
Kembali berkumpul dikediaman Elmer, hari ini mereka sudah siap untuk pergi ke tempat di mana Sinar berada sekarang. Orang yang akan menunjuk jalan juga sudah ada.
"Ayo cepat, jangan buang masa lagi",
Mendengar itu mereka semua bergerak cepat masuk kedalam mobil, sedangkan Gio dan Gani yang ikut masuk kedalam mobil menjadi bingung. Tapi sebelum mereka masuk Gani bertanya terlebih dulu
"Ada apa, kita mau kemana ?", tanya Gani
"Ketempat kakak ipar dan kau harus menunjukkan jalannya", Daren
"Haaa, Kenapa harus kami yang menunjukkan jalannya", teriak Gio
"Kau mati sekarang", mereka semua menengok kebelakang, melihat Zion yang sudah menodongkan senjatanya kepada Gio
"Bukan begitu maksudku, tapi kami tidak tau dimana Sinar", jawab Gio yang mulai ketakutan
"Jangan bohong sialan", Bentak Gio
"Kami memang tidak tau dimana tempatnya, kami hanya tau Sinar dibawah kerumah ibu yang dulu, tapi kami tidak pernah diberitahu dimana tempatnya", jawab Gani
__ADS_1
"Percuma aku menahan kalian ternyata, kenapa kalian tidak minta langsung diserahkan ke kantor polisi saja kemarin", tuan Elmer
"Kami sudah minta tadi malam tuan, tapi kalian yang bilang nanti saja", balas Gani
Harapan ternyata tidak sesuai kenyataan, mereka mengira Gio dan Gani mengetahui tempatnya, sekarang mereka yakin bahwa keuda anak laki-laki itu hanyalah pion, rasa sayang mereka terhadap Dwi justru dimanfaatkan Dwi untuk memuluskan semua aksinya. Bagiamana usaha mereka untuk menyakiti Sinar semua adalah atas arahan dari Dwi.
"Kenapa kalian tidak mencariku",
Melihat siapa yang datang mereka langsung sangat bersemangat, seseorang yang mereka jadikan guru untuk menaklukkan hati wanita walau hanya satu wanita, tapi berbeda dengan pak Agas yang menjadi kesal melihat kedatangannya.
"Untuk apa kau kemari, jangan menghalangi ku seperti tadi pagi", bentkak pak Agas
Mereka baru ingat kalau Armada adalah pengawal rahasia Sinar yang ditugaskan oleh Agas. Menatap tajam kearah Agas dan yang ditatap bukan merasa takut tapi merasa bo**oh karena melupakannya.
Tanpa menunggu waktu lama mereka semua masuk kedalam mobil, Gio dan Gani tidak jadi pergi. Kedua kakak beradik itu dibawa kembali ke ruang rahasia dan mendapatkan pengawasan yang begitu ketat.
Berangkat dengan lima mobil, tiga mobil pengawal pribadi dan dua mobil itu adalah mobil tuan Elmer dan mobil Zion.
Jika dimobil Zion hanya ada kesunyian lain halnya dengan dimobil tuan Elmer yang sangat ramai dengan sindiran. lebih tepatnya sindiran untuk Agas.
__ADS_1
Kurang lebih dua jam perjalanan mereka, sampai akhirnya mobil Zion yang didepan memasuk ke perkampungan warga, berhenti dibagian ujung kampung.
"Maaf, mau cari siapa yaa disini ?", tanya pengurus kampung yang melihat kedatangan mereka.
Belum mereka menjawab, tapi pintu gerbang pagar seng itu terbuka.
"Mereka tamu kami pak", jawab anak buah pribadi Dwi
"Oo iya, kalau begitu saya permisi bapak-bapak", ucap bapak pengurus kampung yang sudah berumur itu.
Mereka langsung masuk, dan benar saja tempat yang mereka tuju itu masih sangat jauh dari jalan kampung. Dipenuhi semak-semak yang sudah sangat tinggi dan pohon-pohon yang sudah besar membuat mereka masuk dengan berjalan kaki. Mereka dituntun anak buah Dwi.
Sampailah mereka dirumah tua itu.
"Aku sudah menunggu kalian", sambut Dwi
.
.
__ADS_1
.