Siapa Aku

Siapa Aku
Bagian 6


__ADS_3

waktu menunjukkan pukul 05.00, gadis yang masih terlelap dalam tidurnya itu mengerjapkan kedua mata mendengar dering alarm dari ponsel miliknya.


hoooaammm


via menguap dan merentangkan kedua tangan ke atas menarik otot2 di tubuhnya yang terasa kaku. gadis itu bangun dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka sebelum ke kamar kaniya melihat keadaan baby yang di asuhnya saat ini.


ketika via keluar dari kamar saat itu juga Daniel keluar dari kamar. Lelaki itu memakai celana olah raga panjang warna hitam model joger yang di tarik sampai sebetis hingga kakinya sedikit terlihat dan juga kaos hitam menambah kesan cool pada dirinya.


sedangkan via, gadis itu memakai celana training panjang dan kaos oblong tak lupa rambut yang di ikat sembarang.


"pagi tuan."


sapa via saraya membungkukkan sedikit punggung memberi hormat pada majikan tampannya.


Daniel hanya melihat via sekilas


"hemmm. " jawab Daniel sambil berlalu begitu saja. pria itu turun kebawah dan menuju jalan perumahannya untuk jogging.


via hanya menggidikkan bahunya lalu masuk ke dalam kamar kaniya. dilihatnya kaniya masih terlelap tidur. akhirnya via pun turun kebawah membantu bi lina menyiapkan sarapan. bi lina sudah melarang tapi via memaksa akhirnya bi lina mengiyakan via saja.


"oh ya bi, via nanti ada kelas jam 9 jadi via nanti nitip kaniya ya. " ucap via yang kini tengah memotong bawang putih.


"iya, nyonya besar sudah bilang sama bibi kalau kamu kuliah bisa menitipkan non kaniya sama bibi. " ucap bi lina ramah.


"nyonya besar..?? " via terlihat bingung.


"nyonya besar itu mamanya tuan Daniel. tapi beliau tidak tinggal di sini. tuan daniel tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya semenjak menikah. " jelas bi lina.


via pun mengangguk-anggukkan kepalanya.


"trus istrinya tuan Daniel yang mana bi, kok dari kemarin aku belum lihat. " via kembali bertanya.


bi lina yang tengah mengaduk sayur pun menghentikan pekerjaanya sejenak.


"nyonya Jasmine sudah tiada ketika melahirkan non kaniya. "


Jelas bi lina, tak terasa air matanya menetes.


mengingat perjuangan sepasang suami istri itu untuk mempunyai seorang anak.


Daniel dan Jasmine menikah sudah 5 tahun tapi tak juga di karuniai seorang anak. mereka sudah mencoba segala macam pengobatan dan terapi tapi hasilnya nihil.


Hingga akhirnya mereka menyerah dan pasrah dengan takdir. tapi Tuhan masih sayang pada mereka.


Jasmine hamil di saat mereka mulai menyerah dan menerima takdir yang di tentukan Tuhan.


Tapi lagi-lagi takdir berkata lain, di saat Jasmine hamil 8 bulan dia mengalami kecelakaan dan pendarahan hingga akhirnya di larikan ke rumah sakit.


saat itu yang bisa terselamatkan hanya baby kaniya saja.


via pun ikut sedih mendengar cerita bi lina. kasihan sekali kaniya. dia harus kehilangan ibunya bahkan saat dia belum bisa melihat ibunya secara langsung.

__ADS_1


aku masih beruntung bisa merasakan kasih sayang kedua orang tua yang utuh hingga aku tumbuh besar.


gumam via dalam hati.


••••••••••


Daniel pulang dari jogging langsung menuju dapur untuk mengambil air dingin di kulkas. ia melihat via tengah mencuci botol susu milik kaniya sambil bersenandung.


Daniel tersenyum miring dan kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar.


saat sudah rapi dengan setelan jas yang pas di tubuhnya yang gagah itu Daniel kembali turun untuk sarapan dan berangkat ke kantor.


sebelum itu ia masuk ke kamar putrinya, memastikan keadaan putrinya. saat pintu terbuka ia mendapati kamar itu dalam keadaan kosong. lalu ia pun turun kebawah.


