
"Aku sangat setuju", ucap pak Win lagi
"Kalau aku terserah bagaimana nanti, yang penting Daren tidak mengaggur" ucap Pak Agas
"Win, kenapa kau tidak menyuruh Daren mengurus perusahaanmu ?" tanya pak Won yang ikut bergabung
"Dia tidak mau, dia lebih memilih bekerja dengan orang lain dan menyerahkan tanggungjawab perusahaanku kepada adiknya" jawab Pak Win
"Biarkan saja, yang penting tidak menganggur" sambung ibu Widya
Para orang tua asik berbincang, sedangkan Zion dan Sinar menikmati kebersamaan mereka seakan-akan hanya mereka yang berada disana.
"Sayang, apa kau sudah memberikan nama untuk anak kita ?" tanya Sinar
"Sudah sayang, aku sudah menyiapkan dua nama"
"Kenapa dua ?"
"Karena kita sepakat untuk tidak bertanya tentang jenis kelamin anak kita, dan akan melihatnya langsung setelah lahir makanya aku menyiapkan dua" jawab Zion
"Siapa namanya ?"
Ingin Zion merahasiakan dulu siapa namanya, tapi melihat sorot mata Sinar dia akhirnya memberi tahukan istrinya
"Kalau laki-laki Zaen Elmer dan jika perempuan Zenia Elmer" jawab Zion
"Nama yang bagus, aku menyukainya" jawab Sinar dengan senyuman
"Aku mencintaimu" mencium perut istrinya yang sudah sangat besar
."Aku juga sangat mencintaimu" mengelus rambut suaminya
.
__ADS_1
.
Waktu berlalu begitu cepat, hari yang sudah ditunggu-tunggu oleh Anggi akhirnya datang juga.
Sah
suara para saksi pernikahan.
Status baru, Dia yang akan menjadi seorang istri dari seorang Daren Herbert.
"Selamat yaa nyonya Daren Herbert" ucapan Sinar yang menggoda sahabatnya itu
"Terimakasih nyonya Zion"
"Kenapa kau tidak menyapaku" rajuk Ziran
"Maaf nyonya Walt Herbert" mengedipkan matanya kearah Ziran.
"Semoga kita bisa cepat menyusul kakak ipar" ucap Ziran
"Aamiin, aku juga nggak mau nunda"
"Serius sayang ?" tanya Daren yang sudah tidak diperhatikan.
"Aku serius sayang" ucap Anggi mengedipkan matanya kearah Suaminya yang cemberut.
.
.
Pesta telah usai, mereka kembali ke rumah masing-masing. Sama halnya dengan Ziran dan Walt, Anggi dan Daren juga mendapatkan fasilitas mewah untuk mereka berbulan madu.
.
__ADS_1
.
"Sayang, aku ingin menengok anak kita" ucap Zion yang mulai menci***m istrinya
"Seperti kita saja yang pengantin baru" ledek Sinar
"Kita akan terus menjadi pengantin sayang" menempelkan keningnya dengan kening istrinya
Para pengantin yang menikmati malam pengantin mereka masing-masing.
.
.
Disisi lain, ada dua orang pemuda yang terus mengawasi Sinar. Mereka bukan mengawasi untuk menyakiti tetapi untuk melindungi Sinar dari kejauhan.
Apa yang mereka lakukan itu sudah diketahui Zion. Zion membiarkan saja mereka karena dia juga tahu mereka mengawasi istrinya untuk melindungi istrinya.
Dua orang itu adalah Gio dan Gani, mereka menyesal akan perbuatan mereka.
Mereka menyayangi Sinar tapi mereka terus saja mencoba menyakiti Sinar. Sinar memaafkan mereka dengan syarat mereka harus mengikuti apa yang ayah Pramudya katakan.
"Pergilah ke kota B, kalian harus mengurus perusahaan cabang disana dan jangan mengecewakan ku lagi"
Perintah tuan Pramudya beberapa bulan yang lalu setelah kejadian penculikan Sinar yang dilakukan Dwi.
Untuk kabar Dwi, wanita itu berada ditempat yang sama dengan Gea, entah apa yang dilakukan Ziran kepada kedua wanita itu sehingga mereka menjadi Gila seperti sekarang.
Sesekali Sinar menjenguk keadaan ibu yang sudah merawat dan yang mencoba menyingkirkannya itu.
.
.
__ADS_1