
"Nyonya, Izinkan saya menikahi Ziran",
"Kau... apa tidak punya cara yang lebih dramatis untuk meminta restuku", tunjuk ibu Widya
"Tidak, dan saya juga tidak tahu seperti apa cara dramatis yang anda inginkan, karena saat saya menyatakan perasaan saya kepada Ziran, saya juga langsung pada intinya"
"Oh yaa ampun, berusahalah lebih baik lagi untuk mengambil restuku", ketus Bu Widya
"Apa anda mau Ziran mengandung sebelum menikah nyonya ?",
"Dasar pria kurang aj**, beraninya kau menghamili anakku", teriak ibu Widya
"Saya akan melakukannya, jika anda mempersulit jalanku nyonya", tegas Walt
Rasa takut ibu Widya ketika berhadapan langsung dengan Walt, apalagi saat ini laki-laki itu mengeluarkan ancaman padanya. Sebenarnya bukan ancaman itu yang dia takutkan, dia tahu Walt tidak pernah main-main dengan ucapannya tapi dia yakin kalau suami dan anak laki-lakinya tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Ibu, restui saja mereka. Aku yakin mereka berdua akan menjaga anakku ini dengan baik",
"Menantuku sayang, bukan ibu tidak merestui mereka. Tapi ibu takut padanya, ibu takut punya menantu kaku sepertinya", bisik ibu Widya kepada Sinar
"Ibu, apa ibu tau siapa yang lebih kaku dan seram daripada calon menantu ibu itu ?", tanya Sinar
"Siapa ?",
"Putra ibu, suamiku", menjawab dengan senyuman
Mendengar apa yang dikatakan Sinar, walaupun yang dikatakan Sinar adalah laki-laki yang lebih kaku dari Walt, perkataan yang orang lain dengar seperti tidak ada maknanya, tapi menurut ibu Widya itu adalah jawaban atas kegelisahannya.
"Baiklah, aku merestui kalian",
__ADS_1
"Terimakasih ibuku sayang", Ziran memeluk ibunya
"Tapi setelah menikah kalian harus tinggal dirumah utama ini, nanti setelah usia pernikahan kalian satu tahun baru kalian boleh pindah ke rumah kalian sendiri", syarat ibu Widya
"Setuju", jawab Walt dengan tegas
Kenapa aku punya menantu seperti ini,
"Dan aku sudah tidak ingin besanku nanti masih bekerja sebagai kepala dapur di rumah utama ini",
"Terserah kau saja", Pak Won
"Paman masih bisa melihatku, aku akan sering mengunjungi paman dirumah pribadi paman", Zion memeluk pak Won yang selama Ini sudah menjaganya dengan baik seperti dia menjaga anaknya sendiri.
"Bagaimana selanjutnya Walt ?", tanya tuan Elmer,
"Aku akan menikahi Ziran tiga hari lagi, serahkan saja semuanya padaku", jelas Walt
"Karena aku mengagumi tuan mudaku, tuan", menjawab tegas
"Baiklah semua sudah beres, kita tinggal menyiapkan diri saja. Maka dari itu kita harus beristirahat", sambung tuan Elmer
Ziran yang bahagia terus saja memeluk kakak iparnya, dia tidak sadar kelakuannya itu memancing rasa jengkel pada diri Zion
"Jangan terus memeluk istriku", mengambil Sinar dari pelukan Ziran dan membenamkan kepala istrinya itu didadanya
"Hei kak, apa bedanya dengan kau", ketus Ziran
"Jelas ada bedanya, karena aku Suaminya",
__ADS_1
Tidak memperdulikan Ziran yang terus meneriakinya, Zion terus saja melangkah membawa istri tercintanya, menggendong istrinya ala bridal style.
Perhatian Zion kepada Sinar, yang akan mengabulkan apa saja keinginan istrinya, yang membuat wanita lain cemburu akan kebahagiaan gadis itu.
Seperti beberapa waktu lalu, ketika Sinar meminta dibangunkan perpustakaan, Zion langsung membangunkannya dan akan mereka namakan perpustakaan Sinar Ilmu.
"Sayang, kenapa kau meminta dibangunkan perpustakaan ?", tanya Zion
"Aku ingin melakukan hal-hal yang bermanfaat saja sayang, dan aku ingin nanti kau langsung yang mengurus perpustakaan itu dan menggratiskan siapa saja yang datang membaca disana", jelas Sinar
"Aku sangat beruntung memiliki istri sebaik, secantik dirimu", mengecup bi**r istrinya
"Sayang, keadaanmu sudah sangat membaik, apa boleh...
Mengerti apa maksud suaminya, tanpa menunggu suaminya bergerak duluan, Sinar langsung menangkap wajah Suaminya dan menci**m bi**r suaminya. Melepas rindu dalam sebuah penyatuan cinta.
"Sayang", panggil Sinar yang sudah lemas disamping suaminya
"hmmm", mencium kepala istrinya
"Kau sangat ganas", Rajuk Sinar
"Kau ingin mengulanginya lagi", goda Zion
Tidak menggubris perkataan Zion, Sinar menutupi dirinya dengan selimut dan pergi ke alam mimpinya
"Aku mencintaimu", ucapan Zion sebelum dia ikut memejamkan matanya mengikuti istrinya yang sudah berada di alam mimpi
.
__ADS_1
.
.