Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 23


__ADS_3

Gadis yang saat ini tertidur lelap di kursi sofa itu mengerjapkan kedua matanya.


Ya tuhan


gumam via seraya bangun dari tidurnya seketika, ia baru ingat jika ia harus membuat makan malam untuk daniel. gadis itu melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul 18.50.


astaga, via ****.


gumamnya sendiri, Ia mengikat rambutnya sembarang seraya berlari menuju dapur. Via benar-benar merutukki dirinya yang tertidur ketika membaca novel sampai ia harus kelabakan seperti saat ini. sesampainya di dapur ia menuju kulkas melihat bahan apa saja yang bisa ia masak.


duh masak apa nih..??


gumam via bingung, pasalnya ini pertama kalinya ia masak untuk orang lain. Ia tidak percaya diri dengan masakannya sendiri jika di nikmati oleh orang lain apalagi majikannya.


"Sedang apa..?? " ucap seseorang di belakang Via.


Gadis itu menoleh dan membalikkan tubuhnya. Ia melihat daniel sudah berdiri di belakangnya dengan sebuah kantong kresek di tangan.


"ekh,tuan.Maaf saya ketiduran. saya akan segera menyiapkan makan malamnya. " ucap via kembali berbalik menghadap kulkas.


"tidak usah aku sudah memesan makanan. kau siapkan saja ini. " ucap daniel seraya memberikan kantong yang ia bawa kepada via.


"Baik tuan" ucap via menerima kantong kresek tersebut, Lalu ia menuju mini bar yang berada di dapur tersebut dan menyiapkan makan malam yang di beli oleh Daniel. Sedangkan pria itu duduk di depan via memperhatikan via yang sedang menyiapkan makan malam.


"aku beli dua porsi, kita makan sama-sama" ucap Daniel.


"saya nan-" belum sempat via selesai bicara namun terlebih dulu dipotong oleh Daniel.


"aku tidak akan macam-macam" ucap daniel.


"aku hanya tidak mau makan sendirian. " imbuhnya lagi.


"baiklah kalau begitu. " ucap via.


Via duduk di sebelah daniel setelah ia selesai menata makanan dipiring,dan mereka mulai menikmati makan malam tersebut.


"sorry. " ucap daniel memecah keheningan.


Via menghentikan gerakan tangannya lalu menoleh ke arah pria di sampingnya tersebut seraya mengernyitkan dahi.


ekh khem


Daniel meletakkan sendoknya kemudian menatap via yang juga tengah menatapnya.


"sorry untuk yang kemarin di apartemen. " ucap daniel lagi.


Via masih terdiam menatap daniel kemudian ia juga meletakkan sendoknya dan mengambil gelas yang berisi air putih di atas meja tersebut.Ia minum sedikit air yang berada di dalam gelas itu.


"berjanjilah untuk tidak mengulangi perbuatan tuan." ucap via tanpa menatap daniel.


Pria itu masih menatap via.


"ya aku janji. " ucap daniel.


Daniel tersenyum begitupun via yang tersenyum.Gadis itu berharap daniel menepati janjinya, agar ia tidak perlu susah-susah mencari pekerjaan lagi. karena ia sudah menyayangi kaniya. Mereka berdua berbincang-bincang tanpa ada rasa canggung lagi seperti sebelumnya.


Sepertinya gadis itu akan memikirkan ulang untuk keluar dari rumah tersebut.



Mentari pagi menembus ke celah-celah gorden,membuat seseorang yang sedang terlelap tidur mengerjapkan kedua mata. Lelaki itu meregangkan ototnya kemudian duduk dan meraih ponsel yang berada di atas nakas. Ia menggeser-nggeser ponsel tersebut untuk mengecek apakah ada pesan atau telpon penting.


tring


Satu pesan masuk bertepatan dengan kunci layar ponsel yang terbuka.

__ADS_1


Agnes


selamat pagi sayang.


Ivan hanya melihat dan tak membalas pesan tersebut,ia meletakkan kembali ponselnya ke atas nakas kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Ia malas menanggapi sikap agnes yang begitu berlebihan terhadapnya. Baginya agnes tak lebih dari sekedar teman. Tapi gadis itu terus saja ingin menjadi kekasih untuk ivan. Agnes yang terlanjur mencintai ivan pun tak ingin menyerah begitu saja, ia terus saja memberi perhatian layaknya seorang kekasih dan juga ia sering datang ke rumah ivan hanya untuk sekedar bermain bersama Rania.


Ivan kini sudah rudah rapi dengan hem dan celana yang ia kenakan. Pagi ini ia kan mengajar di kelas via,pria itu begitu bersemangat jika menyangkut hal tentang via. Ia kemudian turun dan bergabung bersama ibu juga putri kesayangannya. Ivan sangatlah menyayangi Rania layaknya putri kandung sendiri. Walaupun ibu dari bayi tersebut tidak bisa terselamatkan tapi ia bersyukur bayi yang dikandung sahabatnya itu selamat. Wajah Rania begitu mirip dengan Nisya, ibu dari bayi tersebut.


