Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 30


__ADS_3

Daniel Pov


Aku tahu mungkin ini terlalu cepat untukku. Akupun juga tak tahu kenapa bisa secepat ini aku tertarik dengan seorang wanita, setelah kepergian istriku yang sangat aku cintai,tujuh bulan yang lalu.


Aku mencoba menahan diriku, tapi semakin kutahan perasaan itu semakin tumbuh hingga seperti yang kurasakan saat ini.


Aku tak tahu aku salah atau tidak dengan keputusanku ini. Yang aku tahu aku nyaman berada didekatnya. Sikap ramahnya kepada orang-orang disekitar dia dan lemah lembutnya ketika bersama Kaniya, putriku. Membuatku semakin mengagumi Via.


Banyak wanita yang mendekatiku sebelumnya, tapi aku sama sekali tak tertarik dengan mereka. Malah terkadang aku merasa jijik dengan wanita-wanita itu yang seperti penggoda.


Tapi semenjak gadis itu masuk kedalam rumah yang kutinggali dulu bersama mendiang istriku, sejak itu juga aku merasakan sesuatu yang dulu pernah kurasakan ketika bersama Jasmine, istriku.


Gadis itu sangat sederhana, walaupun penampilannya sedikit kekinian. Ya, karena mungkin warna rambutnya yang pirang. Aku tak memperdulikan itu, aku juga tak memperdulikan statusnya. Karena aku yakin dengan pilihanku. Aku semakin senang ketika papa dan mama ternyata sependapat denganku. Mereka juga sangat menyukai gadis yang saat ini mengisi hatiku yang belum lama kosong. Bahkan papa menyuruhku untuk segera menikahinya dalam waktu dekat. Akupun mulai menyusun rencana untuk mengikatnya segera, karena aku juga tidak menyukai dia terlalu dekat dengan laki-laki lain,apalagi dengan dosennya yang sok keren itu.


Dan disinilah aku dan dia saat ini, didalam mobil yang akan membawaku dan Via kerumah utama keluarga Lubis. Aku mengajaknya kesana karena aku ingin memperkenalkan gadis disebelahku ini sebagai calon istriku. Aku tidak peduli bagaimana reaksinya nanti, bahkan aku sangat menanti keterkejutannya. Pasti akan sangat lucu sekali,pikirku.


Author POV


"Kalian sudah datang. " Ucap Ratih menyambut Daniel dan Via juga Kaniya yang berada di gendongan Via.


Sebelumnya Ratih sudah diberitahu oleh Daniel,bahwa ia akan datang untuk membicarakan sesuatu.


"Selamat malam nyonya. " Ucap Via ramah.


"Malam Via. "Jawab ratih seraya tersenyum. Kemudian ia mengambil Kaniya dari gendongan Via.


"Nduuu cucu nenek." Ratih mengudang cucu semata wayangnya.


"Dimana papa ma..? " ucap Daniel.


"Dia masih mandi, sebentar lagi juga pasti selesai." Jawab Ratih.


"Kalian sudah datang.. " Ucap David dari arah belakang.


"iya pa. " Ucap Daniel.


"Selamat malam tuan besar. " Via pun juga menyapa David dengan ramah.

__ADS_1


"Malam Via. " David tersenyum menjawab via.


"Ya sudah, ayo kita makan dulu. Semuanya udah siap. " Ajak Ratih.


Mereka pun menuju meja makan dan mulai makan malam dengan sesekali membicarakan sesuatu.


Via meletakkan teh dan cookies yang ia bawa dari dapur ke ruang keluarga. Tiba-tiba saja Daniel menarik tangan Via untuk duduk di sebelahnya, ketika ia hendak mengembalikan nampan kedapur.


"Duduk sini dulu Vi." ucap Daniel.


"ada apa tuan..? " Tanya gadis itu bingung, pun dengan Ratih dan David.


"apa sih Dan, kamu narik-narik Via begitu. " Ucap Ratih.


"Jadi gini pa,ma. Aku mau menikahi Via. "


Bagai tersambar petir Via mendengar ucapan Daniel. Gadis itu membelalakkan kedua matanya, belum bisa mencerna dengan baik apa yang baru saja ia dengar.


"Jadi kalian sudah jadian..?? " Ucap Ratih bersemengat.


