
Akhirnya pembukaan sudah lengkap, dokter mulai menginstruksi Sinar untuk mengejan
"Kalau rasa sakitnya hilang, jangan mengejan yaa"
Zion melihat langsung seperti apa perjuangan istrinya untuk buah hatinya dan melihat langsung bagaimana buah hatinya akan lahir ke dunia.
"Sedikit lagi, ayo bu semangat dan...
oeek week
Suara tangisan bayi yang sangat keras menggelar di ruangan, dokter dan perawat langsung membagi tugas, ada yang membersihkan bayinnya dan ada yang membersihkan ibunya"
Senyum Sinar yang mengembang melihat bayi mungilnya membuat Zion merasa lega, karena istrinya tidak apa-apa.
"Ibu miring ke kiri dulu yaa dan jangan tidur" kata perawat wanita itu
"Kapan istri saya dipindah ke ruang perawatan" tanya Zion
"Setelah kami sudah memastikan kalau istri bapak tidak mengalami pendarahan" jawab dokter Yuli
Beberapa menit kemudian perawat yang ditugaskan membersihkan si bayi mungil datang dengan membawa bayi itu.
Menyerahkannya kepada Zion.
"Selamat yaa pak, anak bapak laki-laki" kata perawat itu
Bahagia dirasakan Zion dan Sinar melihat bayi kecilnya lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun.
__ADS_1
Sedangkan diluar ruangan, tuan Pramudya dan tuan Elmer tidak henti-hentinya mengucapkan syukur atas keselamatan anak dan cucunya.
Anggi dan Daren yang baru datang melihat senyuman semua orang menjadi ikut tersenyum.
"Laki apa cewek, Ran ?" tanya Anggi kepada Ziran
"Laki" Menjawab dengan tersenyum dan akhirnya mereka berpelukan karena rasa bahagianya.
Akhirnya Sinar dipindahkan diruang perawatan, semua keluarga hadir. Ketika melihat semua yang hadir, pandangan Sinar tertuju pada dua orang,
"Kakak" Panggil Sinar
Gio dan Gani mendengar panggilan itu dan melihat tatapan Sinar kepada mereka, akhirnya mereka mendekat. Menggenggam tangan adiknya dan mengucapkan selamat serta kata maaf.
"Siapa dia ?" tanya Sinar yang melihat satu wanita yang sedari tadi ada bersama mereka, lebih tepatnya berada disamping Gani
"Selamat yaa kak, maaf aku tidak hadir di pernikahan kakak"
"Tidak apa-apa adikku sayang" jawab Gani mengelus kepala Sinar
Sinar tersenyum melihat kearah kakak iparnya, dia yakin perempuan itu perempuan baik-baik.
.
.
Kebahagiaan dua keluarga besar menyambut kedatangan si kecil Zaen Elmer.
__ADS_1
Tuan Pramudya memutuskan untuk kembali dirumahnya, awalnya Sinar menolak, tapi setelah ayahnya mengatakan dia akan tinggal disana bersama Gani dan juga istrinya, akhirnya Sinar luluh juga. Dia percaya kakaknya. Gani menjadi sekretaris pribadi Daren dalam mengurus perusahaan Pramudya. Bukan tanpa alasan Daren yang menjadi pimpinan sekarang, karena ini termasuk tugas yang diberikan Zion kepada Daren untuk menjaga hak istrinya.
Hari-hari Zion dan Sinar menjadi lengkap akan kehadiran baby Zaen dan kericuhan para kakak yang selalu memperebutkan baby Zaen. Tuan Pramudya setiap hari datang pagi-pagi untuk melihat cucunya.
Zion dan Sinar tidak sangat bahagia, melihat buah hati mereka mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari orang-orang disekelilingnya.
Hadiah demi hadiah datang dari sejumlah teman dan rekan bisnis Zion
Ucapan selamat juga tak henti-hentinya mereka dapatkan.
Sebagai bentuk rasa syukur mereka atas kelahiran putra pertama mereka, Zion membangun rumah sakit bersalin gratis untuk mereka yang tidak mampu.
Seperti nama perpustakaan mereka Sinar Ilmu, begitu juga nama rumah sakit yang dibangun Zion yang diberi nama Sinar Bunda
Harta yang paling berharga adalah keluarga
TAMAT
.
.
.
.
Terimakasih sudah membaca kisah Zion dan Sinar 🙏🏻
__ADS_1
Maaf jika penulisannya masih banyak kekurangan 🙏🏻