung kecil kaniya. Daniel tidak mencium kening kaniya padahal biasanya lelaki itu selalu mencium kening putrinya jika via yang menggendong, bahkan daniel sering menghampiri kaniya dan mengajaknya bermain\-main saat di gendong via. istilahnya kalau author bilang sih di kudhang.xixixi



Daniel melenggang masuk menuju kamarnya sedang kan via menghampiri Kaniya dan Sinta.

__ADS_1



"hi sayang, senengnya... kaniya lagi main apa..? " ucap via seraya mendekatkan wajahnya ke wajah kaniya.



"nggak usah pura2 baik deh, dasar penggoda. " ucap sinta dengan sinis dan kesal.



Via diam dan kemudian mengangkat kepalanya menatap sinta.



"apa maksud kamu..? " ucap via tegas. Via bukan gadis penakut yang jika dia di hina ia akan diam saja. Tapi ia lebih baik diam daripada menanggapi hal yang tidak penting. Ia akan bertindak jika orang yang menyakitinya berbuat lebih.



"huh, pake tanya lagi. kau ngapain pulang bareng tuan Daniel sampai duduk bersebelahan di dalam mobil segala. " ucap sinta.



"tuan daniel tidak akan pernah mau duduk bersebelahan dengan sembarang orang, apalagi yang pangkatnya lebih rendah dari dia. " lagi\-lagi sinta menimpali ucapannya.



Via masih diam saja tak bergeming, ia masih setia mendengar celotehan sinta seraya menatap gadis itu dengan malas.



"pasti kau yang menggoda tuan daniel terlebih dulu dan memaksa ikut dengannya. " ucap sinta lagi.



Via menghela nafas seraya menggelengkan kepala menatap sinta.



*orang ini benar\-benar aneh*.


batin via.



"Kalau aku menggoda tuan daniel memangnya kenapa..? " ucap via.



"itu urusanku bukan urusan kamu. " ucap via kembali kemudian melenggang pergi menuju kamarnya.


Namun ia berbalik lagi karena kaniya menangis, yaa bayi kecil itu akan menangis jika ia melihat via namun tidak menggendongnya. kaniya sudah sangat lengket dengan via.



Viapun mengambil alih kaniya dari gendongan sinta sebelum melenggang pergi meninggalkan sinta yang sedang kesal.



Daniel yang melihat perdebatan kecil itupun tersenyum sebelum kembali melangkah menuju kamarnya. Ia semakin mengagumi gadis yang saat ini menjadi pengasuh putrinya tersebut.




Via meletakkan kaniya ke dalam box bayi, kemudian ia menyalakan mainan yang berada di atas box tersebut sebelum ia ke kamarnya sendiri untuk menaruh tas dan berganti pakaian yang lebih santai.



*ceklek*


Pintu kamar kaniya terbuka menampilkan sosok Daniel yang menghampiri via dengan membawa paper bag dan sebuah kotak.



"apa kaniya tidur..? " ucap Daniel.



"belum tuan." ucap via.



Hening sejenak, hanya suara mainan dan celotehan kaniya yang tetdengar.



"bersiaplah untuk nanti malam dan pakai ini. " ucap daniel seraya memberikan paper bag dan kotak yang ia pegang.



Via menatap kotak dan paper bag tersebut kemudian menatap daniel.



"ini apa tuan..? dan bersiap untuk apa..? " tanya via.



Daniel tersenyum.



"kamu ambil saja dan kamu pakai nanti malam. " ucap daniel,sebelum ia menggendong kaniya dan membawanya


keluar kamar.



Via mengambil kotak dan paperbag yang berada di tangan daniel.



*apa sih ini*...??


gumam via.


__ADS_1


🍀🍀🍀🍀


__ADS_2