Sinar Untuk Zion

Sinar Untuk Zion
Kembali ke kampus


__ADS_3

"Anggiiiii", teriakan Sinar memanggil sahabatnya yang berada beberapa meter darinya. Teriakan yang mengundang perhatian para mahasiswa lainnya, namun ketika melihat siapa yang berteriak mereka yang awalnya ingin menegur menjadi bungkam karena terpesona dengan gadis itu, senyumnya yang indah dan wajahnya yang bersinar seperti namanya.


Mendengar namanya dipanggil dengan suara tak asing, suara sahabat yang dirindukannya karena sudah seminggu mereka tidak bertemu dan hanya bersua lewat panggilan telepon.


"Sisiiii", berlari mendekati sahabatnya dan langsung memeluknya


"wah pengantin baru yang baru keluar sangkar, bagaimana malam pengantin mu Si ?", tanya Anggi dengan suara pelan yang hanya dua dan Sinar yang mendengarnya.


"Sendiri, dengan status yang terikat tapi hati yang terlepas", menjawab dengan dramatis


Tau kalau jawaban dramatis sahabatnya sebuah kejujuran membuat Anggi bertanya


"Apa yang terjadi",


namun sebelum Sinar menjawabnya waktu masuk matkul pertama sudah didepan mata, akhirnya mereka memutuskan untuk bercerita setelah matkul selesai.


Akhirnya matkul itu sudah selesai, tanpa aba-aba Anggi langsung menarik tangan Sinar untuk pergi ke kantin, karena dia yakin sahabatnya butuh pundak untuk menyandarkan kepalanya.


"Si, kamu ngga bisa bohong dari aku, kita sudah bersama dari kecil", langsung memberikan peringatan untuk Sinar agar tidak menutupi masalahnya sendiri.


Sinar akhirnya menceritakan kepada Anggi, tapi Sinar tidak menceritakan tentang Zion yang mencekiknya. Jika dia cerita tentang itu bisa dipastikan bagaimana Tuan Pramudya dan kedua kakaknya mengamuk, dan dia yakin kalau Tuan Elmer tidak akan melindungi putranya sendiri dari amukan ketiga pria yang selalu melindunginya itu.


"Sabar ya Si, aku yakin cepat atau lambat si Master kanebo itu bakal ter silau silau akan Sinar mu",


"Aku juga yakin itu", keyakinan Sinar


Disaat keduanya sedang asik makan sambil mengobrol membagi kisah, datang seorang pemuda tampan bisa dilihat dari penampilannya dia bukan orang biasa. Anggi tau pemuda itu sedari tadi memperhatikan sahabatnya dan dia yakin pasti pemuda itu akan segera menghampiri mereka.


"ehemm, boleh ikut gabung", tanya pemuda itu


"boleh", jawab Sinar


"tidak", Jawab Anggi


(Menjawab dengan berbarengan)


"Kalau begitu aku pilih jawaban yang membolehkan", kata pria itu yang langsung berniat untuk duduk disamping Sinar. Namun, belum juga duduk perkataan Sinar langsung menghentikan gerakannya.

__ADS_1


"Kakak duduk disamping sahabat saya saja ya", pinta Sinar, dia tau pria itu seniornya.


"eh iya", kata pria yang menjadi salah tingkah


Melihat itu Anggi menyunggingkan senyuman mengejek.


"Jangan mengejekku, nanti kamu jatuh cinta",


"kalau aku jatuh cinta sama kamu maka kamu harus bersyukur", kata Anggi.


Tak ingin membalas perkataan Anggi yang nanti hanya menimbulkan perdebatan panjang dan menghancurkan misinya untuk mendekati gadis cantik didepannya saat ini, dia pun langsung mengalihkan pembicaraan.


"Nama kamu siapa",


"Aku Sisi", jawab Sinar,


"Aku Daren",


"Aku sudah tau namamu Anggi, jadi aku tidak perlu bertanya",


Mendengar itu Anggi hanya cuek, tidak menggubrisnya.


"Aku tidak punya pacar kak", jawab Sinar sekenanya,


Anggi sudah bisa tebak apa yang akan terjadi selanjutnya, maka dari itu dia diam mengumpulakan tenaganya untuk tertawa.


"Kalau begitu aku boleh maju",


"Tidak boleh", jawab Sinar dengan santai tapi penuh ketegasan.


"Kenapa?, apa aku kurang tampan?, kalau soal harta tidak perlu ditanya karena hartaku tidak akan habis sampai tujuh turunan kita, oh iya namaku Daren Herbert", rentetan pertanyaan dan pengenalan diri secara detail.


"Bukan begitu kak, kakak tampan dan aku juga bisa lihat kalau kakak orangnya baik, dan aku juga bisa tebak kalau kakak orang yang sangat berada", Jawab Sinar


"Terus kenapa?",


"Aku sudah menikah", berbicara yang hanya mampu didengar Anggi dan Daren dan langsung memperlihatkan cincin pernikahan yang sangat mewah yang melingkar dijari manisnya.

__ADS_1


"What", berteriak hingga menjadi pusat perhatian


Bwhahahaha, Anggi yang sudah tidak tahan menahan tawanya langsung tertawa terbahak-bahak melihat keterkejutan dari pria disampingnya.


"Kamu serius",


Bertanya dengan tergagap, namun ketika pandangannya kembali ke arah cincin pernikahan itu membuatnya sadar kalau cincin itu sangatlah mahal, harganya bisa membeli lima rumah mewah beserta sertifikatnya. Setelah beberapa saat, seketika membuatnya terdiam dengan raut wajahnya yang berubah datar dan itu tidak luput dari pandangan Sinar dan Anggi.


"Kamu Sinar Pramudya", tanyanya dengan suara pelan namun terdengar sangat serius.


"Iya", jawab Sinar dengan tegas


"oh astaga, pantas saja si dingin itu menutup wajahmu dihari pernikahan, ternyata dia tidak ingin kecantikan istrinya dinikmati orang lain",


Mendengar itu Sinar dan Anggi menjadi saling pandang, pria ini berani menyebut tuan Zion dengan sebutan si dingin, berarti dia orang dekat dari Zion


"Aku sepupunya Zion, ibuku dan tante Widya saudara kandung", langsung menjelaskan tanpa ditanya.


"Sebenarnya aku disini bukan untuk menjadi Mahasiswa, tapi ingin mencari calon istri", mulai curhat


"Kenapa harus dikampus kak", tanya Sinar


"Karena disini aku bisa melihat banyak gadis-gadis dan langsung bisa menilai kelakuan mereka", jawab Daren


"hmmm"


"hei kakak ipar, dehemanmu itu sudah seperti si dingin", ngeri mendengar deheman Sinar.


Hari kembalinya lagi Sinar ke Kampus, bertemu Sahabat dan mendapatkan teman baru lebih tepatnya bertemu adik ipar.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2