Sinar Untuk Zion

Sinar Untuk Zion
Sedikit rasa


__ADS_3

Mobil Sinar sudah memasuki gerbang utama. Dari jauh Sinar sudah melihat Pak Won yang dan para pelayan yang akan menyambut kedatangan tuannya namun wajah mereka seperti ketakutan. Sinar pikir mereka disitu bersiap untuk menyambut kedatangan Zion yang mungkin akan sampai beberapa menit lagi. Nyatanya dia yang disambut karena Zion sudah kembali dua jam yang lalu.


Saat mobil Sinar sudah berada tepat didepan Rumah, Pak Won langsung bergerak cepat membukakan pintu mobil untuk Sinar keluar tanpa menunggu sang sopir yang melakukannya.


"Cepat naik ke kamar anda nyonya, tuan Zion sudah menunggu", Pak Won,


"apaa, oh yaa ampun",


Takut sudah pasti, karena dalam perjanjian yang tertera Sinar harus berada di rumah sebelum Zion pulang ke rumah, namun karena kerinduannya kepada sahabatnya membuatnya lupa akan perjanjian itu.


Pak Won yang melihat Sinar menaiki tangga dengan wajah yang ketakutan hanya mampu berdo'a agar nyonya mudanya itu baik-baik saja.


Sekretaris Walt yang melihat itu hanya diam tanpa ekspresi tidak ada yang bisa tebak isi pikiran kanebo itu


tok tok,


suara ketukan pintu.


"masuk",


"maaf kak", sadar akan kesalahannya, dia langsung meminta maaf ketika sudah dipersilahkan untuk masuk kamar


Suara langkah kaki yang semakin mendekati Sinar, membuat Sinar mengingat kejadian waktu Zion mencekiknya.


"Ampun kak", pinta sinar yang menunduk menahan air matanya agar tidak tumpah akibat rasa takut yang dirasakannya sekarang.


Melihat ketakutan Sinar membuat senyuman tipis terukir di bibir Zion. Mendekati Sinar dan langsung merangkul pinggang langsing istrinya.


"Angkat kepalamu",

__ADS_1


tanpa menunggu Zion mengucapkan kata selanjutnya Sinar langsung mengangkat kepalanya menghadap wajah Zion yang sedang menatapnya tanpa sadar dia menutup matanya.


"Buka matamu Sinar Pramudya", suara Zion yang muali meninggi.


Suara yang langsung membuat Sinar membuka matanya. Alangkah terkejutnya dia, ketika membuka matanya wajah Zion sudah berada dekat dengan wajahnya, yang membuat jantung Sinar sudah seperti ingin meloncat keluar dari tempatnya.


Saling menatap beberapa detik, tanpa diduga Zion langsung menci..um bibir Sinar, yang awalnya hanya sebuah kecupan menjadi luma....tan. Cukup lama Zion merasai bibir ranum istrinya akhirnya dia lepaskan juga karena melihat Sinar yang sudah kesusahan menahan nafasnya.


"Bernafaslah lain kali, jangan sampai kamu mati saat bercinta nanti",


deg


Mendengar kata bercinta keluar dari mulut Zion membuat mata Sinar membulat sempurna.


Jantungnya yang masih berpacu laju akibat ciu..man mendadak tadi masih belum stabil sekarang dia harus mendengar kata bercinta dari mulut Zion.


"begini ternyata rasanya ciuman", gumam Sinar, bukan merasa menyesal karena ciu..man pertamanya diambil oleh orang yang belum mencintainya, tapi dia justru merasa senang karena sudah merasakan yang namanya ciu..man. Dia merasa bangga setidaknya yang mengambil ciu...man pertamanya adalah suaminya sendiri.


.......


Berbeda diruang kerja Zion, suara tawanya membuat sekretaris Walt merasa ketakutan dan bersalah. Bersalah sudah mengikuti perintah tuannya untuk pulang setelah mendengar laporannya tentang Zavanya yang tidak mau menyerah dan bisa dipastikan yang mendapat sasaran dari amarah tuannya adalah sang nyonya muda.


"Kenapa wajahmu seperti itu", tanya Zion yang sudah berhenti tertawa.


"Apa anda menyakiti nyonya muda, tuan ?", balik bertanya


"Hei Walt, aku tidak pernah menyakiti wanita dengan tanganku, hanya waktu itu saja aku kelepasan",


"Terus apa yang anda lakukan kepada nyonya muda, tuan?", tanya Walt yang masih merasa khawatir dengan kondisi gadis itu.

__ADS_1


"Menci..umnya", menjawab dengan singkat.


"Apa", kaget dan sedikit berteriak,


"Berani sekali kau berteriak didepanku Walt",


"Maaf tuan, saya hanya terkejut",


"Hmmm,


Dulu waktu bersama nona Zavanya anda tidak pernah menciumnya walau hanya dikening, keintiman kalian hanya sebatas berpegangan tangan, dan sekarang anda menci..um nyonya muda. Sepertinya sudah ada sedikit perasaan anda terhadap nyonya muda tuan dan sedikit rasa itu sudah mengalahkan perasaan anda terhadap nona Zavanya, dan tugasku semakin berat lagi, batin Walt


Melihat sekretarisnya melamun Zion langsung mengeluarkan dehemannya, yang membuat Walt tersadar dari lamunannya.


"Maaf tuan"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2