
"Apa kita harus bergerak cepat ?", tanya Gea
"Bergeraklah jika kau mau segera ditangkap", sinis Gani
"Sekarang yang harus kita lakukan mendekati Sinar tanpa diketahui orang", jawab Gio
"Bagiamana bisa kita tidak diketahui, sedangkan aku yakin mereka pasti sudah merasa waspada kepada kita", balas Gani
"Kalau mereka merasa waspada, belum tentu Sinar merasa yang sama" jawab Gio
"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang", tanya Gea
"Bergerak cepat dan harus berhati-hati", ucap Gio
"Kenapa kita harus melakukan ini, aku sangat menyayangi Sinar", Gani
"Aku juga menyayanginya, tapi kau harus ingat selagi Sinar masih ada kita tidak akan mendapatkan apa-apa, bahkan sampai sekarang ayah belum memberikan posisinya kepadaku", tegas Gio
Mendengar apa yang dikatakan Gio, Gani yang awalnya sudah tidak ingin meneruskan rencana mereka, menjadi berubah pikiran untuk tetap meneruskan rencana mereka.
"Kalian jangan khawatir, ibu akan bergerak",
Kedatangan Ibu Dewi membuat mereka kaget.
"Walau ibu sangat menyayangi Sinar, tapi karena Sinar lah ibu sampai sekarang tidak mempunyai anak", batin ibu Dewi
"Ibu, bisa ibu jelaskan kenapa ibu membantu kami ?", tanya Gani
"Kalian tidak perlu tau. Itu urusan pribadiku, aku akan terus membantu", tegas Ibu Dewi
Melihat sikap ibu Dewi yang seperti itu, Gio dan Gani merasa aneh dengan ibu Dewi selama ini, berusaha ingin melenyapkan Sinar, padahal Sinar anak kandungnya sendiri.
__ADS_1
Mereka akan selalu menurut kepada ibunya itu, karena mereka sangat menyayangi ibunya. Kasih sayang yang diberikan ibu Dewi kepada mereka terasa sangatlah tulus mereka juga melihat kasih sayang ibu Dewi kepada Sinar bukanlah dusta, tapi apa penyebab ibunya ingin melenyapkan Sinar.
"Aku menyayangimu nak, tapi karena kau aku tidak mendapatkan apa yang ku inginkan walau hanya sedikit",
.
.
"ibu aku sangat merindukanmu, kapan ibu menemuiku, ayah bilang ibu sedang sakit aku ingin menemui ibu, tapi ayah melarang ku"
"Sayang... ", panggil Zion
"Eh...
"Ada apa ?", tanya Zion
"Aku merindukan ibu, tapi ayah melarangku menemui ibu",
"Sayang, ada apa?", tanya Sinar
"Tidak ada apa-apa, kau istirahatlah tidak baik untuk ibu hamil begadang, nanti kecantikannya berkurang", goda Zion
"Bukan kecantikan sayang, tapi kesehatan", balas Sinar
"ya sudah tidur yaa", mengecup kening istrinya"
"Sayang...", panggil Sinar
"hmmm
"Kamu tidur diluar yaa", pinta Sinar
__ADS_1
"Kenapa, kamu belum memaafkanku ?",
"Bukan, aku ingin tidur sendiri", mata berkaca-kaca,
melihat itu Zion akhirnya mengalah.
"Aku tidur di Sofa",
" Terimakasih sayang", mengecup pipi Zion
Akhirnya Zion membawa dirinya tidur disofa.
"Aku akan melindungimu, dan anak kita. sebelum mereka menyakitimu, sebelum tangan mereka menyentuhmu akan akan membuat mereka tidak punya keberanian mendektimu, tapi jika mereka sudah duluan menyentuhmu aku akan membuat mereka menyesal karena sudah berani bermain-main dengan milikku", janji Zion
Melihat istrinya sudah tertidur dengan pulas, akhirnya Zion pun tertidur. Janji yang dia ucapkan akan dia buktikan, tinggal tunggu waktunya.
.
.
"*Aku sudah memberimu waktu sekian lama untuk berkata jujur, aku juga sudah mentolerir segala perbuatan mu selama ini yang menyakiti putriku, berpura-pura tidak tahu dan mempercayai ucapanmu. Tapi, jika kali ini kau akan tetap menjalankan rencanamu, maka tanganku sendiri yang akan menyiksamu", tuan Pramudya
"Sudah cukup kegagalanku selama ini, kali ini harus berhasil", ibu Dewi*
Kedua Suami istri itu berada di satu kamar berbeda ranjang, berada dalam pikiran masing-masing.
.
.
.
__ADS_1