Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 13


__ADS_3

"makanlah. "


ucap daniel sembari memberikan kantong berisikan hamburger dan satu cup minuman soda.


Awalnya daniel mengajak via untuk makan di sebuah restoran chinese food, tapi gadis itu menolak pasalnya kaniya sedang tertidur. Via tak tega membangunkan bayi imut tersebut. Dan akhirnya daniel membelikan via hamburger dan satu cup minuman soda.


"terimakasih,tuan." ucap via seraya menerima kantong tersebut tak lupa dirinya tersenyum kuda.


"tuan tidak makan?" ucap via menghentikan tangannya yang membuka kantong berisikan hamburger tersebut dan menatap Daniel.


"aku tidak lapar, kamu saja makanlah. " ucap daniel seraya melajukan mobilnya membelah jalan raya.


Via menggigit hamburger yang ia pegang, rasanya sangat lega. ia sudah sangat kelaparan sejak berada di butik tadi. tapi ia tahan karena sangat tidak mungkin mengajak majikannya makan.Bisa jadi ia yang di telan hidup-hidup oleh Daniel. Memikirkan hal itu saja sudah membuatnya bergidik ngeri.


Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali ia melirik gadis yang berada di sebelahnya.


kenapa dia begitu imut bahkan saat makan.


batin daniel seraya tersenyum kecil.


"apa kamu bisa makan dengan benar..? " ucap daniel menatap via.


via pun menoleh dan tak mengerti apa yang di katakan daniel.


"itu ada saus disini. " ucap daniel seraya menunjuk sudut bibirnya sendiri. Via mengelap saus yang berada di sudut bibirnya sebelah kanan dengan ibu jari padahalkan di sebelah kiri via. ya ampun author geleng2 kepala.


"di sebelah kiri. " ucap daniel lagi. via mengelap lagi sudut bibirnya sebelah kiri dengan ibu jari, tapi malah membuat saus itu belepotan sampai ke bawah bibir via. Daniel merasa gemas sekali dengan gadis ini.


Akhirnya daniel menepikan mobilnya.ia mendekat ke arah via hingga sangat dekat sekali membuat jantung via seakan mau lepas dari tempatnya. Manik mata Daniel menatap manik mata via, astaga apa yang akan di lakukan Daniel. Gadis itu hanya bisa mematung, via memajamkan kedua matanya ketika wajah daniel hanya berjarak beberapa centi saja dari wajahnya. Jantungnya semakin berdetak tak beraturan.


Daniel tersenyum, ia sangat senang melihat via gugup seperti ini. Ia menatap bibir via yang di katupkan rapat dengan kedua mata yang tertutup. Ibu jari daniel mengelus sudut bibir via yang terdapat noda saus bahkan sampai memanjang ke bawah bibir. oh God bibir via terasa sangat lembut di pegang, rasanya ingin sekali pria itu melumat bibir ranum via. merasakan manisnya benda kenyal yang ada di depannya saat ini. Namun ia segera menepiskan pikirannya itu,kemudian kembali duduk dengan benar ke tempatnya semula.


tunggu saatnya tiba,maka aku akan melahapmu hingga habis.


batin daniel seraya tersenyum.


Via membuka matanya perlahan ketika ia merasakan mobil yang ia tumpangi mulai berjalan. ia melihat Daniel fokus menatap ke depan tanpa sepatah katapun.


astaga apa yang aku pikirkan.


batin via.


Ia meraskan wajahnya terasa panas dan mulai memerah. Ia sangat malu sekali saat ini, jika bisa ia ingin sekali menghilang dari situasi yang canggung ini sekarang juga.


Belum lama Daniel melajukan mobilnya kini ia kembali menepikan mobilnya.


persetan dengan waktu...

__ADS_1


batin daniel.


Ia melepas sabuk pengamannya dan dengan cepat meraih tengkuk via,mendekatkan wajahnya ke wajah via dan menempelkan bibirnya ke bibir ranum gadis itu.


Via terkejut dengan perlakuan daniel saat ini, kedua matanya membelalak sempurna, ia hanya mematung. Ya ampun ciuman pertamanya di ambil oleh majikannya. astaga jantung via kembali berdetak tak beraturan.


Daniel melumat dan mencecap bibir pengasuh putrinya tersebut. Rasanya sungguh manis ia menggigit bibir bawah via mencoba membukanya untuk bisa mengeksplor bagian dalam bibir via namun gadis itu mengatupkan bibirnya kuat-kuat seraya memejamkan kedua mata.Via mendorong tubuh Daniel, namun itu sia-sia karena tenaganya tak cukup kuat untuk mendorong tubuh kekar daniel. Via berharap ini akan segera berakhir karena ia sedang menahan nafas saat ini.


Daniel menghentikan aktivitasnya ketika mendengar rengekkan dari Kaniya yang sedang tertidur di car seat. Ia melepaskan tengkuk via dan kembali ke posisinya semula. Sedangkan via, gadis itu sedang mengatur nafasnya yang hampir habis sebelum menepuk-nepuk kaniya agar kembali tidur.


Daniel melajukan mobilnya tanpa sepatah katapun. Hanya keheningan yang tercipta di dalam mobil tersebut.


Gadis itu masih sangat terkejut dengan kejadian yang baru saja ia alami. kenapa tuannya mencium dirinya secara tiba-tiba. Apakah dia orang yang mesum?? Apakah dia seorang predator sex...??


Begitu banyak pikiran yang berada di benak via hingga ia tak sadar bahwa mobil yang ia tumpangi sudah berada di halaman rumah mewah milik majikannya.


"apa kau tidak akan turun. " ucap daniel membuyarkan lamunan via.


