
"Jangan membual Gea, aku tahu seperti apa Ziran",
"Aku tidak membual, sialan. Aku lihat sendiri bagaimana Ziran berani melawan Zion", tegas Gea
"Jangan berkata kasar, kau itu seorang perawan Gea", Gio
"eh, iya kak", menjadi kalem
"cih, dasar bodoh", batin Gani
Mereka adalah Gio dan Gani kedua kakak beradik yang menyayangi Sinar, namun entah apa yang membuat mereka tega menyakiti Sinar
Mendengar laporan Gea, membuat mereka semua menjadi berpikir dan menduga-duga, apakah Ziran wanita yang bertopeng yang kejam itu yang sudah menyiksa Zavanya tanpa ampun hingga tewas.
"Aku tahu seperti apa Ziran, mungkin dia seperti itu karena sedang marah", Gio
"Iya, aku juga yakin seperti itu", timpal Gani
"Terserah kalian, yang jelas aku tidak ingin berurusan dengan perempuan bernama Ziran",
Setelah mengatakan itu Gea pergi meninggalkan Gio dan Gani begitu saja.
"Wanita seperti itu yang ingin kau jadikan istri", cibir Gani
"Ya, setidaknya dia bisa melawan ketika ditindas walaupun bibirnya sudah tidak perawan yang penting dalamnya masih perawan", balas Gio
"Terserah kau saja", sahut Gani
__ADS_1
Sedari tadi tanpa mereka sadari ada yang terus memperhatikan mereka dan terkejut saat melihat siapa wanita yang menemui mereka.
"Sepertinya dugaanku benar sayang", Daren
"Kalau Kak Gio dan Kak Gani ada sangkut pautnya dengan permasalahan Sinar, itu artinya walau permasalahan Sinar dan tuan Zion sudah berakhir mereka akan terus dapat masalah",
"Maksud kamu apa sayang ?", tanya Daren
"Ada dalang dibalik dalang", jawab Anggi
"Aku harus cepat kasih tahu ayah, biar ayah cepat beritahu paman Pramudya dan tuan besar",
"Banyak yang aku tidak ketahui tentang semua ini, tapi melihat bagaimana mereka semua melindungi Sinar aku jadi yakin kalau aku berada ditempat yang benar", batin Daren
.
.
Kebahagiaan yang dirasakan Sinar ketika dia melihat bagaimana antusiasnya ayah, mertua dan adik iparnya menyambut kedatangannya.
"Ayah, ibu dimana ?", tanya Sinar yang sedari tadi menunggu kedatangan sang ibu namun tak kunjung datang juga
Mendengar pertanyaan Sinar membuat tuan Pramudya dan tuan Elmer saling pandang.
"Ibu sedang kurang sehat, sekarang tidak perlu pikirkan yang lain dulu", terang ayah Pramudya.
Mendengar itu Sinar hanya menganggukkan kepalanya. Ingin rasanya dia bertanya tentang dimana kedua kakaknya, namun sedari tadi ayahnya tidak pernah mengungkit sedikit pun nama mereka membuat Sinar memilih untuk diam saja. Dia tidak banyak berharap banyak kepada kedua kakaknya, karena sedari dulu setiap dia mendapatkan masalah bukan kakaknya yang duluan membelanya setelah ayahnya dan paman Agas, tetapi Kak Armada kakak Anggi.
__ADS_1
.
.
.
Berbeda dengan Sinar yang mulai tersenyum karena kasih sayang dari ayah dan kedua mertuanya, seorang tuan muda yang dengan aura dingin yang mencekam sedang duduk disofa ruang tamunya membuat kepala pelayan dan para bawahannya ketakutan.
"Jelaskan" bentak Zion
"Maaf tuan muda, saya yang melakukannya", jawab Pak Won
"Kenapa paman bertindak tanpa perintah ku", menahan amarahnya karena yang menjawab adalah sahabat ayahnya dan ayah dari sahabatnya yang menjadi sekretaris pribadinya",
Belum menjawab pertanyaan Zion, Pak Won menyuruh para pelayan untuk pergi meninggalkan dia dan Zion di ruang tamu yang mewah itu
"Apa yang sebenarnya terjadi nak ?", bertanya sebagai paman
"Aku tidak akan menjelaskannya, biar bagaimanapun ini urusan kamar", jawab Zion
"Jangan sampai kamu menyesal nak hanya karena kesalahpahaman", mengingatkan Zion
"Aku tidak salah paham paman, aku punya bukti", Jawab Zion
Mendengar kata bukti dari Zion membuat Pak Won sadar bahwa permasalahan ini karena ulah seseorang.
"Kamu sudah memastikan kebenaran bukti yang kamu buat ?", tanya pak Won
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Pak Won membuat Zion sadar kalau selama ini dia belum menyelidiki bukti itu.
.