Sinar Untuk Zion

Sinar Untuk Zion
Kunjungan mertua


__ADS_3

"Siapa",


"maaf", lirih Sinar


"Aku tanya sekali, Siapa", bentak Zion


"Maaf", hanya kata itu yang mampu di ucapkan Sinar


Berjalan mendekat dan semakin dekat dengannya, membuat Sinar menjadi tambah ketakutan. Langkah yang terdengar sangat menyeramkan, hingga saat sebuah tangan mencekik lehernya dengan kuat membuat dia tak mampu bersuara


"Jaga batasanmu",


Setelah mengatakan itu, Zion melepaskan Sinar dan pergi begitu saja tanpa perduli dengan keadaan gadis itu.


Sinar yang terlepas dari cekikkan Zion langsung terduduk lemas, menangis tanpa suara. Semangat mengejar cinta suaminya dan membuat suaminya cinta padanya hilang begitu saja seperti suaminya yang pergi tanpa kata setelah melepaskan cekikikan dilehernya.


Tak lama dari keluarnya Zion dari kamar yang meninggalkan Sinar dengan sakit fisik dan batinnya terdengar suara pak Won yang memanggilnya untuk segera turun ke ruang makan


"Nyonya, tuan muda sudah menunggu dimeja makan"


Saat mendengar kata tuan muda sudah menunggu, membuat Sinar langsung berdiri seakan kekuatan yang sudah bilang akibat rasa takut bangkit kembali. Menghapus air mata dan bersikap tidak terjadi apa-apa.


Membuka pintu kamar tanpa mengatakan sepatah kata kepada Pak Won.


"Maaf",

__ADS_1


"cepatlah makan", suruh Zion


Tanpa mengatakan apapun, Sinar langsung duduk dikursi makan yang sudah disediakan untuknya. Makan dengan diam tidak ada percakapan santai yang terjadi membuat Sinar semakin merindukkan suasana hangat di keluarganya.


"Selamat pagi",


"Ayah, ibu kenapa tidak memberitahu kalau mau datang", tanya Zion yang kaget melihat kedatangan ayahnya.


"Apa harus memberitahu dulu jika orang tua ingin melihat keadaan anaknya", balas tuan Elmer


Mereka akhirnya sarapan pagi bersama, masih tidak ada yang bersuara sampai akhirnya tuan Elmer yang bosan dengan keadaan seperti itu membuka suaranya


"Sinar sehat", tanya tuan Elmer kepada Sinar


"hah kamu terlalu formal nak, panggil ayah saja tanpa perlu kata mertua lagi dibelakangnya",


"iya ayah", jawab Sinar


"Sinar, kalau punya waktu temani ibu ya pergi berbelanja ibu ingin mengakrabkan diri dengan menantu ibu", Ibu Widya


Belum menjawab pertanyaan mertuanya Sinar melihat kearah suaminya dan berniat untuk meminta Izin, namun sebelum kata permintaan itu keluar Zion sudah memberikan Jawabannya.


"pergilah, jaga ibuku dengan baik",


"iya", jawab Sinar dengan terbata-bata.

__ADS_1


Sarapan pagi yang sangat kaku itu akhirnya selesai juga, membuat Sinar bernafas lega karena sedari tadi bernafas pun dia tahan-tahan takut akan kemarahan suaminya yang kedua kalinya.


Perginya Zion dan Sekretarisnya yang sangat mengintimidasi itu membuat Sinar kembali menikmati angin segar.


Disini Sinar sekarang, duduk diruang tamu bersama kedua mertuanya, mengobrol layaknya orang tua dan anak.


Walaupun ibu Widya sempat tidak terima dengan Sinar menjadi menantunya, tapi saat melihat bagaimana gadis itu berinteraksi dengan mereka membuat hatinya langsung yakin bahwa gadis didepannya ini memang pantas untuk putranya.


Akur dengan ibu mertua adalah keinginan setiap wanita yang sudah berstatus istri.


Sinar bersyukur ibu mertuanya menerimanya dengan baik dan mau memulai duluan untuk mengakrabkan diri dengan dirinya.


"Sinar bagaimana malam pertamamu", pertanyaan tidak terduga dari tuan Elmer membuat Ibu, dan Pak Won membulatkan matanya.


"apaan si ayah, beritanya yang tidak-tidak begitu kepada menantu",


Sinar yang mendengar itu hanya tersenyum, malam pertama yang dilaluinya seorang diri.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2