
"Sepertinya aku yang harus bicara disini, karena aku yakin Mudya tidak akan mampu menjelaskannya", Jawab paman Agas sekaligus menyindir tuan Pramudya
Mendengar apa yang dikatakan pak Agas, memancing rasa penasaran Gio dan Gani. Ingin mereka menghampiri paman Agas agar berbicara secepatnya tapi saat ini keadaan mereka yang tidak memungkinkan dan disamping mereka ada empat orang penjaga yang bertubuh kekar.
"Cepat katakan", bentak Gani
"Sepertinya kau sudah tidak sabar nak, aku harap setelah mendengar ini kau menyesali apa yang sudah kalian perbuat dan akan menyerahkan diri kalian sendiri kekantor polisi", Pak Won
"Ayhamu memang meninggal karena kecelakaan dan memang pada saat itu dia membawa berkas-berkas penting perusahaan dan hotel utama keluarga Pramudya. Yang menjadi kesalahannya adalah dia membawa yang bukan hak nya. Harus kalian tahu, ayah kalian adalah anak pengawal pribadi tuan besar. Tuan besar dan nyonya besar mengangkat ayah kalian karena dia tidak memiliki keluarga lagi. Alasan diangkatnya ayah kalian karena tahap diduga kakek dan nenek kandung kalian mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kematian untuk mereka. Ayah kalian sudah diberikan hak dua perusahaan cabang untuk dia pegang, tapi dia merasa tidak puas dan merasa tidak adil sehingga dia melakukan berbagai cara untuk mencelakai tuan muda Mudya Pramudya saat itu. Tapi karena semua rencananya gagal, akhirnya dia berbuat nekat dengan membawa lari berkas penting perusahaan dan hotel utama Pramudya, dia tidak menjalankan aksinya sendiri, dia melakukannya dengan Nanda, ibu kalian. Namun takdir berkata lain, mobil yang ayah kalian bawa, beserta kalian dan ibu kalian didalamnya menabrak pembatas jalan sehingga masuk kejurang, ayah dan ibu kalian meninggal ditempat, untung saja kalian masih hidup dan berhasil diselamatkan", Jelas tuan Agas
Jangan tanyakan bagaimana kagetnya Gio dan Gani mendengarkan fakta itu, mereka memang sudah bisa mengerti kejadian waktu dulu, tapi mereka tidak tau apa penyebab ayahnya melakukan itu. Yang selama ini mereka tau kalau waktu kecelakaan itu ayahnya berjuang untuk haknya yang ingin direbut tuan Pramudya. Dan yang memberitahukan mereka itu adalah Dwi.
"Sekarang sudah tahu kan, lebih baik kalian beristirahat, karena kami membutuhkan kalian besok", jelas tuan Elmer yang sudah beranjak dari tempatnya dan mengajak lainnya untuk keluar
"Dimana Zion, Walt dan Daren ?", tanya tuan Elmer
__ADS_1
"Mereka masih berusaha mencari tempat itu", jawab pak Agas
"Sudah aku katakan untuk diam saja, kita pasti akan tetap kesana", kesal tuan Elmer
"Awasi mereka, jangan sampai akibat tindakan mereka mengacaukan segalanya", perintah tuan Pramudya
"Baik tuan"
.
.
"Belum tuan, tempatnya sangat sulit untuk ditemukan", jelas anak buah Zion
"Arrghh, beraninya wanita tua itu bermain dengan ku",
__ADS_1
"Sepertinya kita harus tetap mengikuti para orang tua, tuan muda", Walt
"Aku setuju, sebaiknya kita ikuti saja mereka yang sudah lebih berpengalaman", sambung Daren
"Jadi menurutmu aku tidak mampu", bentak Zion
"Bukan seperti itu tuan muda, hanya saja aku yakin para orang tua sudah memiliki rencana yang sangat matang, apalagi Gio dan Gani sekarang sudah berada dibawah mereka", Jawab Daren yang sudah merasa ketakutan dengan tatapan Zion dan Walt
"kenapa kalian menatapku begitu, aku belum mau mati muda karena tatapan kalian", batin Daren
"Aku akan terus berusaha, walau akhirnya kita akan tetap mengikuti para orang tua itu. Tapi setidaknya aku punya bahan untuk menceritakan perjuanganku mencari Sinarku dan membuat Sinarku tambah cinta kepadaku", jelas Zion
.
.
__ADS_1