
"Sayang, sudah berapa kali kau meminta maaf, disini sepertinya aku yang lebih dewasa kau yang masih bocah",
"Biarkan aku seperti ini dulu", mengecup pipi istrinya
"Sayang, apa kau akan merasa tertekan jika aku bersikap layaknya suami kepadamu ?", tanya Zion
"Memangnya selama ini kau bersikap seperti apa padaku ?" balik bertanya
"Baiklah", kembali mengecup bi**r istrinya
Tuan Elmer yang mendengar percakapan anak dan menantunya itu hanya diam saja, tapi ketika mendengar permintaan Zion untuk bersikap layaknya suami, membuatnya tersenyum dan memandang satu persatu orang yang berada diruangan itu
"Selamat menikmati masa-masa kalian",
"Hei Zigaz, kami tidak termasuk karena kami sudah tua",
"Oh Win aku melupakan sesuatu tentang mu"
"Apa ?", tanya tuan Win
"Selain Dwi adalah mantan kekasih Won, dia juga cinta pertama mu", sinis tuan Elmer
Mendengar itu seketika para anak muda memandangi wajah pak Won dan Pak Win secara bersamaan
"Pantas saja paman begitu semangat mengejek tadi", sinis Zion
"Kalian berdua ayah dan anak sama saja", ketus paman Win
__ADS_1
"Sudahlah, kalian sudah tua tidak usah bicara mantan-mantan", Sindir Daren
"Sayang, apa bibit Durian ku sudah ditanam ?", tanya Sinar
"Iya sayang", jawab Zion yang sedari tadi terus mengelus perut istrinya
"Kalau rumah ibu ?",
"Itu aku serahkan kepada Walt yang mengurusnya, kau tidak keberatan bukan",
"Iya, siapapun yang mengurusnya tidak masalah, aku hanya ingin setelah tempat itu dibersihkan akan ditanami dengan Durian", tersenyum membayangkan pohon durian yang tinggi dengan buah yang banyak
"Kenapa kau sangat menyukai Durian sayang ?", mengecup pipi istrinya yang terlihat sangat menggemaskan
Belum Sinar menjawab, ayahnya sudah ikut menimpali pembicaraan
"Mungkin ayah, karena aku merasa bahagia dengan apa yang tidak disukai suamiku",
"Apa kau tau apa saja yang tidak disukai suamimu ?", tanya tuan Pramudya
"Aku tidak tau ayah, tapi aku yakin kalau suamiku tidak suka telur, durian, susu", menjawab dengan santai
Zion bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar diwajah Sinar. Sekalipun wanita itu dalam keadaan yang kurang baik, dia tetap memancarkan senyumannya untuk menenangkan orang-orang terdekatnya agar tidak khawatir
ceklek
Pintu ruangan terbuka, kedatangan Ziran dan Anggi yang terlihat sangat bahagia. Walt dan Daren yang mengerti arti kebahagiaan itu hanya menampilkan senyuman sambutan untuk kekasih mereka.
__ADS_1
"Kakak iparku yang cantik, kau semakin bersinar", goda Ziran
"Sepertinya perjuangan Sinar membuat Suaminya tersilau silau mendapatkan hasil yang memuaskan", mengedipkan sebelah matanya
Sedangkan yang digoda hanya tersenyum.
"Nggi, kamu kapan nikah ?", tanya Sinar
"Belum tau, soalnya masih nunggu pasangan lain dapat restu", sindir Anggi
"Jangan menyindir kami, kami bisa saja langsung menikah sekarang, karena ayah berpihak pada kami", tersenyum kearah ayahnya
Belum tuan Elmer menjawab arti senyuman ayahnya, pintu ruangan kembali terbuka menampakkan seorang wanita yang sudah berdiri dengan gaya ala emak-emak
"Kalau ayah berani menikahkan mereka tanpa restu ibu, ibu akan pulang kerumah masa kecil ibu", tegas ibu Widya
"Ayah tidak akan melakukannya bu, ayah mau bilang mereka harus mendapatkan restu ibu dulu", menjawab dengan senyuman
"Ibu, aku ingin dipeluk ibu", pintu Sinar
Mendengar panggilan dan permintaan menantu kesayangannya, Ibu Widya langsung mengabulkan permintaan sederhana menantunya itu dan melupakan apa yang terjadi sebelumnya.
"Semoga kau selalu bahagia anakku, berada ditengah-tengah orang yang menyayangimu dan akan melindungimu", batin tuan Pramudya dan tersenyum kearah putri kesayangannya
.
.
__ADS_1