Sinar Untuk Zion

Sinar Untuk Zion
Kesempurnaan cinta


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan indah, cinta Zion kepada Sinar sudah menampakkan kilaunya.


Walau dia salah satu suami pencemburu tapi Zion bukan pria posesif yang mengekang istrinya. Dia melakukannya karena tidak ingin membuat Sinar merasa dikekang dalam cintanya.


"Suamiku, sepertinya panggilanku terlalu formal", kata Sinar


"Panggil Sayang", menjawab dengan santai


"Ok,"


"Kamu sudah siap", tanya Zion


"Aku sudah siap dari hari pernikahan", menjawab dengan santai


"Kenapa kamu tidak menggodaku", tanya Zion


"Karena itu akan aku lakukan kalau kamu sudah mencintaiku", berkata sambil memainkan jarinya didada Zion


"Dan aku sudah mencintaimu",


"Lakukanlah",


Tanpa a i u e o Zion membawa Sinar masuk kedalam kamar, menyempurnakan cinta mereka dalam sebuah penyatuan.


(Maaf yaa author tidak berpengalaman, kata ibu author menulis adegan percintaan suami istri itu tindakan yang tidak baik.)


.


.


.


.

__ADS_1


Pagi yang cerah, wajah yang bersinar.


Para pelayan yang melihatnya merasakan hari ini akan menjadi sangat tenang.


"Selamat pagi pengantin",


"Ibu, kapan ibu datang", tanya Zion dengan santai


"Semalam", menjawab dengan santai


"Anak ibu sudah bangun yaa, ini ibu buatkan makanan spesial", Bu Dewi


"Ibuu", berlari memeluk ibunya",


"Bocah",


"Bocah yang kau maksud itu sudah bisa mengandung",


Suara Tuan Elmer dari arah belakang, membuat Zion mendengus kasar. Apalagi disamping ayahnya ada ayah mertuanya yang sampai sekarang menatapnya dengan tajam.


"Pagi juga Zion", jawab tuan Elmer


"Pagi ayah mertua", mencoba mengambil hati ayah mertuanya


"Ternyata kau bisa juga menyapa ya menantu", membalas dengan ketus


"Maaf ayah mertua, aku bersikap seperti biasanya hanya kepada orang-orang yang belum ku kenal, benarkan Walt", menjelaskan dan memerintahkan Walt untuk membenarkan perkataannya.


"Benar tuan", jawab Walt


" Bagaimana urusanmu dengan Zavanya", menarik kursi dan duduk dengan sopan menunggu sarapan berat yang akan dihidangkan Pak Won


"Walt Sudah mengurusnya",

__ADS_1


"Benar tuan besar", jawab Walt


"Apa yang kau lakukan pada wanita itu", tanya tuan Elmer, karena dia yakin bukan hal biasa yang dilakukan sekretaris kanebo itu jika menyangkut seorang pengganggu.


"Saya membun...uhnya", menjawab dengan biasa saja


"Cih, yang begitu kau tidak ingin masuk neraka", Sindir Zion


"Saya sudah bertaubat tuan", menjawab dengan santai.


Tuan Elmer dan tuan Pramudya yang mendengar itu hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar, bisa-bisanya manusia itu membun...uh seseorang tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Para Nyonya yang mendengar itu bergidik ngeri, ada orang yang membun...uh tapi seperti tidak ada penyesalan diwajahnya.


"Kenapa kau membun..uhnya?, apa Zion yang menyuruhmu", tanya Bu Widya yang memberanikan diri. Selama ini dia tidak pernah bertanya atau menyapa sekretaris Walt karena melihat tatapan sekretaris Walt membuatnya takut, dan itu menjadi senjata ampuh tuan Elmer untuk mengatasi istrinya yang terus-menerus berbelanja sesuatu yang tidak penting, "Aku akan menyuruh Walt menjadi pengawal mu sayang kalau kau terus seperti ini", dan buktinya ancaman itu sangatlah ampuh.


"Aku tidak menyuruhnya membun..uh Vanya, Bu", Jawab Zion dengan cepat


"Tuan tidak menyuruh saya membun..uhnya nyonya, tuan hanya memerintahkan saya mengurusnya sampai selesai. Karena wanita itu bukan hanya menggangu tuan muda, tapi dia juga berusaha membuat tuan muda menjadi Duda",


"Apa maksudmu Walt", tanya tuan Pramudya


"Dia berusaha membun..uh nyonya muda, sebelum dia melanjutkan rencananya, saya sudah mengurusnya duluan", menjelaskan dengan santai


mereka yang mendengar pun hanya diam, tidak ada yang mampu membuka suaranya lagi, karena meski menjawab dengan santai nyatanya tetap mereka takut, termasuk tuan Elmer dan tuan Pramudya. Hanya Zion saja yang tersenyum mendengar itu menandakan dia puas dengan kerja sekretarisnya.


Walt yang melihat senyum taun mudanya semakin merasa bangga.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2