
Makan malam yang biasanya sangat mencekam dan terasa mati, kini lumayan hidup karena adanya percakapan hangat antara Zion dan Sinar.
Entah apa yang di rasakan Zion, melihat Sinar yang hanya makan tanpa bersuara merasa jengah, dia pun berinisiatif untuk mengajak Sinar mengobrol santai sambil menikmati hidangan.
"Apa yang kamu lakukan seharian ini", pura-pura bertanya padahal dia sudah tau, bahkan pertemuan Sinar dan Daren dia tau karena tanpa sepengetahuan Sinar, Zion memerintahkan anak buah pribadinya untuk mengawasi dan menjaga Sinar.
Dan tanpa mereka berdua ketahui mereka juga berada dalam pengawasan.
"Kakak bertanya padaku",
"Memangnya aku bertanya sama siapa lagi", menjawab ketus
Mendengar itu senyum diwajah Sinar merekah
"Hari ini aku bertemu sahabatku dan melepas rindu dengannya", jawab Sinar
"Terus", masih bertanya lagi.
Mendengar pertanyaan itu Sinar sadar bahwa dia harus menceritakan semuanya karena dia yakin bahwa suaminya mengawasinya otomatis tau apa saja yang dia lakukan.
"Aku bertemu Daren Herbert, dia bilang dia adik sepupu Kak Zion, kalian beda dua tahun, dan dia sempat mau meluluhkan hatiku", jawab Sinar sambil tersenyum.
"Terus", masih bertanya, berusaha menahan amarah entah apa yang membuat dia marah mendengar apa yang diucapkan Sinar.
"Aku langsung memperlihatkan cincin pernikahan yang selalu aku pakai, dan bilang kalau aku sudah menikah, saat dia memperhatikan cincin pernikahanku dia sadar kalau aku Sinar Pramudya istri Zion Elmer, nyonya muda Zion", menjawab dengan bangga.
Mendengar jawaban Sinar membuat Zion tersenyum tipis, sangking tipisnya orang-orang tidak akan menyadari Kalau dia tersenyum.
"Bagus, beritahu identitasmu pada tempatnya. ",
"Baik Suamiku", jawab Sinar.
"iya",
"Eh dia tidak marah, akhirnya lampu hijau menyala juga" batin Sinar
"Suamiku, kalau dirumah aku panggil begitu tapi kalau diluar dihadapan banyak orang aku panggil kakak", kata Sinar.
"Kenapa depan orang lain panggil kakak", bertanya sedikit emosi",.
__ADS_1
"Karena kalau banyak yang tau siapa aku, itu akan sangat merepotkan.
"hmmm", tanda setuju
.
.
.
.
.
Ditempat lain
"Sudah ada kemajuan",
"iya, ibu senang akhirnya Zion sudah mulai mencintai Sinar", kata Bu Widya
"Darimana kamu tau Wid, kalau Zion sudah mencintai putriku", tanya Bu Dewi
"Aku ibunya Zion, jadi aku tau seperti apa anakku", berkata dengan bangga
"Kamu pikir aku terima, laki-laki kulkas itu mencekik membantuku", balas tuan Elmer
"laki-laki kulkas itu anakmu", sahut semuanya secara berbarengan.
"Dia anakku, pemuda tampan dan sukses", merasa bangga
Tanpa diketahui Zion dan Sinar kedua orang tua mereka selalu mengawasi pergerakan mereka. Mereka akan terus mengawasi anak dan menantunya sampai Zion sudah benar-benar mencintai Sinar.
.
.
.
.
__ADS_1
"Masih", tanya Zion
"Iya tuan", jawab Walt
"Kenapa aku baru sadar",
"Maaf tuan",
"Kenapa minta maaf", tanya Zion yang mulai curiga
"Karena aku salah satu pengawasnya", jawab Walt dengan santai
"Kau menghantuiku Walt", bentak Zion
"Maaf tuan, saya tidak berdaya",
"Cih, tidak berdaya katamu",
"Saya tidak mau masuk neraka tuan", jawab Walt
"Kau pikir aku mau haa", semakin marah
"Kita sama-sama tidak mau tuan", menjawab dengan santai
"Biarkan mereka terus mengawasi",
"Baik tuan",
Zion akhirnya sadar kalau dia diawasi. Kejadian waktu pulang dari menyelesaikan Zavanya dia bertemu ayah mertuanya, tanpa sadar tuan Pramudya menyinggungnya
"Laki-laki sejati tidak akan menyakiti wanita",
Dia tidak membalas perkataan mertuanya itu, karena dia sudah yakin orang tuanya juga pasti ikut mengawasinya.
.
.
.
__ADS_1
.
.