
"Ciee, yang suaminya sudah tersilau silau", goda Anggi
"Jangan meragukan kemampuanku", membanggakan diri
"Berarti kita tinggal tunggu garis dua nih",
"Semoga ajah cepat diberikan",
"Kamu ngga mau nunda dulu Si?, setidaknya sampai selesai kuliah",
"Ngga", menjawab dengan singkat
"Udah ketularan si CEO kanebo itu nih kayaknya, jawaban singkat yang terdengar menakutkan",
"CEO itu Suamiku, Anggi", balas Sinar
Tanpa mereka sadari ada mata yang melihat dengan penuh kebencian. Seseorang yang sudah siap dengan segala rencananya dan sudah waktunya menjalankannya.
"Haii", sapa Daren yang baru bergabung.
"Hai adik Ipar",
"Iya kakak iparku yang cantik", goda Daren.
namun sebelum dia melanjutkan lagi perkataannya yang ingin menggoda Sinar, ada pesan masuk dihp nya yang membuatnya menelan salivanya dengan kasar.
"Jangan macam-macam", pesan Zion
"Seperti ini yang dibilang tidak posesif, aku yakin beberapa mahasiswa disini adalah pengawal rahasia yang dia tugaskan", batin Daren
"Jangan melamun kak, nanti kerasukan jin bencong", sahut Anggi,
Mendengar sahabatnya memanggil Daren dengan panggilan Kak, membuat Sinar tersenyum penuh arti. Daren yang melihat senyum Sinar terasa terhipnotis, namun beda dengan Anggi yang paham akan senyum sahabatnya itu yang membuatnya jadi salah tingkah.
__ADS_1
"Jangan melihat nyonya kami seperti itu tuan", bisik seorang mahasiswa yang tiba-tiba lewat disamping Daren.
"Benar dugaan ku", batin Daren
"Kakak kenal dengan dia", tanya Anggi
"Iya aku kenal", menjawab dengan lembut.
"Ehemm, ada yang tidak aku tahu?", tanya Sinar
Mendengar pertanyaan Sinar, Daren langsung menarik Anggi kedekatnya dan menggenggam tangan itu sudah menjadi jawaban atas pertanyaan Sinar.
"Wah ternyata ngga jadi kakak ipar dek", goda Sinar,
"Terus gebetan kamu yang lalu dikemanain", tanya Sinar lagi.
"Sudah saya urus kakak ipar", Daren yang menjawab.
"Kak Gio dan Kak Gani baik-baik saja",
"Kak Daren kenal kedua kakakku?", tanya Sinar
"Siapa yang tidak kenal, aku dan Gio rekan bisnis, aku dan Gani sahabat", jawab Daren
"oh,..
"Terus kalian kapan nikah?", tanya Sinar
"Tunggu restu dari ayah Anggi dulu kakak Ipar", Jawab Daren
"Emang sih, kedua kakakku juga begitu dulu. Semoga ajah kak Daren lulus seleksi dari paman",
"Yaudah kita pulang yuk", ajak Anggi
__ADS_1
"Eh iya sampai lupa, aku duluan yaa soalnya ngga bisa bareng",
"Hati-hati yaa",
"Jadi bagaimana cara buat dapat restu", tanya Daren
"Sebenarnya ayah ngga ribet orangnya, jadi Kakak biasa ajah, ayah dulu mempersulit jalan Kak Gio dan Kak Gani itu karena ayah ngga mau hanya karena putrinya hubungan kedua kakak beradik yang dia anggap seperti anaknya menjadi renggang", Jawab Anggi
"Berarti aku udah dapat restu sebenarnya", tanya Daren
"Iya", jawab Anggi dengan singkat
"Kak, sebenarnya dari tadi aku ngerasa ada yang merhatiin kita dari jauh, lebih tepatnya merhatiin Sinar", terang Anggi
"Aku juga ngerasa itu, kita tunggu saja apa yang akan terjadi, sebab kalau kita mau bertindak kita juga belum tau siapa orangnya dan apa tujuannya", jelas Daren
"Iya, aku harap kehidupan kebahagiaan Sinar tidak terganggu",
"Iya",
Tanpa memberitahu Anggi, Daren sudah memerintahkan anak buah pribadinya untuk mencari tahu semuanya, dia harap semoga anak buahnya dapat menemukan informasi dengan cepat sehingga dia bisa bertindak lebih cepat.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1