
"Aku menyakiti wanita itu, Walt"
"Jangan lampiaskan kekecewaan anda kepada nyonya muda tuan", saran Walt
"Cih, nasihatmu terlambat seharusnya kamu memberikan nasihat itu sebelum aku kembali pulang ke rumah"
"Maaf atas kesalahan saya tuan", merasa bersalah karena membuat tuannya merasa bersalah akibat mencekik istrinya
Walt yang melihat raut wajah tuan mudanya yang merasa bersalah karena menyakiti wanita yang tidak bersalah menjadi sangat emosi. Karena ulah belut itu, wanita lain yang harus menjadi pelampiasan tuan mudanya.
"Saya harap anda dapat menahan amarah anda tuan, biar bagaimanapun nyonya muda itu seorang wanita" saran Walt
"Kalau bocah itu bukan wanita aku tidak akan menikahinya", berkata sedikit membentak
"iya tuan, nyonya muda seorang wanita", bingung mau menjawab apa lagi
"Dia menyebutku Master Kanebo"
__ADS_1
"ternyata nyonya muda memang darah Pramudya",
"Maksudnya ? " tanya Zion
"Nyonya muda sangat berani memberikan anda gelar yang seperti itu, tuan" jawab Walt
"hmm, menarik"
"Jangan bermain-main tuan muda, jangan sampai anda " mencoba memperingati tuan mudanya
"hmmm"
"Anda tau sendiri tuan, kalau nyonya muda mempunyai tekad yang bulat untuk membuat anda jatuh cinta padanya dan anda tau darah Pramudya tidak akan menjerat seseorang dengan kelicikan"
"Dan itu semakin menarik"
Sekarang Sinar dan Ibu Widya berada disalah satu pusat perbelanjaan yang terkenal. Sama-sama saling mengakrabkan diri sebagai menantu dan mertua. Melihat kedekatan mereka orang-orang beranggapan jika mereka adalah ibu dan anak kandung. wajar jika seperti itu karena tidak semua mertua dan menantu itu akur.
__ADS_1
Tidak sedikit kita dengar cerita tentang menantu yang sering menangis karena mertua dan tidak sedikit kita dengar mertua yang masih dianggap asing oleh menantu.
Masuk dari toko satu ke toko yang lainnya berbelanja tanpa memikirkan uang listrik. Lelah berjalan akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Restoran mewah yang berada didepan pusat perbelanjaan itu. Menikmati makanan sesuai pesanan masing-masing.
"Sinar kapan masuk kampus lagi", tanya ibu Widya, tidak perlu waktu berminggu-minggu dalam beberapa jam mereka sudah akrab
"Sebenarnya besok bu, tapi Sinar belum minta Izin sama Kak Zion", jawab Sinar
Mendengar jawaban Sinar membuat ibu Widya tersenyum, pantas saja suaminya sangat ingin menjadikan Sinar sebagai menantunya. Terlepas dari Sinar anak sahabatnya dan sangat dimanja ternyata gadis itu tau aturannya ketika sudah menjadi istri dan itu adalah ajaran kedua orangtuanya.
"Jujur awalnya ibu kurang suka dengan keputusan perjodohan kalian, karena ibu berfikir anak yang sangat dimanja keluarganya akan sulit menurut kepada suaminya karena, tapi setelah ibu sarapan pagi dengan kalian keraguan itu langsung hilang"
"Sinar senang setidaknya jika ibu belum suka sama Sinar, dihari pernikahan ibu tidak langsung menyusul Sinar dirumah Kak Zion dan marah-marah, Sinar hanya takut bayangan ibu mertua antagonis ikan terbang, hehe" jawaban Sinar yang membuat ibu Widya semakin menyukainya.
Tanpa mereka sadari ada mata yang melihat kedekatan mereka dengan kilatan amarah. Bagaimana tidak, wanita yang dulu mendukung dirinya kini dekat dengan menantunya itu.
Hari itu dia melihat seperti apa rupa Sinar Pramudya wanita yang menjadi istri dari pria yang dicintainya.
__ADS_1
Gadis cantik yang sangat terawat, tanpa polesan make up sudah sangat memancarkan kecantikannya sehingga membuat mata pengunjung pria melihat kearahnya, ada yang ingin mencoba mendekati tapi ketika melihat pengawal yang berada di dekat wanita itu membuat mereka mengurungkan niatnya karena mereka yakin wanita cantik itu bukan wanita sembarang yang bisa mereka dekati.
"Yang menjadi milikku tidak boleh direbut", batin wanita itu