
Tidak perlu bersusah payah mengambil hati ibu mertua itulah prestasi Sinar sekarang. Tujuan ingin membuat ibu mertuanya suka padanya sudah terwujudkan. Sekarang tinggal bagaimana dia harus lebih berusaha lagi untuk membuat suaminya jatuh cinta padanya.
Waktu makan malam sudah tiba, Zion dan Sinar sudah berada dimeja makan menikmati makan malam mereka tanpa suara. melihat hanya itu waktu yang pas berbicara layaknya suami istri membuat keberanian Sinar muncul untuk menyampaikan keinginannya.
"Kak, aku izin masuk kampus besok", Izin Sinar.
Melihat pergerakan makan Suaminya berhenti dan melihat bagaimana reaksi Pak Won membuat Sinar gemetar ketakutan.
"Perhatikan panggilanmu", ucap Zion
Mendapatkan respon yang berbeda dari apa yang dia bayangkan membuat Sinar berinisiatif memulai lagi pendekatan kepada suaminya. Sadar tujuan Suaminya mengarah ke kata panggilan Kak, membuat Sinar mempunyai ide untuk mendapatkan panggilan yang tepat untuk suaminya sesuai persetujuan Suaminya.
"Terus aku harus panggil apa?, aku tidak mau memanggil anda dengan panggilan tuan, karena aku istrimu bukan pelayananmu",
Mendengar apa yang dikatakan Sinar membuat Zion diam, baru kali ini dia kalah adu argumen dengan seseorang.
"Terserah tapi jangan panggilan itu, aku bukan kakakmu",
setelah mengucapkan kata itu Zion kembali melanjutkan makannya.
"iya suamiku",
Mendengar itu Zion langsung tersedak-sedak. bahkan sebutir nasi sampai keluar dari lubang hidungnya. Melihat tuannya yang mengalami kesulitan, membuat Sekretaris Walt dan Pak Won dan para pelayan kelabakan sampai bingung apa yang harus mereka lakukan untuk segera membantu tuannya.
Kepanikan yang berlebihan itu membuat Sinar tertawa, namun tawanya terhenti saat melihat tuan Zion benar-benar dalam kesulitan dan itu membuatnya takut, takut akan mendapatkan hukuman karena dialah penyebab dari kehebohan itu. Untuk menutupi ketakutannya dia langsung berdiri dari meja duduknya dan langsung menepuk-nepuk punggung suaminya, memberikan air minum untuk suaminya. Sekretaris Walt dan Pak Won yang melihat itu menjadi merasa sangat bodoh, akibat dari keterkejutan mereka karena mendengar panggilan Nyonya mudanya kepada tuannya membuat mereka tidak dapat berfikir mencari solusi mengatasi tuan mudanya yang tersedak-sedak itu.
"Sungguh berani", batin sekertaris Walt dan Pak Won
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa suamiku", tanya Sinar
"Apa kamu tidak lihat ha",
"Kenapa marah, aku hanya bertanya dan aku sudah membantumu", Sinar
"Itu bukan bantuan, tapi tanggungjawab karena kamu penyebabnya",
"Maaf suamiku",
" Jangan panggil aku dengan panggilan seperti itu bocah, membuatku sakit perut mendengarnya",
Setelah mengucapkan itu Zion langsung pergi meninggalkan ruang makan tersebut, namun baru beberapa langkah dia sudah berhenti karena kaget mendengar panggilan baru lagi dari istrinya.
"Iya om",
"Apaaa", berteriak karena kagetnya mendengar panggilan itu.
"Aku panggil kakak tidak mau, aku panggil suamiku merasa sakit perut mendengarnya, terus aku harus panggil apa", balas Sinar
"Jangan panggil aku om", masih menahan amarah
"Tapi honey, kamu memanggilku bocah, sedangkan aku itu bukan bocah lagi", membalas tak mau kalah
"Honey", hanya kata itu yang masuk ditelinga Zion
"Iya honey", balas Sinar
__ADS_1
"hah, panggil aku kakak dan setelah itu cukup panggil Walt dengan panggilan sekretaris Walt", keputusan final yang keluar dengan helaan nafas kasar.
"Baik kak", mengembangkan senyuman, namun yang diberikan senyuman malah membuang muka.
Setelah memberikan keputusan itu Zion kembali melanjutkan langkahnya, namun tiba-tiba panggilan Sinar membuatnya berhenti lagi.
"apa lagi", tanya Zion yang muali jengah
"aku mau minta izin, besok aku masuk kampus lagi yaa", pinta Sinar
"hmm, jaga batasanmu",
Mendengar itu membuat senyum Sinar semakin memancar.
Dia segera mengikuti langkah suaminya untuk kembali ke kamar walau makanannya belum habis.
Mendapatkan izin suaminya untuk kembali berkuliah dan akan melepas rindu dengan sahabatnya membuatnya sudah kenyang.
Kejadian yang terjadi saat itu mulai dari Zion yang tersedak dan sampai permintaan izin dari Sinar tidak luput dari pandangan Sekretaris Walt dan Pak Won.
"Awal yang baik", batin keduanya
Melihat tuan mudanya sudah memasuki pintu kamarnya, akhirnya Sekretaris Walt pamit untuk pulang mengistirahatkan diri.
.
.
__ADS_1
.
.