
"Apa yang kakak lakukan hah ?", membentak Zion,
"Diam,
Pulanglah ke rumah, ini bukan urusanmu",
"Ini urusanku, karena aku juga wanita kak, bagaimana bisa kakak memperlihatkan kemesraan dengan ***..*** didepan istri kakak", bentak Ziran
Kedatangan Ziran membuat Zion dan Gea terkejut, mereka yang sedang mempertontonkan kemesraan mereka diruang tamu dan didepan mereka ada Sinar yang berdiri tegak melihat itu atas perintah Zion.
Melihat itu membuat emosi Ziran semakin berapi-api. Bagaimana bisa kakaknya berbuat bodoh seperti itu. Kalau bukan memikirkan perasaan kakak ipar tersayangnya dia bisa pastikan kakaknya akan menuju alamat rumah sakit yang sama, seperti penjaga yang menahannya di gerbang utama tadi.
"Pulang sekarang", bentak Zion
"Baik aku pulang, tapi aku tidak pulang sendiri", berbicara sambil tersenyum tipis,
Mengerti akan maksud adiknya, Zion segera memperingati Ziran.
"Jangan bermain-main Ziran, aku tidak akan segan-segan padamu",
"Terserah", menganggap enteng.
Ziran tau sedari tadi wanita yang bersama Zion terus memperhatikannya. Tanpa memperdulikan kakaknya yang semakin tajam menatapnya dia menghampiri Gea.
plak plak
" Itu salam perkenalanku ", berbicara santai
"Ziran Elmer", bentak Zion
__ADS_1
Gea yang mendapatkan tamparan keras secara tiba-tiba membuat nyalinya menciut, melihat bagaimana Ziran berani melawan seorang Zion membuat dia yakin kalau Ziran mempunyai kekuatan besar dan bukan tandingannya. Dia akan membicarakan ini kepada orang-orang itu.
Sinar yang melihat bagaimana adik iparnya melawa seorang Zion ikut terkejut, adik ipar yang dikenalnya lemah lembut itu ternyata mempunyai sisi yang kejam juga seperti suaminya.
Pak Won dan para pelayan yang melihat itu biasa saja, karena mereka tahu seperti apa seorang Ziran Elmer. Wanita lemah lembut yang berbahaya dan menyeramkan. Kedatangan Ziran membuat Pak Won dan para pelayan tersenyum, mereka yakin kedatangan nona muda Elmer itu bukan hanya sekedar kedatangan biasa.
"Bawa nyonya muda ke kamar", perintah Zion,
"Baik tuan", jawab Pak Won
Ziran masih santai mendengar perintah kakaknya.
Pak Won dan para pelayan membawa Sinar pergi ke kamarnya, namun setelah sampai dikamar pak Won berbicara kepada Sinar
"Pergilah nyonya",
"Apa maksud paman ?", tanya Sinar yang bingung
"Aku tidak mau pergi paman, aku mencintai suamiku", jawab Sinar dengan tegas
"Pergilah nyonya, buatlah tuan muda mengerti akan kesalahannya, jika tuan muda sudah mengerti kesalahannya, tuan muda yang akan menjemput nyonya", jelas Pak Won lagi
Mendengar apa yang dikatakan Pak Won membuat Sinar berpikir apakah pergi dan menunggu jemputan suaminya adalah keputusan yang benar atau hanya akan memperpanjang masalahnya.
"Kami menanti kedatangan anda nyonya", ucap Pak Won dan para pelayan
.
.
__ADS_1
Suasana diruang tamu semakin tegang ketika Ziran menolak tegas untuk pergi sebelum tujuan kedatangannya dia dapatkan.
Dan Zion tahu apa tujuan adiknya itu.
"Pergilah, kau tidak akan mendapatkan atau membawa apapun",
"Jangan terlalu yakin", ucap Ziran dengan santai
Setelah percakapan itu semuanya kembali diam. Alangkah terkejutnya Zion ketika melihat Sinar turun dengan koper dibelakangnya yang dibawakan para pelayan.
"Apa yang kau lakukan", bentak Zion
"Maaf tuan", hanya itu yang diucapkan Sinar
"Sudah jangan menahan kami, waktku sangatlah mahal", ucap Ziran dengan santai sambil berjalan menuju kakak iparnya.
"Ayo kakak ipar", meraih tangan Sinar
Melihat langkah kepergian istrinya membuat Zion murka, dan mengejar istrinya. Namun langkahnya terhenti oleh anak buah Ziran yang cukup banyak, sehingga dia tidak dapat mengejar istrinya. Melihat mobil nona nya sudah keluar gerbang utama para anak buah Ziran langsung melepaskan Zion dan pergi mengikuti mobil Ziran.
"Semoga dengan cara ini kamu sadar kak", batin Ziran
"Aku menunggumu kak", batin Sinar
Jangan tanyakan dimana Gea, karena saat Sinar dibawah Pak Won ke kamar Zion menyuruhnya untuk pergi.
.
.
__ADS_1
.