Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 26


__ADS_3

"Sudah siap semua via?" ucap Ratih tersenyum.


"Sudah nyonya. " ucap via.


"ya sudah kamu duduk sini, kita makan sama-sama. " ucap Ratih seraya memundurkan kursi untuk Via duduk.


"nyonya tidak usah. saya makan di belakang saja dengan bibi. " ucap via,ia merasa tak enak hati.


"jangan menolak via. " ucap Ratih.


"sudah kamu harus duduk disini. " Ratih memaksa via untuk duduk.


Gadis itu pun dengan terpaksa duduk di kursi tersebut.


"Sebentar ya, aku mau ke kamar dulu ngambilin baju untuk tuan besar. " ucap Ratih.


"iya nyonya. " ucap Via.


Tuan besar..??


aku belum pernah melihat tuan besar dan sekarang aku harus makan satu meja dengannya. ya Tuhan cobaan apalagi ini..?


Gumam via dalam hati.


Pikiran gadis itu melayang, bagaimana jika tuan besar itu sama menakutkannya seperti Daniel. Aaa bukan, tapi lebih menakutkan daripada Daniel. Biasanya buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Dan via melihat sifat Ratih dan Daniel sangat jauh berbeda.Jadi ia menyimpulkan sifat Daniel menurun dari ayahnya. Gadis itu bergidik ngeri membayangkan jika harus satu meja dengan dua orang yang sama-sama menyebalkan.


Via hendak berdiri dari tempatnya duduk, ia tidak mau berada ditempat yang membuatnya tak nyaman.


"mau kemana..?? " ucap Daniel yang sudah berdiri di belakang via, membuat gadis itu terkejud.


"ekh tuan, saya mau ke dapur. " ucap via.


"bukannya tadi mama menyuruhmu duduk disini. " ucap Daniel.


"iya, tapi saya akan makan di dapur saja. " ucap via.


"duduk. " titah Daniel.


"tuan,-" ucap Via memelas.


Daniel menghela nafas,kemudian menekan pundak Via agar gadis itu duduk kembali. Lalu Daniel pun duduk di samping via.


Lelaki itu tahu kalau sebenarnya Via gelisah.


Namun ia tak menghiraukan kegelisahan via.


"apakah seorang mahasiswa dan dosen memang sebegitu dekat? " ucap Daniel tanpa melihat Via.


Via mengerutkan keningnya.


"maksud tuan?" ucap Via.

__ADS_1


Daniel mematap Via yang juga tengah menatapnya,mereka saling bertatapan sejenak sebelum suara bariton seseorang membuyarkan keduanya.


"sepertinya aku terlalu lama. " ucap David seraya berjalan menuju meja makan.


Via segera berdiri dari duduknya.


"Selamat siang tuan besar. " ucap via seraya membungkukkan badannya.


David dan Ratih pun tersenyum melihat Via.


"siang, duduklah kembali. " ucap David.


Gadis itupun kembali duduk di kursinya semula.


Sepertinya tuan besar tidak terlalu buruk.


Gumam Via dalam hati.


Ratih mulai melayani David.Wanita paruh baya itu mengambilkan nasi juga lauk ke piring kosong milik David.


"Via tolong kamu layani Daniel ya." Ucap Ratih ramah.


"Baik nyonya. " ucap Via.


Via pun mengambilkan nasi untuk Daniel juga lauknya. Kemudian ia juga mengisi piringnya dengan sedikit nasi dan lauk. Mereka pun mulai menyantap makan siang masing-masing.


"apa kamu betah bekerja dengan daniel Via?" ucap David di tengah-tengah makannya. Membuat via seketika menoleh ke arah pria paruh baya tersebut.


"ekh, iya tuan besar. " ucap via.


"Kamu tahu..? kalau tuanmu itu suka mengigau ketika tidur..? " Imbuhnya lagi.


"paaa. " sela Daniel. Namun tak di hiraukan oleh David.


Via tersenyum seraya menggelengkan kepala.


