Sinar Untuk Zion

Sinar Untuk Zion
Pulang


__ADS_3

Kecewa pasti dirasakan ketika kita dibohongi, sekuat apapun seorang pria pasti ketika dibohongi dia akan kecewa, walau air matanya tidak keluar.


Itulah yang dirasakan seorang Zion Elmer sekarang, kecewa karena sebuah kebohongan seseorang.


Walau kecewa, rasa Ingin membalas kekecewaan itu tidak ada, namun yang dia lakukan mengikuti alur permainan itu, ingin melihat sejauh mana usaha penghianat kecil tersebut.


Berperan seakan-akan tidak mengetahui apa-apa dan akan terlihat seperti biasanya.


"Sepertinya akan menarik kalau aku mengikuti alur permainannya itu Walt",


"Benar tuan", jawab sekretaris Walt yang menyetujui rencana tuan mudanya untuk mengikuti alur permainan penghianat kecil itu.


"Bagaimana kabar gadis Silau itu", tanya Zion


"Nyonya muda baik-baik saja tuan, hanya sempat ingin keluar rumah tapi Pak Won bisa menghentikannya", jawan sekretaris Walt yang paham siapa gadis Silau yang dimaksud tuan muda Zion Elmer.


"Besok aku pulang ke rumahku", jelas Zion


"Baik tuan muda",


.


.

__ADS_1


.


Dirumah pribadi Zion Elmer


Sinar yang berada di kamarnya semakin bingung bagaimana caranya membuat CEO kanebo itu untuk jatuh cinta padanya, jika sampai sekarang suaminya itu belum pulang juga.


Sudah tiga hari statusnya menjadi nyonya muda Zion Elmer tapi belum bertemu dengan suaminya itu. Kejadian beberapa hari lalu karena ucapan Pak Won tentang bayangan kemarahan seorang Zion Elmer membuat nyalinya menciut untuk pergi kemanapun.


Dia ingin segera bertemu dengan suaminya, agar bisa meminta izin langsung untuk keluar rumah dan meminta izin untuk segera kembali kuliah setelah mengambil cuti beberapa hari.


Hari-hari yang dilalui Sinar didalam sangkar emasnya tidaklah terlalu bosan, karena walau tidak bisa keluar dia masih bisa berbagi kisah dengan sahabatnya lewat video call.


Waktu sangatlah cepat, yang tadinya Sinar Matahari meyapa sekarang berganti dengan sapaan Sinar bulan. Bermain game diatas ranjang king size sampai tidak sadar orang yang dinanti sudah berada didepan rumah dan disambut oleh kepala pelayan dan para pelayan.


"Anda sudah pulang", tanya Sinar dengan gugup karena tidak tau kepulangan suaminya dan tidak menyambutnya


"Hmm",


hanya balasan itu yang didapatnya, setelah sadar dari keterkejutannya dia langsung turun dari ranjang untuk membantu suaminya melepaskan pakaian. Walau dia masih muda dan sangat dimanja keluarganya tapi pengajaran bagaimana seorang istri berbakti kepada suaminya selalu diajarkan ibunya entah melalui perkataan dan melihat langsung seperti apa ibunya terhadap ayahnya.


Setelah membantu suaminya melepas pakaian, Sinar berinisiatif untuk menjalankan misinya lagi, menunggu suaminya dengan duduk manish diatas Sofa. Beberapa menit berlalu akhirnya orang yang ditunggu-tunggu selesai juga dengan aktivitas membersihkan dirinya, baru dia ingin memulai bersuara tapi sudah dihentikan oleh perintah sang Raja.


"Tidurlah",

__ADS_1


"Iya, anda mau dibuatkan teh hangat", tanya Sinar yang masih mencoba,


"Tidak", singkat padat dan jelas.


"yasudah, aku tidur duluan yaa, selamat malam


Tidak ada balasan, akhirnya Sinar menuju ranjang king size itu untuk memulai mimpi indahnya, baru beberapa langkah, langkahnya sudah tertahan.


"Kau mau kemana",


"Mau tidur", jawab Sinar


Yakin kalau pertanyaan selanjutnya larangan untuk tidur diatas ranjang tersebut, membuat Sinar langsung membuka suaranya lagi


"Aku tidak ingin tidur di Sofa, lagi pula aku kan istri bukan pelayan, jadi sah sah saja", langsung pergi ke tempat tidur dan menutupi diri dengan selimut tanpa perduli bagaimana reaksi sang Tuan muda yang menghela nafas


"hah...


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2