"pagi sayang. " ucap Ivan seraya mengambil rania yang di pangku sarah.


Bayi itu hanya tertawa riang dan berceloteh.


"kamu mau ngajar van...? " ucap sarah.


"iya bu. " ucap ivan.


"ya sudah sarapan dulu. Sini Rania biar ibu suapin juga. " ucap sarah.


Ivan menyerahkan rania kepada sarah dan mulai duduk untuk menyantap nasi goreng yang sudah di siapkan oleh sarah.



Via sedang menyiapkan sarapan di dapur karena para pelayan belum kembali dari rumah utama. Entah pekerjaan apa yang membuat mereka sampai menginap di rumah utama keluarga Lubis. Alhasil sekarang ia harus menyiapkan sarapan untuk tuannya, Daniel. Via membuat roti lapis untuk Daniel juga untuk dirinya sendiri. Ia juga menyiapkan susu.


"pagi. " ucap daniel tersenyum, seraya duduk.


"pagi tuan." ucap via yang tengah menaruh piring berisikan roti lapis dan juga segelas susu di atas meja.


"kenapa cuma satu..?" cuap daniel.


Via mengernyitkan dahinya.


"sarapannya. " ucap daniel kembali.


"oowwh, saya akan makan di dapur tuan." ucap via.


"ambillah makananmu dan kita sarapan bersama. " ucap daniel.


"baik tuan. "ucap via kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur. Ia tidak menolak perintah Daniel karena malas berdebat di pagi hari.


Akhirnya kini via duduk satu meja dengan daniel. gadis itu duduk di seberang daniel,membuat daniel mengulas senyuman.


"apa kau ada kelas..? " ucap daniel di tengah-tengah sarapan.


"ada tuan, pagi ini saya ada kelas. "ucap via.


Daniel mengangguk kemudian melanjutkan sarapannya.


Setelah selesai sarapan via membereskan meja makan dan mencuci piring juga gelas yang kotor. Kemudian gadis itu menuju kamarnya di atas untuk mengambil tas. Ia melihat Daniel sudah tidak ada di ruang makan, mungkin ia sudah berangkat pikirnya.


Via mengambil tas di kamar kemudian kembali turun untuk berangkat ke kampus.


Gadis itu membuka pintu rumah dan terkejut melihat daniel duduk dikursi teras.


aku pikir sudah berangkat.


batin via.


"sudah? " ucap daniel.


"ekh, sudah tuan. " ucap via.


Daniel berdiri dari duduknya.


"ayo, aku akan mengantarmu. " ucapnya seraya berlalu meninggalkan via menuju mobil.

__ADS_1


Via hanya melongo mendengar ucapan daniel. Gadis itu masih mematung di tempat.


apa dia bilang..?


mengantarku..?


Gumam via dalam hati.


tin tin


suara klakson membuyarkan lamunan via.


"apa kau tidak akan berangkat. " ucap daniel sedikit berteriak dari dalam mobil.


Via pun berlari kecil menuju mobil Daniel, ia duduk di sebalah daniel di samping kemudi.


"apa tuan yang akan menyetir sendiri..?? dimana martin..? " ucap via.


"Dia ada urusan yang harus di selesaikan. " ucap daniel. Via pun menganggukkan kepala.


" pakai sabuk pengamanmu. " imbuhnya kembali.


"baik tuan. " ucap via kemhdian memasang sabuk pengaman.


Mobil Daniel melaju meninggalkan halaman rumah mewah miliknya,membelah jalanan yang sangat padat di pagi hari.


"kau pulang jam berapa nanti..? " ucap daniel memecah keheningan.


"ekh, saya.? saya pulang jam 11 tuan. " ucap via.


"nanti ku jemput. " ucap daniel.


"terimakasih tuan, biar saya naik bis saja. " ucap via.


"kita akan menjemput Kaniya di rumah mama." ucap daniel.


"aaa begitu. baiklah tuan. " ucap via seraya mengangguk.


"dan jangan terlalu formal kepadaku. " ucap daniel,membuat gadis di sebelahnya tersebut mengernyitkan dahinya.


Daniel melihat via, pria itupun tersenyum.


"pokoknya jangan terlalu formal,aku tidak suka. Itu membuatku terlihat tua. " ucap daniel.


bukankah memang sudah tua..?


via bergumam dalam hati.


"baiklah tuan. " ucap via seraya tersenyum.


"good. " daniel pun membalas senyuman via.



Setelah 30 menit berkendara mereka pun sampai di kampus tempat via menuntut ilmu. Gadis itu melepas sabuk pengamannya.


"terimakasih tuan. " ucap via sebelum turun dari mobil.


"jangan kemana-mana sebelum kujemput nanti. " ucap daniel.


"iya tuan, siap. " ucap via.


Gadis itupun turun dan menunggu mobil majikannya itu pergi meninggalkan kampus. Kemudian ia berjalan memasuki gedung kampus tersebut.


•••••••••••••••

__ADS_1


__ADS_2