"Tuan rumahmu ini selalu mengigau jika ia sedang tidur. " Ucap david kembali.


"kalau kamu mendengarnya mengigau kamu siram saja dia dengan air. " Ucapnya kembali.


Via tersenyum.


"Baik tuan besar,saya akan melakukan apa yang tuan besar ucapkan. " jawab via dengan tersenyum.


"Kau berani denganku?" ucap Daniel kepada Via.


Via hanya tersenyum menanggapi ucapan Daniel, hingga memperlihatkan deretan giginya yang rapi.


"apa kamu menyayangi Kaniya?" ucap David.


Via meletakkan kedua sendoknya di atas piring.

__ADS_1


"saya sudah menganggap Kaniya seperti adik saya sendiri tuan,jadi saya sangat menyayanginya. " ucap Via.


apa..??


adik..??


Apa aku setua itu..?


Gumam Daniel dalam hati.


"Kalau kamu menyayangi Kaniya,kenapa kamu tidak menikah saja dengan Daniel dan menjadi ibunya. " Ucap David,membuat Daniel tersedak dengan makanan yang ada di mulutnya. Pun dengan Via yang juga terkejut dengan ucapan David.


Daniel segera menenggak air putih yang baru saja di tuangkan oleh Via.


"Papa bicara apa sih?" ucap Daniel.


"Ayolah Daniel, papa tau kamu juga menyukai Via. " ucap David


"pa, pa, -" belum sempat Daniel menyelesaikan ucapannya namun ia mendengar suara Kaniya menangis.


"sepertinya Kaniya sudah bangun, saya permisi dulu. " ucap Via hendak berdiri.


Gadis itu pergi meninggalkan meja makan dengan tergesa.


"apa yang papa katakan. " ucap Daniel.


"papa mau kamu menikahi Via. " ucap David dengan santai.


"papa tidak mau cucu kesayangan papa di besarkan tanpa seorang ibu. " imbuhnya lagi.


"Iya Daniel, kasihan Kaniya jika ia sekolah nanti. " ucap Ratih.


"Lagian Via itukan gadis yang baik, dan dia juga menyayangi Kaniya. Begitupun dengan Kaniya. Apa kamu tidak melihat jika keduanya sudah seperti ibu dan anak?" imbuhnya lagi.


"Iya ma, tapi tidak semudah itu. "


"Via itu masih ingin kuliah, dan belum tentu dia juga menyukaiku. " Ucap Daniel.


"Hey, inikah seorang Daniel?" ucap David.


"sejak kapan kamu jadi tidak percaya diri begitu Dan..? " imbuhnya lagi.


"Dekati dia dan buatlah dia nyaman di dekatmu. Papa kasih waktu kamu dua minggu. Kalau kamu gagal, kamu akan menikah dengan anak dari kolega papa. " Ucap David.


Daniel hanya diam menatap papanya tersebut yang sepertinya tidak merasa berdosa dengan kata-katanya barusan. Dua minggu untuk mendekati via..?? apa papanya sudah tidak waras...? Kalau saja David tau sifat asli Via seperti apa, pasti ia akan memikirkan ulang kata-katanya.


Via sangat berbeda dengan mendiang istri Daniel yang begitu lembut. Walaupun Via gadis yang ramah tapi ia tidak mudah di taklukkan. Terbukti ketika gadis itu berani memarahi Daniel dan mencoba menghindari pria tersebut karena ulah Daniel yang menciumnya bebarapa kali. Kalau saja perempuan lain yang di cium oleh Daniel, mungkin akan menginginkan lagi dan lagi. Tapi berbeda dengan via. Ia adalah perempuan pertama yang berani menolak Daniel. Bahkan mendiang istri Daniel pun tidak mampu menolak pesona seorang Daniel Arta Lubis.


Sekarang yang ada difikiran Daniel gimana caranya membuat Via jatuh cinta dengannya dalam waktu dua minggu. Ia tidak mau jika harus menikah dengan putri salah satu kolega David. Sungguh membuatnya frustasi.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2