
Hari berganti, tak terasa waktu sudah mendekati hari persalinan Sinar.
Tuan Pramudya dan Tuan Elmer semakin gencar membujuk Sinar untuk melakukan persalinan secara Caesar.
"Ayah, apa ayah tidak bosan ?" mulai jengah dengan sikap ayahnya, yang selalu mengajak kumpul bersama tapi ujung-ujungnya membujuk Sinar untuk melakukan persalinan secara Caesar.
"Kau tidak tau apa-apa" setelah mengatakan itu tuan besar pergi meninggalkan tempat, mereka yang melihat itu hanya bisa pasrah. Bahkan perkataan ibu Widya yang sudah dua kali melahirkan normal tidak didengarkannya.
Tuan Pramudya hanya diam saja, padahal biasanya dia akan banyak bicara.
"Ayah, ada apa ?" tanya Sinar yang melihat diamnya ayahnya
"Tidak nak, ayah istirahat dulu" setelah mengatakan itu tuan Pramudya langsung pergi untuk berisitirahat.
"Sudahlah nak, jangan terlalu dipikirkan apa yang dikatakan ayah dan mertuamu itu, sekarang kamu harus mempersiapkan diri dan tenaga" hibur ibu Widya
"Sayang" panggil Zion
"Aku tidak apa-apa sayang" jawab Sinar
.
.
__ADS_1
Pagi yang cerah, namun sedari tadi Sinar tidak beranjak dari tempat turunnya dan tidak juga mengeluarkan satu kata pun. Zion mengira istrinya itu tidur, sampai saat dia memegang tanya istrinya dan sinar balik menggenggam tangan nya dengan kuat.
"Ada sayang" tanya Zion yang mulai khawatir
"Sepertinya aku sudah mau melahirkan" jawab Sinar
Kaget sudah pasti, Zion berteriak memanggil ibunya dan benar saja Istrinya sudah mau melahirkan. Zion membawa Sinar menuju mobil dan dimobil Armada sudah menunggu. Tuan Pramudya dan tuan Elmer mendengar teriakkan ibu Widya, langsung pergi ke rumah sakit, tanpa mereka sadari ibu Widya tertinggal. Sehingga wanita itu pergi bersama Ziran dan Walt.
"Kamu kuat sayang" mencoba terlihat tenang agar istrinya juga tenang
"Iya, aku kuat" tersenyum melihat suaminya.
Rasa sakit karena pembukaan jalan lahir memanglah tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Dokter kandungan sudah mulai memeriksa dalam.
"Sudah pembukaan enam, ibu jangan mengejan dulu, tunggu sampai pembukaannya lengkap dan harus mengikuti instruksi dari saya" kata dokter Yuli
Sesekali ibu Widya datang melihat keadaan didalam.
"Kamu kuat nak" memberikan semangat kepada menantu kesayangannya
Sinar hanya tersenyum menanggapi itu.
Sedangkan dua calon kakek-kakek diluar, semakin merasa khawatir. Mereka teringat proses melahirkan Bunda nya Sinar.
__ADS_1
Kedua orang itu bukan tanpa alasan pergi ke rumah sakit duluan tadi, mereka pergi untuk memeriksa keadaan dan mengecek para dokter kandungan khususnya dokter yang mereka percayakan untuk mengurus persalinan Sinar.
"Kalian berdua duduklah dengan tenang" ajak tuan Agas
Namun tuan Pramudya dan tuan Elmer tidak menggubrisnya,
"Kalian harus tau, Ajal, jodoh, rezeki sudah diatur. Seandainya dulu Dewi melahirkan secara Caesar tetap saja dia akan meninggal, karena itu sudah waktunya" perkataan Pak Won
Mendengar apa yang dikatakan pak Won, tuan Elmer dan tuan Pramudya sedikit menjadi tenang.
Sedangkan diruangan, Sinar semakin merasakan rasa sakit itu. Zion terus berdoa dalam hatinya dan terus membisikkan kata cinta untuk menyemangati istrinya tak lupa dengan permintaan maaf.
Seketika bayangan waktu dia menyiksa Istrinya muncul diingatannya, tanpa dia sadari air matanya keluar.
"Sayang jangan menangis" hibur Sinar
"Maaf sayang"
Dokter Yuli datang lagi untuk memeriksa sejauh mana sudah pembukaan itu
"Sudah pembukaan delapan"
.
__ADS_1
.
.