Daniel menggenggam tangan Via, namun gadis itu masih terdiam sembari menatap Daniel juga tangannya yang di genggam oleh Daniel.


"Kamu serius Dan..?? " Ucap David, ia masih tak percaya dengan putranya itu.


"Papa masih belum percaya..? Ucap Daniel.


"Tidak, aku hanya memastikan" ucap David.


"Baguslah kalau begitu, semakin cepat semakin baik. Minggu depan kalian akan menikah. " Imbuhnya lagi.


Kembali Via dibuat terkejut dengan perkataan David. Gadis itu benar-benar tidak mengerti dengan situasi yang ia hadapi saat ini.


"baiklah,mama akan menyiapkan semuanya. " Ucap Ratih. Wanita paruh baya itu sangat senang dengan keputusan Daniel. Yang ia harapkan selama ini terkabul.


"Gimana Via..?? kamu setuju kan..? " Ucap Ratih.


"ekh, maaf nyonya saya permisi kebelakang sebentar." Gadis itu memberi kode kepada Daniel sebelum meninggalkan ruangan yang membuatnya sulit bernafas itu. Padahal ruangan itu cukup luas, tapi membuat paru-paru Via seakan sesak.

__ADS_1


Daniel hanya mengangkat bahunya menatap kedua orang tuanya yang nampak bingung, sebelum ia menyusul Via.


"Tuan, apa maksudnya semua ini?" Ucap Via ketika ia dan Daniel sudah berada di dapur.


"Via,tenang dulu. Aku bisa jelaskan. " Ucap Daniel.


"Tolong, tuan jangan main-main dengan kata pernikahan. Apalagi didepan tuan besar dan nyonya besar. " Ucap Via. Ia sungguh tak mengerti dengan apa yang di pikirkan majikannya ini.


"Aku tidak main-main Via, aku serius. Kamu inget kamu pernah bilang mau bantuin aku untuk berpura-pura menjadi istriku..?? " Jelas Daniel.


"Ya tapi tidak harus menikah juga tuan. " Ucap Via.


"Via, kamu tidak tahu Rose itu wanita seperti apa. Dia itu orang yang nekat dan dia akan mencari tahu semua kebenerannya sendiri. Jadi tolong kamu bantuin aku ya. " Ucap Daniel.


"Setidaknya kamu menyelamatkan Kaniya dari ancaman Rose yang akan menjadi ibu tirinya. Apa kamu tidak kasihan dengan Kaniya jika Dia mempunyai ibu tiri seperti Rose? " imbuhnya menjelaskan.


"Memangnya kenapa dengan Nona Rose..?? Dia kan perempuan yang cantik dan anggun. Dan aku yakin hatinya pun juga baik. " Ucap Via.


Ck


"Sudah kubilang, Rose itu bukan wanita sembarangan. Kamu tidak mengenal siapa dia sebenarnya. " Ucap daniel.


"Sudahlah tuan pokonya saya tidak mau terlibat dengan masalah tuan. Jadi tolong jangan bawa-bawa saya apalagi pernikahan segala. " Ucap Via.


"Via kumohon, apa yang harus kukatakan pada mama dan papa setelah ini. " Daniel memegang kedua sisi pundak Via.


"Itu urusan Tuan. " Jawab gadis itu seraya mengangkat bahunya.


"enam bulan, setelah enam bulan kita akan berpisah oke..? " ucap Daniel.


Via masih menatap Daniel tanpa sepatah katapun. Ia tak tahu apa yang harus ia katakan. Tuannya ini benar-benar kelewat batas. Segampang itukah dia berucap janji suci yang sakral dan setelahnya akan berpisah. Kalau saja ia tak ingat Kaniya ia tak akan sudi untuk membantu sandiwara konyol majikannya tersebut.


"Biaklah tapi kita buat kesepakatan." Ucap Via.


Daniel pun tersenyum sembari mengangguk ria. Tak apa baginya membuat kesepakatan dengan Via saat ini. Karena cinta akan datang jika sudah terbiasa. Selama enam bulan kesepakatannya dengan Via, ia akan membuat gadis itu tak mau kehilangan dirinya.


😎😎

__ADS_1


••••••••••••••


__ADS_2