"kaniya dimana bi. " tanya Daniel seraya mendudukkan dirinya di kursi untuk sarapan.


"ada di belakang tuan bersama via. " jawab bi lina.


"apa kaniya sudah makan. " tanya Danil kembali sambil memotong sosis yang ada di piringnya.


"sepertinya belum tuan, karena tadi dari atas via langsung membawanya ke taman belakang. " jawab bi lina.


"suruh kesini bi. "


"baik tuan. "


bi lina pun memanggil via yang menggendong baby kaniya di taman belakang,menikmati udara pagi hari.


"tuan panggil saya. " tanya via.


Daniel melihat via melalui ekor matanya.


lalu berhenti sejenak dari aktivitasnya.


"buatkan kaniya bubur dan suapi dia. " suruh daniel.


"tapi tuan,baby kaniya habis minum susu nanti muntah kalok di kasih makan. " jawab via.


"nggak usah banyak bicara, buatkan saja. " ucap Daniel kembali.


via pun mengiyakan perintah Daniel dan mendudukkan kaniya di kursi makannya. lalu ke dapur untuk membuatkan kaniya bubur.


tak butuh waktu lama bubur pun jadi.


via duduk di dekat kaniya dan menyuapinya.


sedangkan Daniel sesekali memeperhatikan via yang dengan telaten menyuapi kaniya.


kini mereka bertiga duduk bertiga seperti sebuah keluarga. namun dari jauh nampak seorang gadis yang geram dengan mengepalkan tangannya melihat pemandangan di meja makan itu.


seharusnya aku yang berada di situ bukan dia.

__ADS_1


gumam sinta dalam hati.


setelah selesai sarapan Daniel berpamitan kepada putrinya untuk ke kantor.


"daddy berangkat ya sayang. " ucap Daniel kepada kaniya lalu mencium kening putrinya.


sedangkan sang putri hanya tertawa ria sambil berceloteh.


•••••••••


gadis berambut sebahu itu kini tengah berdiri di depan gerbang kampus. gadis itu memakai rok over all warna hitam dengan kaos putih pendek dan juga snekers warna putih. tak lupa totebag yang menggantung di bahu sebelah kirinya. sepertinya ia sedang menunggu seseorang.


tak lama setelah itu yang di tunggu pun sampai.


ia melihat Via turun dari taxi online. Hari ini via memakai celana jeans panjang dengan kemeja kotak2 dengan snekers warna putih rambutnya ia ikat ekor kuda. tak lupa juga tas yang sama dengan punya Nina.


"lama banget sih di tungguin dari tadi. " Nina memanyunkan bibirnya sambil menggerutu.


via pun tersenyum melihat sahabatnya ini.


"seberapa lama sih nunggunya." ejek via membuat Nina semakin kesal.


nina semakin memanyunkan bibirnya dan menggerutu tak jelas.


mereka berdua pun memasuki gedung kampus. tapi saat asik mengobrol tiba-tiba via menabrak seseorang.


bruk


seketika buku2 yang di bawa laki-laki tersebut berjatuhan.


"ya ampun, maaf maaf. aku tidak sengaja. " via pun berjongkok memunguti buku2 yang berceceran itu di ikuti lelaki itu juga.


"iya gpp, aku juga salah sedang terburu-buru. " jawab lelaki itu sambil memunguti buku.


via dan lelaki itu berdiri kemudian via menyerahkan buku itu padanya.


"sekali lagi maaf ya. " ucap via.


sambil menyerahkan buku yang ia bawa.


"iya, aku duluan maaf terburu-buru. " jawab lelaki itu sambil berlalu.


"wiiiihh cowok cakep vi. " ucap Nina menyenggol bahu via dengan bahunya.


"ck apaan sih. " jawab via berlalu minanggalkan nina.


"iiihh tungguin." teriak nina mengejar via.


mereka berdua pun menuju kelas karena sebentar lagi kelas akan di mulai.


saat memasuki kelas keadaannya sudah ramai hanya tinggal beberapa orang saja yang belum masuk. hari ini adalah kelas pak Doni, dosen paling killer di kampus. jadi para mahasiswa tak mau mengambil resiko dengan datang terlambat.

__ADS_1


__ADS_2