Sinar Untuk Zion

Sinar Untuk Zion
Minta uang


__ADS_3

Menyiapkan segala kebutuhan suami itulah yang dilakukan Sinar sekarang. Menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya walau dia sudah tau Suaminya tidak akan memakai pakaian yang dipilihkan olehnya.


Namanya juga usaha, walau dia sempat ragu karena mendapat cekikan dari pria yang berstatus suaminya. Semangat untuk membuat suaminya cinta padanya kembali muncul.


Berada dibalkon kamarnya, menikmati udara pagi yang menyegarkan. Senyuman yang indah yang menyambut sepoian udara yang segar itu, tanpa dia sadari senyumannya membuat para penjaga pria terus memandangi wajahnya dari kejauhan, melihat betapa cantiknya nyonya mereka dan yang semakin membuat mereka kagum kepada gadis itu. Cukup lama berdiri dibalkon kamarnya, dia pun kembali masuk.


"hmmm",


deheman itu membuatnya sadar kalau suaminya sudah bangun dari tidurnya.


"Selamat pagi kak", namun yang disapa tidak menjawab sama sekali, seolah-olah memberikan dinding pembatas yang sangat sulit untuk Sinar.


"Jangan menyerah", menyemangati diri sendiri.


Melihat suaminya sudah siap dengan pakaian kerjanya, Sinar berinisiatif untuk membantu memakaikan sepatunya. Namun saat melangkah mendekat dia sudah mendapatkan penolakan dari suaminya.


"jaga batasanmu",


"iya kak", jawab Sinar


"cepat selesaikan urusanmu, kita turun bersama",


mendengar itu Sinar kembali tersenyum dan segera mengambil tasnya. Melihat Sinar yang hanya mengambil tasnya saja membuat Zion menatapnya dengan tajam. Sadar tatapan tajam itu dan ekspresi Suaminya, membuat Sinar tersenyum.

__ADS_1


"Aku sudah mandi Kak, aku hanya pergi ke kampus bukan pergi ke acara bisinis mendampingi suami sampai harus memakai pakaian yang ribet", jelas Sinar yang sedikit ketakutan. Walau tidak mendapatkan balasan dari tuan Zion, tapi dengan hilangnya tatapan tajam itu membuat perasaan Sinar kembali lega.


Sarapan bersama dilalaui dengan damai. Bersiap meninggalkan rumah mewah itu untuk memulai kegiatan masing-masing.


Sekretaris Walt sudah berada disana entah sejak kapan.


Tanpa a i u e o mereka pergi begitu saja. Baru beberapa langkah, langkah keduanya terhenti saat mendengar panggilan dari arah belakang.


"Kak Zion", panggil Sinar


"Ada apa ?", tanya Zion.


belum sempat Sinar menjawab pertanyaannya dia langsung memotongnya lagi


"Aku sudah bilang kalau kita tidak akan pergi bersama, dan aku sudah menyiapkan supir pribadi untukmu"


"Cepat",


Mendengar balasan singkat itu membuat Sinar langsung menyampaikan maksudnya


"Minta uang",


Kata yang membuat perubahan ekspresi Zion dan membuat mata Sekretaris Walt dan Pak Won membulat sempurna.

__ADS_1


Tidak mendapatkan respon dari suaminya, Sinar langsung melanjutkan perkataannya


"Aku selalu minta uang cash untuk jajanku ke Kampus kak", jelas Sinar


Tanpa menjawab perkataan Sinar, Zion memanggil Walt, tidak perlu tuan mudanya menjelaskan Walt sudah mengerti maksudnya dan memberikan apa yang diminta tuannya.


"Ambil", singkat padat dan jelas


"eh ini terlalu banyak kak, dua lembar ajah", tolak Sinar yang hanya mengambil dua lembar uang itu.


"Ambil atau tidak pergi",


Mendengar suara Zion yang mulai meninggi Sinar langsung mengambil sisa uang yang masih berada ditangan Zion. Ingin mengucapkan terimakasih tapi Zion sudah jauh didepannya diiringi dengan sekretaris Walt, Pak Won dan para pelayannya yang ikut mengantar tuan dan sekretaris tuannya.


Sampai diluar dia melihat mobil Zion sudah sampai di pintu gerbang utama. Tanpa berpikir panjang dia langsung menuju mobil yang sudah disiapkan untuknya dan disana sudah ada Pak supir yang membukakan pintu mobil untuknya.


"Selamat beraktifitas Pak Won, semoga hari Pak Won dan yang lainnya berjalan dengan baik", ucap Sinar sambil berlari dan hanya dibalas Pak Won dan para pelayan dengan menunduk hormat.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2