Sinar Untuk Zion

Sinar Untuk Zion
Tuan Guru


__ADS_3

Bahagia melihat istrinya bahagia walaupun dia harus rela memakan buah yang sangat dihindarinya.


"Kapan kalian menikah ?", tanya Daren


"Masih menunggu restu ibu", Jawab Ziran


"Oh ya ampun, kalau begitu kapan aku menikah", pusing Daren


"Apa hubungannya dengan kita, kak ?",


"Kau tau Nggi, selain bersepupu dengan suamiku, calon suamimu itu sepupnya Kak Walt, ayah mereka saudara kandung", terang Sinar


"Oh gitu, berarti paman yang waktu itu datang bersama kedua orang tua kakak ayahnya sekretaris Walt ?, tanya Anggi


"Iya", Jawab mereka serempak


"Sungguh kompak", Anggi


Zion yang sedari tadi hanya memperhatikan wajah Sinar membuat Sinar menjadi malu-malu.


"Jangan terus memperhatikan ku sayang",


"Maafkan aku", lirih Zion


"Sudah berapa kali aku katakan, aku sudah memaafkanmu sayang", menjawab bijak


"Aku mencintaimu", mencium pipi istrinya


"Aku sangat mencintaimu", membalas ungkapan hati suaminya


"Kami masih ada Sisi", ketus Anggi


"Eh iya", nyengir


Asik berbincang tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatian mereka

__ADS_1


"Ada yang sudah menungguku",


"Akhirnya datang juga calon kakak iparku yang tampan", sambut Daren


Ziran, Zion dan Walt yang melihat antusiasnya Daren menyambut Armada dan melihat tiga wanita cantik berbalut hijab dibelakang pria itu membuat mereka bingung, kecuali Sinar dan Anggi. Sinar yang melihat itu sudah bisa menebak kenapa Daren begitu bersemangat sedangkan Anggi yang melihat itu menjadi kesal.


"Sudah kubilang jangan terlalu dekat dengan kakakku", Sinis Anggi


"Kenapa adikku sayang ?", tanya Armada yang seolah-olah tidak mengerti


"Aku tidak suka", jawab ketus


"Siapa mereka ?", Ziran yang melihat tiga wanita cantik berbalut hijab itu tak kuasa menahan rasa penasarannya untuk tidak bertanya


"Mereka istri kak Armada", Jawab Sinar


"Apaaa", teriak Zion, Walt dan Ziran secara bersamaan.


"Jangan berteriak sayang", tegur Sinar.


Tanpa diduga Walt langsung berdiri dan menyalami tangan Armada


"Selamat datang tuan Guru", sambut Walt


Mereka yang melihat tingkah Walt menjadi tertawa kecuali Ziran yang sudah dalam mode bimoli (bibir monyong lima centi)


"Jangan cemberut begitu baby", hibur Walt


"Aku tidak mau kau berdekatan dengannya", ketus Ziran


"Sudah tau kan kenapa aku melarang Kak Daren berdekatan dengan kakakku", Anggi


"Aku ingin belajar menjadi pria bertanggungjawab kepada tuan guru sayang, karena melihat tuan guru aku yakin tanggungjawab yang dipikulnya itu sangat berat, jadi aku belajar kepadanya untuk meringankan tanggungjawab yang berat ketika kita sudah berumahtangga nanti", jelas Walt panjang lebar


"Betul", sahut Daren

__ADS_1


Zion dan Sinar hanya diam menonton keributan yang terjadi. Ditengah-tengah keributan mereka yang melarang Walt dan Daren berguru dengan Armada para orang tua datang


"Ada apa ini, kenapa ribut ?", tanya tuan Elmer


namun belum sempat dibawa penyebab keributan, pandangan tuan Elmer menangkap tiga wanita cantik berbalut hijab dibelakang Armada anak sahabatnya


"Siapa mereka ?", tanya tuan Elmer


"Mereka anakku dan menantuku", jawab pak Agas


"Yang mana menantumu ?", tanya Bu Widya


"Mereka bertiga", menjawab santai


"Apaa", teriak Bu Widya


Sedangkan tuan Elmer langsung pergi ketempat Armada dan berdiri didepannya


"Ajari aku anak muda", tuan Elmer


"Ayaahh, apa yang kau lakukan hah ?", semakin berteriak


"Ayah hanya ingin belajar menjadi pria yang lebih bertanggungjawab lagi ", Menjawab santai


"Ayah ingin menikah lagi", bertanya dengan nafas naik turun


"Bukan ingin menikah lagi Bu...


belum selesai menjelaskan Bu Widya pergi begitu saja dan mau tidak mau tuan Elmer mengejarnya.


Mereka yang melihat itu ingin tertawa, tapi tidak berani. Karena tatapan tuan besar Zigaz Elmer sudah sangat menyeramkan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2