Sinar Untuk Zion

Sinar Untuk Zion
Racun


__ADS_3

Mendengar laporan pelayan wanita itu membuat Zion murka. Tanpa mendengar teriakan ayahnya yang menyuruhnya untuk menenangkan diri sebelum bertindak, dia langsung turun untuk menemui para pengawal yang bertugas menjaga keamanan istrinya dan akan langsung memberikan hukuman atas kecerobohan mereka. Tapi alangkah terkejutnya dia saat melihat mayat para pelayan dan pengawal yang bertugas menjaga istrinya diletakkan berjejer diruang tamu.


Saat menengok kesamping dia melihat para pelayan yang berjejer, namun para pelayan itu bukan pelayan yang ditugaskan dirumah utama tapi mereka bertugas diruang belakang.


"Apa yang terjadi ?", tanya tuan Elmer yang terkejut melihat keadaan, sedangkan Zion hanya diam.


"Maaf tuan besar, saat kami datang kemari untuk menyerahkan pakaian bersih kepada mba Wia (Kepala pelayan rumah utama), kami sudah mendapatkan keadaan seperti ini tuan", jawab pelayan yang melaporkan tadi


Walt yang sudah selesai memeriksa keadaan para pelayan dan pengawal yang sudah tak bernyawa itu segerah melaporkan apa yang dia dapatkan.


"Tuan besar, mereka semua diracun",


"Apaa, bagaimana bisa ?", tanya tuan Elmer yang terkejut, bagaimana bisa dirumah utama yang sangat ketat penjagaannya para pengawalnya ma*i karena diracun


"Sepertinya ada mata-mata paman, ini sudah bagian rencana mereka untuk membawa kakak ipar", terang Daren


"Aku tidak paham", mendengar kata tidak paham dari tuan Win membuat pak Agas menatapnya dengan tajam


"Jangan menatapku seperti itu calon besan", tidak terima dengan tatapan calon besannya


"Bagaimana nasib putriku nanti mempunyai mertua bo**h sepertimu, aku jadi tidak yakin memberikan restuku", Sinis pak Agas


"Ayah mertua, yang bo**h ayahku, bukan aku. Aku akan menjadi pria cerdas untuk Anggiku", Daren


"Sudah cukup, situasi seperti ini masih saja kalian membahas hal yang tidak penting", Tuan Elmer


Mendengar apa yang dikatakan tuan besar, akhirnya mereka diam dan menunggu keputusan tuan besar untuk langkah yang harus mereka ambil

__ADS_1


"Ini penting bagiku paman", batin Daren


Pramudya yang melihat jejeran mayat itu hanya diam seribu bahasa, dia takut akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap putri kesayangannya. Namun setelah mengingat betapa Dwi mencintainya dan dia yakin wanita itu tidak akan memb**uh putrinya sebelum apa yang dia inginkan dua dapatkan.


"Kita harus tenang",


Mereka semua melihat kearah Pramudya yang mengatakan harus tenang, padahal nyawa putrinya dan cucunya sedang terancam.


"Ayah mertua, apa maksudmu ?", tanya Zion yang meninggikan suaranya


"Jaga sopan santunmu Zion Elmer", tegas tuan Elmer


"Kita harus tenang untuk menyelesaikan masalah ini, aku yakin dia tidak akan membu**uh putriku sebelum apa yang dia inginkan dia dapatkan", jelas tuan Pramudya


"Dia tidak akan membun**uh menantuku, tapi dia pasti akan menyiksanya", Bentak ibu Widya yang sudah menangis


"Bawa ibumu ke kamar, biar kami yang menyelesaikannya", perintah tuan Elmer


Ziran pun langsung membawa ibunya yang terus menangis dan terus memanggil nama kakak iparnya. Dia yakin kalau ada sesuatu yang sudah terjadi kepada kakak ipar kesayangannya.


"Aku akan menyik*anya seperti aku menyik*a Gea", batin Ziran


"Dimana kita akan menemukan istriku", tanya Zion yang frustasi memikirkan keadaan istrinya sekarang


"Jika kau seperti itu, kita akan sulit menemukan istrimu", bentak tuan Pramudya


"Kau tidak bisa memprediksi dimana putrimu akan dibawa wanita itu ?", tanya Pak Won

__ADS_1


"Aku tau dimana dia akan membawa putriku, tapi kita harus mengurus dua anak laki-laki ku terlebih dahulu", jelas Tuan Pramudya


"Kenapa kita tidak harus kesana, dan harus mengurus dua anak laki-laki kurang a**r itu terlebih dulu ?", tanya tuan Elmer


"Karena aku sudah lupa arah tempatnya", menjawab kecil tapi masih bisa didengar


"Dasar tua bangka", Sinis Pak Win


"Wajar aku sudah melupakannya, karena saat aku membawa istriku keluar dari rumah itu aku juga membawa seluruh keluarganya, dan setelah itu aku sudah tidak pernah kesana lagi", membela diri


"Bagaimana kita akan mengurus mereka ?", tanya Pak Won


"Tunggu saja, mereka yang akan menghubungi terlebih dahulu",


Zion hanya bisa diam, karena saat ini pikirannya tidak berjalan dengan baik. Jika dia bertindak sekarang yang ada dia akan mengacaukan rencana para orang tua yang sudah berpengalaman


Tuan Pramudya masih dipaksa untuk mengingat-ingat tempat itu, begitu juga tuan Agas. Karena saat ditanyakan dimana tempat itu kepadanya, dia mengatakan ingatannya sudah buram tentang tempat itu. Apalagi sekarang tempat itu sudah seperti hutan, untuk menuju tempat tujuan pasti akan melewati jalan yang membingungkan.


Suara penggilan dan saat melihat siapa pemanggil tuan Pramudya tersenyum sinis


"Ada apa", tanya tuan Pramudya yang seolah-olah tenang dengan keadaan


"Aku dan Gani ingin bertemu ayah",


"Baik, kita bertemu di rumah", Langsung mematikan panggilan


.

__ADS_1


.


__ADS_2