
Tanpa menunggu waktu lama, Walt dan Daren mulai bergerak. Sebagian pengawal yang mereka bawa bertugas membereskan yang dibagian luar, sebagian akan bertugas membersihkan tanah luas itu sesuai perintah tuan Pramudya. Walt dan Daren serta beberapa pengawal akan memeriksa keadaan anak buah Dwi yang sudah berhadapan dengan Ziran.
"Menyeramkan", batin Daren dan para pengawal yang melihat keadaan anak buah Dwi.
Sedangkan Walt hanya menampilkan ekspresi datarnya.
"Ini harus kita apakan tuan ?",tanya salah seorang pengawal
"Antar kepada keluarga mereka dan kuburkan dengan layak, jangan kembali sebelum selesai semuanya", Perintah Walt
"Baik tuan",
Para anak buah Walt akhirnya membagi tugas masing-masing sesuai perintah dari Walt.
Masalah dirumah tua itu selesai, anak buah Dwi yang sudah dilumpuhkan juga sudah dibawa dirumah sakit.
"Selesaikan dengan cepat. Kalian tau kan apa yang harus kalian lakukan ?",
"Baik tuan", jawab para anak buah Walt yang ditugaskan untuk membersihkan tanah luas dan rumah itu
__ADS_1
Daren yang melihat bagaimana keadaan para anak anak buah Dwi yang berhadapan dengan Ziran menjadi pendiam seketika dan itu menjadi hiburan tersendiri untuk Walt
"Aku sarankan jangan bermain-main dengan calon istriku",
" Cih, aku masih ingin hidup", ketus Daren
.
.
.
Rumah Sakit
Para dokter dan perawat yang sudah mendapatkan informasi dan perintah dari tuan Elmer selaku pemilik rumah sakit, sudah bersiap sejak tadi menunggu kedatangan mereka.
Sinar yang masih saja menampilkan senyumannya membuat hati Zion menjadi sangat sakit, rasa bersalah karena sudah pernah menyakiti istrinya semakin dia rasakan.
"Istrimu baik-baik saja, berdo'alah",
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa tenang melihat keadaan istriku yang mendapatkan siksaan dari orang lain sedangkan dia berada di sisiku",
"Sudah aku katakan berdo'a", bentak Armada
Setelah Armada mengantarkan mereka ke rumah tua itu, dia langsung pergi dari sana. Karena dia ditugaskan untuk menjaga Ibu Widya dan Ibunya, walaupun sudah banyak pengawal yang akan melindungi kedua wanita itu, tapi tetap saja tuan Elmer dan Pak Agas merasa khawatir jika tidak ada orang dekat yang berada disamping istri mereka.
"Apa yang dikatakan putra Agas itu benar nak", ibu Widya
"Kau tahu nak, kau itu sangat disegani orang-orang, bahkan sangat ditakuti didunia bisnis seperti ayahmu, jika lawanmu melihat keadaanmu yang kacau seperti ini, mereka akan mudah menindasmu dengan kelemahan mu", terang ibu Widya
Mendengarkan apa yang dikatakan ibunya dan apa yang dikatakan ibunya itu benar, Akhirnya Zion pergi keruangan yang sudah disiapkan khusus untuknya untuk membersihkan diri, diruangan itu sudah lengkap semua kebutuhannya dan istrinya. Tentu saja yang sudah menyiapkan semuanya adalah ibunya. Ruangan itu akan menjadi ruang perawatan untuk istrinya.
Lama menunggu, akhirnya dokter keluar juga menampakkan senyum yang mengartikan semuanya baik-baik saja, ibu dan anaknya. Walaupun si ibu mendapatkan luka yang cukup parah akibat cambukkan yang diterimanya dan bekas pasung, tapi para dokter sudah memberikan obatnya.
"Istri dan anakmu kuat, mereka baik-baik saja. Jika wanita lain yang mengalami hal seperti istrimu, mungkin mereka mungkin tidak akan kuat", kata dokter Evan
Apa yang disampaikan dokter Evan menjadi hadiah terindah untuk Zion. Ingin dia langsung menemui istrinya diruang tindakan itu, tapi dokter melarangnya. Karena jika Zion berada didalam pasti akan sulit untuk istrinya istirahat. Sehingga mereka semua akan menunggu sampai Sinar dibawah ke ruang perawatan khusus yang sudah disediakan untuknya.
.
__ADS_1
.
.