
"Kalian cepatlah urus wanita tua itu",
Kemunculan Ziran dari arah ruang belakang yang membuat mereka terkejut akan kehadirannya, dan semakin terkejut lagi ketika melihat Sinar sudah berada bersama Ziran.
Amarah Zion semakin memuncak ketika melihat keadaan istrinya.
"Sayang", langsung memeluk Sinar
"Maafkan aku yang membuatmy khawatir",
"Aku yang minta maaf karena tidak becus menjagamu", langsung menggendong sinar ala bridal style
"Aku serahkan wanita itu pada kalian, dan Walt urus tempat ini", perintah Zion
Namun Zion berhenti ketika istrinya memanggil ayahnya
"Ayah, jangan bunuh ibu dan jangan hancurkan tempat ini, aku ingin tempat ini nantinya akan ditanami bibit durian juga", pinta Sinar
"Duriaaaannn" teriak tuan Elmer dan Ziran dalam hati
Setelah Sinar mengatakan itu, tanpa menunggu jawaban dari ayahnya maupun mertuanya, Zion langsung membawa istrinya. Karena saat ini kondisi istrinya sudah sangat lemah ditambah lagi dia melihat istrinya menahan rasa sakit yang dirasanya.
"Ziran, bagaimana kau bisa sampai disini ?", tanya tuan Elmer
"Aku mengikuti kalian, aku masuk setelah anak buah wanita tua itu dihabisi anak buah kekasihku", menjawab santai
__ADS_1
Jangan tanyakan bagaimana rasa takutnya Dwi sekarang, menyesal sudah tidak ada guna, dia yang awalnya yakin dapat mendapatkan apa yang dia inginkan, sekarang keyakinan itu berubah menjadi penyesalan
"Jangan terlalu percaya diri", Sindir Pak Won, yang sedari tadi diam mengamati situasi
"Aih, ternyata aku melupakan kakakku, oh masa lalu, sepertinya kita harus reuni", dengan santainya pak Win berbicara tanpa menghiraukan bagaimana kesalnya wajah Pak Won
"Kenapa kau kesal kakak ?",
"Diam", teriak pak Agas
"Apa yang harus kita lakukan sekarang", menatap Dwi
"Apa kita harus...
Belum sempat Pak Win melanjutkan kata-katanya, Pak Agas sudah menyelanya lagi
Ancaman yang manjur, akhirnya pak Win diam.
Berbeda dengan para orang tua yang sudah berbicara kasana kemari, Walt lebih penasaran dengan apa yang dilakukan kekasihnya kepada para anak buah Dwi yang menjaga Sinar
"Baby, apa yang kau lakukan kepada anak buah wanita tua itu ?, kau kemari dengan siapa saja ?",
"Apa yang aku lakukan, kau lihat saja dibelakang sayang, dan aku kemari sendiri tanpa anak buah karena aku tau kalian sudah membawa cukup pengawal", jelas Ziran
Walt dan Daren sudah saling pandang, mereka sudah membayangkan apa yang terjadi dengan para anak buah Dwi dibelakang.
__ADS_1
"Paman paman sekalian, sebaiknya kalian menyusul ayah, biar Kekasihku dan Walt yang mengurus disini dan untuk wanita tua ini serahkan padaku", jelas Ziran
Keadaan Dwi saat sudah diikat dikursi tempat dia duduk.
Akhirnya para orang tua menyusul tuan Elmer dan tuan Pramudya yang sudah pergi menyusul Zion.
"Hai tante, apa kabar ?", tanya Ziran dengan menyeringai
"Kalian urus disini, aku akan langsung membawa wanita tua ini pergi menemui Gea"
Apa yang dikatakan Ziran, membuat Daren bergidik ngeri,
"Sungguh menakutkan",
"Jika kau sudah tau itu, jangan menyinggungnya", sinis Walt
Ziran meninggalkan Daren dan Walt ditempat itu yang melongo melihat bagaimana Ziran menggendong Dwi seperti Zion menggendong Sinar.
"Diam atau aku jatuhkan", bentak Ziran kepada Dwi yang terus memberontak digendongan Ziran
"Kau tahu tubuhmu ini sudah tua, jatuh dari gendonganku akan mengakibatkan kau encok parah", menyindir
Ingin Dwi melawa, tapi apalah daya tangan dan kakinya diikat kuat dan mulutnya sudah dilakban.
"Kuat", Walt dan Daren
__ADS_1
.
.