
sore harinya via tengah bersiap-siap di kamar kosnya, karena niko mengajaknya pergi ke tempat via akan bekerja. via memasukkan beberapa baju ke dalam tas tenteng yang berukuran sedang, karena kata niko ia akan tinggal di sana. via tak membawa banyak baju karena mungkin ia akan kembali lagi ke sini pikirnya. seharusnya via bersyukur tak perlu lagi susah2 bayar kos,jadi dia bisa menyimpan uang sewa kosnya. via tersenyum mimikirkan hal itu.
setelah selesai berkemas via pergi ke kamar mandi untuk memersihkan diri. dan tak lama setelah itu niko sudah datang menunggunya di mobil.
niko melihat via keluar dengan membawa tas tenteng dan ransel di punggungnya.kemudian ia keluar menghampiri via dan mengambil tas tenteng yang di bawa via begitu saja.
niko masukkan tas ke bagasi mobil begitu juga dengan ransel milik via. niko memang dekat dengan via karena ia sudah bersahat dengan Nina sejak smp. dan juga niko memang sangat perhatian dengan via maupun nina ya walaupun sering bertengkar dengan adiknya tapi ia sangat menyayangi nina.
"kenapa cuman segini barangnya. " tanya riko yang memasukkan tas tenteng itu ke bagasi.
"iya kak segitu aja dulu, nanti baru ambil lagi kalau memang butuh. " balas via dengan tersenyum hingga menampilkan deretan gigi putih yang rapi.
niko hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. kemudian mereka berdua memasuki mobil dan meninggalkan kamar kos via.
__ADS_1
via nemperhatikan kamar kosnya dari balik jendela mobil ia pasti akan rindu kamar yang sudah ia tempati beberapa tahun itu. niko melajukan mobilnya membalah jalan raya yang padat karena waktu sore hari banyak pekerja pulang kerumah masing-masing.
sekitar satu jam perjalanan mereka sampai di rumah mewah bergaya klasik modern. pak satpam membukakan pintu gerbang ketika mobil niko masuk, tak lupa niko menyapa kedua satpam tersebut dengan ramah dan terlihat akrab. sepertinya satpam disini sudah sangat mengenal kak niko. itu yang ada di fikiran via saat ini.
via dan niko turun dari mobil, niko berjalan menuju rumah besar bak istana itu di ikuti via di belakangnya. setelah memencet bel akhirnya pintu terbuka dan terlihatlah seorang wanita paruh baya. wanita itu adalah bi lina pembantu di rumah tersebut. bi lina menyuruh mereka masuk dan duduk. niko menjelaskan kepada bi lina kalau via adalah pengasuh baru di rumah ini dan setelah menjelaskan itu akhirnya niko pulang dan berpamitan kepada via.
via hanya mengangguk dan mengiyakan perkataan niko.
Bi lina mengajak via ke kamar baby yang akan di asuh nya di lantai dua. sesampainya di lantai dua ada beberapa ruangan yang entah ruangan apa via juga belum tau, ia hanya mengikuti bi lina di belakang hingga sampai di depan pintu yang bertuliskan Kaniya di pintu ruangan tersebut. bi lani membuka pintu mengajak via masuk ke dalam kamar baby kaniya yang didominasi warna pink itu.
Di dalam box itu baby kaniya sedang terlelap tidur, via menyunggingkan senyumnya melihat kaniya yang tidur dengan mulut yang seperti sedang minum susu dari dot. kemudian bi lina mengajak via ke kamar sebelah untuk ia tempati. ruangan kamar via cukup besar di bandingkan dengan kamar kos miliknya dan ada kamar mandi didalam juga. tak lupa beberapa nakas dan satu buah lemari besar yang ada di samping tempat tidur. ada juga satu buah sofa di samping jendela dengan meja di depan sofa tersebut.
"loh bi, saya kok di sini bukan di bawah ikut dengan bibi?" tanya via. ia bingung kenapa ia di kasih kamar atas bukanya seharusnya dia satu kamar dengan bi lina atau paling tidak di kamar para pembantu lainnya. ini terlalu mewah untuknya yang hanya bekerja sebagai pengasuh.
__ADS_1
bi lina tersenyum mendengar pertanyaan via.
"nona tidur disini, agar dekat dengan non kaniya. jadi jika tengah malam non kaniya bangun dan menangis nona tak perlu naik turun. " jawab bi lina.
via menganggukan kepalanya.
akhirnya bi lina meninggalkan via sendiri di kamar barunya. via menghela nafas, menyemangati dirinya sendiri. dia harus betah disini,demi mewujudkan impian dan janjinya kepada mendiang ibu dan ayahnya.
via menata baju2nya ke lemari yang ada di kamar tersebut sebelum turun dan membanti bi lina menyiapkan makan malam.
Di dalam rumah besar tersebut ada empat pembantu dan satu tukang kebun dan juga dua satpam yg berjaga di depan. bi lina bertugas di dapur, mengurus segala kebutuhan dapur dan tiga lainya bertugas bersih2.
bi lina mengenalkan via ke mereka dan di sambut baik oleh mereka tapi satu yang kelihatan tak suka kepadanya. tapi itu tak di ambil pusing oleh via.
__ADS_1
setelah selesai membantu menyiapkan makan malam via kembali ke atas untuk melihat kaniya, dia melihat kaniya masih tertidur dengan lelap padahal jam sudah menunjukan pukul 18.45.
akhirnya via kembali ke kamarnya.