Sinar Untuk Zion

Sinar Untuk Zion
Durian


__ADS_3

"Tuan, apa yang anda lakukan", kaget mendapatkan pelukan tiba-tiba dari Zion


"Jangan memanggilku begitu, aku suamimu",


Kedatangan Zion dirumah utama sudah diketahui semua penghuni rumah terkecuali Sinar.


"Suamiku, apa kamu sudah tidak marah ?", merasa bahagia mendapatkan pelukan hangat yang sangat dia rindukan


"Maaf atas kebodohanku", pinta Zion


"Aku sudah memaafkanmu", menjawab dengan enteng


"Kenapa kau begitu mudah memaafkan ku ?", tanya Zion yang bingung dengan sifat istrinya,


"Karena aku mencintaimu", menjawab dengan tersenyum


"Ternyata cinta buta itu sangat menguntungkan", batin Zion


"Kamu tidak mencintaiku haa ?", bertanya dengan bentakkan


Bingung dengan sikap istrinya yang tadi seperti seekor kucing manja kenapa tiba-tiba berubah menjadi seperti harimau galak


"Tentu saja aku mencintaimu, maka dari itu aku menjemputmu untuk kembali kerumah kita", tersenyum


"Aku tidak ingin kembali kerumah itu",


"Kenapa sayang ?", bertanya dengan lembut


"Aku ingin bersama Ziran disini, aku ingin kau robohkan rumah itu", berbicara dengan tegas


"Apaaa", teriak Ziran yang baru tiba


"Jangan meneriaki istriku", bentak Zion


"Jangan membentak Ziran", bela Sinar


Ditengah-tengah kegaduhan mereka, terdengar suara yang memanggil namanya. Suara yang tak asing bagi Sinar, suara yang sangat dirindukannya, suara yang selama ini minta bertemu tapi selalu ditolaknya.


"Anggiii", berlari dan langsung memeluk


Melihat Sinar yang berlari kencang membuat tuan Elmer dan ibu Widya menjadi geram dengan Anggi


"Heiii putri Agas apa yang kau lakukan", teriak tuan Elmer, membuat yang dituju menjadi ketakutan

__ADS_1


"Ayah jangan membentak sahabatku", sudah menangis


Zion dan Anggi yang melihat kejadian itu menjadi bingung


"Sinar sayang, ayah bukan bermaksud membentuk putri Agas, tapi ayah khawatir dengan kamu, kamu tau kan sekarang kamu sedang hamil", Ibu Widya yang mencoba menenangkan Sinar


"Apaaa", teriak Zion dan Anggi secara bersamaan


"Jangan berteriak", Tuan Elmer dengan suara meninggi


"Kau juga berteriak Zigaz Elmer", sahut tuan Pramudya


"Ayaah" berlari memeluk ayahnya


"Jangan berlari kencang sayang, ingat kamu sekarang membawa janin satu bulan diperutmu", nasihat tuan Pramudya. Namun, sebenarnya nasihat itu adalah singgungan untuk menantunya.


"Satu bulan ?", tanya Zion


"Iya", jawab mereka semua dengan serentak


Mendengar jawaban itu Zion langsung pergi ketempat Sinar yang berada di samping ayah mertuanya, dan tanpa mereka duga seorang Zion berlutut dibawah istrinya.


"Maafkan aku, aku sungguh bod*h",


Tanpa aba-aba Zion langsung memeluk Sinar dan langsung memberikan ciuman diwajah istrinya.


"Tapi aku belum memaafkan mu", tuan Pramudya


"Ayah, yang menjadi istrinya kak Zion itu aku bukan ayah" bela Sinar


"Sudah, lebih baik kita istirahat karena besok entah sampai kapan kita masih terus berjaga", jelas tuan Elmer


"Apa maksud ayah ?", tanya Zion yang bingung akan maksud ayahnya


"Cih, untuk apa aku menjelaskannya pada pria bod*h seperti mu", Sinis tuan Elmer yang langsung meninggalkan tempat.


Kepergian tuan Elmer disusul oleh ibu Widya, tuan Pramudya dan Pak Won. Sedangkan para anak muda Zion, Sinar, Anggi, Daren, Ziran dan Walt memutuskan untuk pergi ke halaman belakang atas permintaan Sinar.


"Sayang kamu mau makan apa ?", tanya Zion yang mulai memperhatikan kehamilan istrinya


"Aku ingin Durian",


Mendengar kata Durian membuat Ziran dan Anggi menjadi mual. Kalau Anggi hanya merasa mual beda halnya dengan Ziran yang merasa mual dan mulai merasakan firasat buruk.

__ADS_1


"Aku ada urusan, aku pergi dulu yaa", mencoba melarikan diri


"Adik ipar", memanggil dengan mata yang sudah berkaca-kaca


Tidak terima istrinya menangis, Zion akhirnya mengeluarkan serangannya


"Berani kau pergi, bisa aku pastikan restu ibu tidak akan pernah kau dapatkan",


Mendengar itu membuat Ziran menatap kesal pada kakaknya dan akhirnya dia pun menurut untuk tetap berada disitu.


Sedangkan Walt dan Daren hanya tersenyum karena mereka tahu apa yang akan terjadi.


Durian pesanan Sinar sudah ada didepan matanya. Zion pun langsung menyuruh Walt untuk membelah durian itu.


"Adik ipar dan sahabat terbaikku", Panggil Sinar dengan senyuman


Mendengar panggilan sahabatnya membuat Anggi membulatkan matanya dan langsung melihat kearah Ziran yang wajahnya berubah menjadi datar


"firasatku kenapa menjadi tidak enak begini", batin Anggi


"Aku ingin kalian memakannya", langsung pada intinya


"Sudah kuduga", batin Ziran dan Anggi


Para pria tidak berani tertawa, karena jika mereka berani tertawa bisa dipastikan para wanitanya akan langsung memberikan pelajaran kepada mereka.


Zion yang melihat ekspresi Ziran dan pucat nya wajah Anggi menjadi tertawa terbahak-bahak, karena dia tahu kalau Ziran sangat anti dengan Durian dan pucatnya wajah Anggi sudah dipastikan wanita juga itu anti Durian. Tapi tawannya itu segera terhenti ketika mendengar apa yang dikatakan istrinya.


"Suamiku, aku ingin kau juga memakannya", pinta Sinar


Ingin menolak, tapi wajah istrinya yang sudah terlihat seperti menangis membuat Zion mau tidak mau menurutinya


"Rasakan itu", batin Ziran, Anggi, Daren dan Walt


Daren dan Walt yang mendapatkan tatapan tajam dari Zion hanya tersenyum tanda memberikan semangat kepada Zion


.....


(CEO Itu Suamiku berganti judul yaa kakak-kakak menjadi Sinar Untuk Zion)


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2