
ting tong ting tong
Via memencet bel rumah Nina,tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan menampilkan seorang wanita paruh baya.
"selamat pagi bi yem. " tegur via ramah dengan senyuman manisnya.
"eh non via, masuk non. " ucap bi yem menyuruh via masuk.
"nona via pasti nyari non Nina ya?" timpal bi yem lagi sembari menutup pintu.
"hehe bibi tau aja. " ucap via.
"Non nina masih di kamarnya non. " ucap bi yem.
"ya udah bi aku langsung samperin aja ya keatas. "
via pun naik ke lantai 2 menuju kamar sahabatnya berada. sampai diatas dia mengetuk pintu kamar nina,tanpa basa basi langsung nyelonong masuk ke kamar gadis yang kini masih terbaring dengan lelapnya. via menggeleng-gelengkan kepalanya. ia tak habis pikir dengan kelakuan sahabatnya ini.
bisa2nya dia masih tidur padahal waktu sudah menunjukkan pukul 08.30.
"woy banguuuuun.." teriak via di dekat telinga nina.
nina mengerjapkan kedua matanya dan didapatinya via yang sudah berdiri di sampingnya dengan tangan yang bersedekap di dada. sontak nina pun duduk.
"via, lu kapan nyampenya dah..? " tanya nina yang masih bingung.
"ck, kamu tuh tidurnya kaya kebo aja. di teriakin kayak begitu tapi gak kaget juga, malah kagetan pas liat aku. " gerutu via kesal.
"hehe, habis kamu serem sih. " celetuk nina yang langsung mendapat toyoran di kepalanya dari via.
__ADS_1
"gimana, bilangnya mo bantuin aku cari kerja. malah jam segini baru bangun. buruan ayok mandi sana. "
"iya iya gw pasti bantuin lu tenang aja. bentar hp gw mana..?"
nina mencari-cari ponselnya yang entah berada dimana. kebiasaan nina kalau bangun tidur selalu mencari ponselnya.
setelah ketemu nina menghubungi seseorang yang bisa membantunya mencarikan kerja untuk via.
"hallo kak, gimana yang kakak bilang kemaren?" tanya nina kepada seseorang di seberang sana.
".........."
"iya"
"......."
"....."
"oke kak siap".
nina memutuskan sambungan telponnya begitu sudah selasai.
via hanya meandangi sahabatnya itu dengan mengernyitkan dahinya.
"udah,lu tenang aja. ntar siang ikut gw nemuin kak niko di cafe. " ucap nina santai kepada via.
"mo ngapain, bilangnya mau -"
belum sempat via melanjutkan ucapannya tapi sudah di potong dulu oleh nina.
__ADS_1
"udah deh, lu mau kerja nggak..? " tanya nina. via pun mengangguk.
"ya udah lu nurut aja sama gw. " nina turun dari kasurnya dan menuju kamar mandi untuk mandi.
•••••••
via dan nina kini sudah duduk manis di sebuah cafe yang tadi di sebutkan niko kakaknya nina. suasana cafe siang itu ramai karena jam makan siang. tak selang berapa lama Niko pun datang. pria bertubuh tinggi dan badan yang atletis itu sangat mempesona dengan stelan jas yang di pakainya hingga membuat para perempuan di cafe itu menatap niko dengan tatapan yang menggoda dan terpesona oleh sosok niko hendrawan yang kini sudah memasuki cafe menuju tempat dimana via dan nina duduk. niko memang selalu menjadi pusat perhatian khususnya bagi kaum hawa. bahkan mereka rela menyerahkan tubuh mereka secara cuma-cuma hanya untuk bisa tidur dengan niko. tapi niko tak sebejat itu,ia tetap menjadi pria sejati.ia tak mau menghabiskan masa lajangnya dengan hal2 seperti itu.
"hi,,, sudah lama ya. " sapa niko seraya mendudukkan dirinya di kursi depan via.
"enggak kok kak. " ucap via.
"enggak apanya, kita udah jamuran disini. " celetuk nina yang langsung mendapat toyoran dari kakak tercintanya.
nina hanya meringis kesakitan sambil memanyunkan bibirnya yang menggerutu tak jelas, via hanya senyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kakak beradik itu. mereka memang tak pernah akur, mereka selalu bertengkar. jikalaupun akur itu tak akan lama karena niko selalu menggoda adiknya yang menurutnya menggemaskan jika sedang marah.
mereka memesan makanan mereka masing-masing. sambil menunggu makanan mereka datang, mereka mulai membicarakan pekerjaan untuk via.
"eh tapi via,kamu bisa kan ngasuh anak?" tanya niko.
ya pekerjaan yang di tawarkan niko adalah jadi pengasuh anak atau baby sitter.yang benar saja...?? apa dia bisa..?? awalnya via sedikit terkejut. ngasuh anak..?? gak salah..??
tapi dia sangat butuh pekerjaan ini.akhirnya setelah berfikir dan menimang-nimang tawaran niko via mengiyakan tawaran itu.
"tapi kak kuliahku gimana kalok ngasuh anak kan harus full time kan?" tanya via memastikan, dia tak mau jika nanti di pecat gara2 masalah kuliahnya lagi.
"kamu tenang aja aku udah bilang kalok kamu kuliah, jadi kamu bisa nitip baby nya ke bibi yang di rumah selama kamu kuliah. " jelas niko
via nampak berfikir hingga dia menganggukkan kepalanya dan menyetujui perkataan niko. bagaimanapun pekerjaanya via sangat membutuhkannya,karena dia harus membayar sewa kamar kos nya yang minggu depan sudah jatuh tempo. yah setidaknya dia punya pekerjaan dan menghasilkan uang untuk melanjutkan sewa kamar kos nya daripada harus menganggur dan berakhir di kolong jembatan.
__ADS_1