
"Katakan apa yang ingin kau katakan",
"Jangan terlalu terburu-buru ayah", jawab Gio
"Waktuku sangat mahal, cepat katakan", tegas tuan Pramudya
"Aku ingin ayah melepaskan jabatan ayah dan memberikannya kepadaku, dan tanda tangani ini", jelas Gio
"Apa ini ?", tanya tuan Pramudya yang seolah-olah tidak mengerti
"Aku tahu ayah tidak bo**h sehingga tidak tau berkas apa ini", Sinis Gani
"Baiklah jika ayah ingin terlihat bo**h didepan kami, maka aku akan dengan senang hati menjelaskannya. Ini adalah surat kepemilikan Hotel Pramudya dan aku ingin ayah menyerahkan Hotel itu kepada Gani",
"Apa kalian pantas ?, bahkan nama Pramudya dibelakang nama kalian saja sudah tidak pantas untuk kalian", berbicara dengan santai
"Jaga ucapan ayah, selama ini kami menghormati mu dan memanggilmu ayah karena kau kakak ayah kami dan kau sudah merawat kami", bentak Gani
"Seperti ini yang kau katakan menghormati, memaksakan kehendak kalian untuk apa yang bukan menjadi hal kalian ?",
"Kami berhak, karena kami bagian dari Pramudya", teriak Gani
__ADS_1
"Jangan terlalu percaya diri dan ingat sampai kapan pun Perusahaan Pramudya dan Hotel Pramudya tidak akan kalian miliki. Kalian sudah aku berikan apa yang seharusnya kalian miliki", jelas tuan Pramudya
"Kau hanya memberikan kami hak terhadap perusahaan cabang, apa itu adil untuk kami ?", bentak Gio
"Itu sangat adil untuk kalian, kalian harus ingat hanya keturunan Pramudya yang berhak atas perusahaan Pramudya dan Hotel Pramudya.
"Baik, jika ayah masih bersikeras untuk tidak memberikan apa yang kami mau, maka dengan terpaksa kami harus memaksa ayah dengan cara yang lebih tegas lagi", menodongkan senjata kearah tuan Pramudya dan ...
dor
Satu bunyi tembakan, namun suara kesakitan bukanlah suara tuan Pramudya, tapi suara kakaknya. Saat Gani menengok kearah belakang ternyata disana ada Zion, Walt dan Daren, dia melihat senjata itu ada ditangan Zion, baru dia melangkah Walt sudah menahannya dengan tembakan dikaki pula
dor
"Aku hanya melindungi tuanku", menjawab santai
"Angkat mereka, jangan biarkan mereka mati karena istriku sudah berpesan untuk tidak menyakiti dua bedebah sialan ini", perintah Zion
Sesuai dengan perintah Zion, mereka membawa Gio dan Gani di ruang rahasia yang berada di rumah utama keluarga Walt. Mereka mendapatkan pengobatan yang layak atas permintaan tuan Pramudya, padahal Zion ingin membiarkan mereka begitu saja, karena dengan tidak membun**h kedua orang itu adalah sebuah keberuntungan untuk mereka.
"Cih, ternyata kalian tidak jau berbeda dengan ayah kalian", sindir tuan Elmer
__ADS_1
"Jangan pernah kau bawa-bawa ayahku", teriak Gani
"Hei anak muda, sepertinya sia-sia Mudya mengasuh kalian dan menyekolahkan kalian tinggi-tinggi, kalau ujungnya akan sama seperti ayah kalian", sinis tuan Win
"Sudah kubilang jangan bawa ayahku", bentak Gani
Gio hanya diam, dia terus memperhatikan raut wajah tuan Pramudya yang terlihat khawatir kepada mereka. Hal itu juga dirasakan Gani, walaupun dia terus saja berteriak membela ayahnya tapi perhatian tuan Pramudya bisa dia rasakan.
"Sepertinya kalian harus tau sekarang, agar kalian itu tau diri dan tau berterimakasih kepada orang yang tulus menyayangi kalian", tuan Agas
Satu persatu orang tua berbicara, mengungkapkan apa yang ingin mereka ungkapkan
"Apa maksud paman ?, apa ini karena ayah kami yang meninggal karena kecelakaan untuk menyelamatkan hak nya ?", bentak Gio dan memandang sinis Paman Agas
"Cih, jangan terlalu percaya diri anak muda", Sindir tuan Elmer
.
.
.
__ADS_1