
Ditengah-tengah pembicaraan mereka, tiba-tiba pintu terbuka. Mereka melihat tajam kearah Daren karena tidak mengunci pintu itu.
"Jangan menatap ponakan ku seperti itu, aku yang memintanya untuk tidak mengunci pintu", jelas ibu Widya
Melihat Istrinya yang ingin ikut terlibat, membuat tuan Elmer yakin bahwa istrinya tau akan sesuatu tentang hal ini.
Ibu Widya langsung melangkah pergi ketempat Suaminya dan duduk disamping suaminya. Dalam keadaan seperti itu masih sempat mereka mempertontonkan kemesraan sehingga membuat yang lain menjadi dongkol
"Tidak perlu aku bertanya lagi apa yang sebelumnya kalian bahas, karena sedari tadi aku mendengarnya lewat panggilan rahasia aku dan ponakan tersayang ku", tersenyum kearah Daren
Yang diberi senyuman tidak ada pilihan lain selain membalas senyuman itu, walaupun dia mendapatkan tatapan yang tajam dari para pria diruangan itu.
"Lebih baik berurusan dengan kalian daripada aku harus menerima ceramah ibuku yang pedas akibat laporan tante Widya yang sudah pasti dia lebih-lebihkan" batin Daren
Melihat semua orang masih menatap tajam ke arah Daren, Ibu Widya langsung berbicara dan menyampaikan apa yang selama ini dia tau sehingga mereka mengalihkan pandangannya
"Kau tau Mudya, semua ini salahmu",
"Kenapa jadi salahku ?", tanya tuan Mudya Pramudya
"Iya ini salahmu, kau ingat waktu kau membeli bunga padaku dulu aku bertanya untuk siapa bunga ini, dan kau menjawab untuk Dwi ", terang Ibu Widya
"Iya, karena saat itu yang aku tahu namanya Dwi",
__ADS_1
"Namanya memang Dwi, tapi kenapa saat kau melamar yang kau lamar itu Dewi ha ?", bentak Ibu Widya
"Aku melamar Dewi karena aku merasa nyaman dekat dengan Dewi, walaupun kami baru bertemu sehari. Sedangkan bersama Dwi aku tidak merasakan rasa nyaman seperti rasa nyaman bersama Dewi walaupun kami sudah kenal lama", jelas tuan Pramudya
"Itu yang membuat hubungan kakak beradik itu renggang, Kau mengatakan kepada Dwi untuk melamarnya tapi saat kau ditanyakan ingin melamar siapa, kau menjawab nama Dewi berulangkali dengan tegas",
Zion yang sedari tadi diam, mendengar apa yang dikatakan Ibunya membuat dia menatap tajam kearah ayah mertuanya, bukan hanya dia tapi semua pria diruangan itu
"Hei Zion, aku ini ayah mertuamu jangan menatap ku begitu",
"Kalau anda tidak melakukan hal itu, istriku tidak akan ada yang mencoba membu**hnya", Bentak Zion
"Kalau aku tidak menikah dengan Dewi, istrimu itu tidak akan ada",
Belum Zion meneruskan ucapannya, tuan Elmer sudah memperingatkannya dengan keras
"Zion Elmer, jaga sopan santunmu", tegas tuan Elmer
Mereka yang ingin berbicara menjadi memilih untuk Diam, tidak ada seorang pun yang berani mengeluarkan suara termasuk Zion ketika melihat seorang Zigaz Elmer sudah mengeluarkan suara yang meniggi.
"Kau yang harus menyelesaikan ini sebagai seorang pria Mudya", tegas tuan Elmer
"iya, aku yang akan menyelesaikannya",
__ADS_1
"Bagaimana dengan Gio dan Gani ?", tanya paman Agas
"Mereka biar saya yang urus tuan", Jawab Walt
"Gea ?", tanya Daren
"Tidak perlu memikirkan dia, sekarang Ziran sudah membawanya kerumah sakit jiwa", Jawab Walt dengan senyuman
Ibu Widya yang mendengar itu hanya pasrah. Karena dia sudah tau seperti apa anak perempuannya. Ketika orang terdekatnya diganggu maka dia yang akan membalaskannya
Suara ketokkan pintu terdengar, seorang pelayan mengetok pintu kerja tuan Elmer dengan keras.
tok tok tok
"Apa yang terjadi ?", tanya Walt, dia yakin pasti ada sesuatu karena para pelayan tidak ada yang berani mengetok pintu kerja tuan besar itu kalau bukan hal-hal yang penting
"Itu tuan, Nyonya muda dibawa Ibunya", jawab pelayan itu dengan terbata-bata
Semua pelayan sudah mendapatkan perintah dari tuan besar, kalau ibu Dewi datang jangan biarkan dia membawa Sinar keluar dari rumah utama, cukup menemui Sinar dan mereka tidak boleh meninggalkan Sinar sendiri. Entah bagaimana ibu Dewi berhasil membawa Sinar pergi lewat gerbang utama.
"Apaaa", teriak mereka semua
.
__ADS_1
.