"ekh, iya tuan. " ucap via bergegas turun dari mobil. Gadis itu berjalan masuk ke dalam rumah dan melupakan kaniya yang masih tertidur di mobil. Pandangannya seakan kosong,ia masih tak percaya kalau tuannya menciumnya.


Sedangkan Daniel hanya tersenyum memperhatikan via dari dalam mobil. kemudian ia turun dan menggendong kaniya yang tertidur di car seat.


Ratih yang sedang duduk di sofa ruang tamu seraya membaca majalah melihat via dengan mengernyitkan dahi.


"via, dimana kaniya?" tanya Ratih. namun gadis itu tak merespon. Via tak sadar jika di ruang tamu ada Ratih yang sedang membaca majalah dan menyapanya.ia terus berjalan menuju lantai atas dengan pandangan kosong.


Ratih semakin bingung.


belum selesai ratih memanggil nama via namun ia sudah terlebih dulu melihat daniel masuk sambil menggendong kaniya yang masih tertidur.


"Daniel ada apa dengan via. " Tanya Ratih kepada Daniel.


Lelaki itu hanya menggidikkan bahu seraya melangkahkan kakinya menuju kamar kaniya di lantai atas.


ada apa dengan mereka berdua.


gumam ratih dalam hati.



Via duduk di tepian kasur,gadis itu memegangi bibirnya, ia masih merasakan bekas lumatan bibir Daniel. Ia tak bisa memungkiri bahwa Daniel memiliki pesona yang luar biasa,tubuhnya yang tinggi dan berotot serta bulu-bulu halus yang berada di sekitaran pipi dan janggut membuat lelaki itu semakin menawan. Gadis itu menyadarkan pikirannya,ia menggeleng-gelengkan kepala.


apa sih yang aku pikirkan.


Gumam via.


ia berdiri dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka namun belum sempat ia membuka pintu kamar mandi tiba-tiba ia teringat kaniya masih di dalam mobil.

__ADS_1


astaga kaniya.


ucap via.


Dengan cepat via berlari keluar kamar ia panik. bagaimana bisa ia melupakan kaniya dasar bodoh.


Daniel yang baru saja keluar dari kamar kaniya tersenyum puas melihat via berlarian menuruni tangga, ia sudah bisa menebak via pasti baru teringat dengan kaniya. Lelaki itu semakin menyunggingkan senyumannya kemudian masuk ke kamarnya sendiri yang berada di depan kamar kaniya.


"via kamu sedang cari apa. " tanya ratih kepada via yang saat ini tengah mengintip mobil daniel.


"Kaniya nyonya besar, tadi dia tertidur tapi saya lupa menggendongnya masuk. " ucap via yang masih panik.


Ratih menggelengkan kepalanya, ternyata gadis ini sedang melamun sejak tadi. pantas saja dia tidak merespon pertanyaannya karena ia tidak mendengar.


Ratih menghela nafas.


"Kaniya sudah di bawa masuk sama Daniel,via." ucap ratih.


oh iya ya, kenapa aku tidak memikirkan hal itu. dasar via..!! bodoh banget sih kamu.


gumam via dalam hati.


"maaf nyonya besar atas keteledoran saya. " ucap via penuh penyesalan.


"iya, ya sudah kamu masuk gih. lihat dulu keadaan kaniya. " ucap ratih.


"baik nyonya. "


Daniel yang saat ini merebahkan diri di kasur king size nya terus saja tersenyum mengingat tingkah via. Gadis itu benar-benar membuatnya seperti orang gila.


Sepertinya ia punya hobby baru sekarang.



Daniel menuruni tangga menuju meja makan, ia melihat via tengah membantu bi lina menyiapkan makan malam. Via menata lauk di atas piring kemudian menaruhnya di meja makan. Namun tiba-tiba Daniel mengambil satu nugget di piring yang baru saja via taruh bahkan tangan via masih memagang piring tersebut.


Via terkejut dan menoleh ke arah Daniel, dan lelaki di depannya kini tengah tersenyum ke arahnya.Tangan keduanya masih sama-sama terukur ke meja, bedanya via memegang piring dan Daniel memegang nugget. xixixi


Seketika via mundur menjauh dari Daniel. Ada apa dengan tuannya hari ini..?? kenapa dia selalu membuat gadis itu terkejut dengan sikapnya..? itu yang ada di fikiran via.


Lagi-lagi via harus spot jantung karena tingkah tuannya.


Daniel tersenyum seraya melenggang pergi menuju ruang tengah. Lelaki itu duduk di sofa dan memakan nuggetnya sambil terus tersenyum. Via yang melihat daniel tak habis pikir, via berfikir sepertinya ia harus lebih waspada jika berada di dekat Daniel.


Tak jauh dari sana Ratih memperhatikan Daniel dan via. Wanita paruh baya tersebut tersenyum. ia memang ingin menjadikan via sebagai menantunya juga ibu untuk kaniya. Ia sudah tertarik dengan via ketika niko menceritakan masa lalu via dan kegigihannya dalam meraih impiannya. Dan sepertinya ia tak perlu berusaha keras untuk mendekatkan Daniel dengan via karena ia tahu daniel pasti menyukai via.


Namun seorang gadis yang kini tengah berada di dapur mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia benar-benar sudah muak dengan via. Baru beberapa hari disini via sudah bisa membuat daniel bersikap manis padanya. Sedangkan dia yang sudah berusaha mendekati dan merayu Daniel sekalipun tak pernah mendapatkan senyuman dari lelaki pujaannya tersebut.

__ADS_1


aku akan benar-benar membuatmu menyesal jalang.


gumam sinta.


__ADS_2