
Setelah 2 jam lebih Hendrick pun membuka matanya dan tanahnya sekarang sudah berada di pernafasan dasar Lv 3, diapun bangkit dari duduknya dan memanggil ke dua prajuritnya itu
Tiba tiba ke dua prajuritnya muncul di hadapannya dengan berlutut
"Kalian kembalilah terlebih dahulu, nanti akan ku panggil lagi bila ada masalah" ucap Hendrick memeberi perintah
"Baik pangeran" ucap mereka berdua dan langsung menghilang dari sana
Hendrick pun berjalan keluar dari hutan tersebut tapi saat hendak Samapi di perbatasan hutan hp nya berdering dan terlihat no tidak dikenal
Dia pun mengangkatnya tanpa berlama lama karena siapa tahu itu penting
"Halo?" Ucap Hendrick
"Ini aku Dina, Lidya sudah setuju untuk menemuimu, kami berada di ×××"
"Oke aku ke sana sekarang" ucap Hendrick dan langsung menutup telponnya
Dia sangat senang bahwa Lidya memperbolehkannya menemuinya tapi dia tidak menyangka bahwa mereka berdua juga berada di apartement yang sama
Hendrick pun langsung menghentikan taxi dan melaju menuju ke sana, sesampainya di sana dia langsung masuk menuju lift untuk sampai di lantai 3, sampai di tempat tujuan dia menghela nafas terlebih dahulu sebelum memencet bel
Tak berselang lama kemudian pintu terbuka dan memperlihatkan tubuh Dina yang sedang memakai baju training, Hendrick dipersilahkan masuk dan di suruh menunggu di sofa ruang tamu
Saat duduk dia malah merasa ragu untuk meminta maaf, apakah Lidya akan memaafkannya?, Tidak tahu
Tak berselang lama sosok cantik nan elegan keluar dari salah satu kamar, Hendrick tidak bisa mengalihkan perhatian dari Lidya karena terpesona
'kok malah tambah cantik ya?' ucap Hendrick bertanya tanya dalam hati
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan" ucap Lidya dengan wajah tanpa ekpresi
"A-anu, aku ingin meminta maaf kepadamu atas kejadia di masa lalu" ucap Hendrick gugup
Ruangan pun jadi hening sesaat karena ucapan Hendrick
"Kau meminta maaf setelah merenggut mahkotaku hah, apa kau tidak punya pikiran" teriak Lidya emosi
"Dan sekarang kau ke sini hanya untuk meminta maaf, aku bahkan sekarang hamil dari benihmu brengsek" teriak Lidya tak terasa air mata keluar dari pelupuk matanya
Hendrick yang mendengar Lidya hamil sontak terkejut, dia tidak menyangka tongkat saktinya akan semanjur ini
"Sekarang apa yang harus aku lakukan, hidupku hancur karenamu brengsek, jawab aku apa yang harus aku lakukan" teriak Lidya dengan sekuat tenaga
Hendrick yang melihat itu pun tidak tega dan langsung berdiri untuk memeluknya, dia berusaha menenangkannya
"Tenanglah, aku akan bertanggung jawab, aku berjanji" ucap Hendrick pada Lidya yang ada di pelukannya
"Benarkah?" Tanya Lidya seraya mendongakkan kepalanya ke atas
"Ya aku pasti akan menikahimu dan menjadi ayah yang baik" ucap Hendrick dengan tegas
__ADS_1
"Kau harus secepatnya menikahiku" ucap Lidya yang masih dalam pelukan Hendrick
"Oke aku pasti akan menikahimu secepatnya" ucap Hendrick menenangkannya kembali
Beberapa menit kemudian Hendrick melepaskan pelukannya karena sepertinya Lidya sudah tenang
"Jadi kapan kamu akan menikahiku?" Tanya Lidya setelah mereka duduk kembali di sofa
"Em... Sepertinya kita hanya bisa membuat buku nikah dulu deh, soalnya aku belum bisa membuat perayaan untuk pernikahan kita" ucap Hendrick menjelaskan seadanya
"Yasudah, kamu harus janji kamu tidak akan meninggalkanku" ucap Lidya sembari menyodorkan jari kelingkingnya pada hendrick
"Ya aku janji" ucap Hendrick seraya menautkan jari kelingking mereka
Merekapun mengobrol hingga jam menunjukkan pukul 16:00 dan Hendrick pun pamit untuk pulang
"Aku pamit pulang dulu ya" ucap Hendrick pada Lidya
"Oke, kamu sering sering ke sini ya" ucap Lidya pada Hendrick, menyayangkan kepergiannya
"Oke, lagian aku tinggal di lantai atas, kalau ada waktu kamu bisa mengunjungiku juga, aku pamit dulu ya dah" ucap Hendrick tanpa menyadari raut wajah Lidya yang berubah
'kok bisa?' tanyanya dalam hati
Setelah keluar dari apartement milik Dina Hendrick masih bertanya tanya dalam hatinya mengapa Lidya semudah itu menerimanya padahal dia sudah merenggutnya dengan paksa
'yasudahlah toh sekarang jadi lebih gampang, plus dapet istri pula hehe' batin Hendrick tersenyum senang
"Habis dari mana aja kak, kakak kan baru sembuh masa sudah keluyuran aja" ucap Angel sembari menghampiri kakaknya
"Kakak udah sembuh dari tadi, kakak juga bosan di rumah jadi keluar untuk berkeliling" ucap Hendrick memberi alasan
"Sudah sudah, tadi gimana di sekolah aman gak?" Tanya Hendrick sesudah dirinya duduk di sofa
"Em-aman lah kak, emang ada apa sampai kakak khawatir begitu" ucap Angel mencoba terlihat santai di depan kakaknya
Dia tidak angin selalu merepotkan kakaknya atas masalah yang menimpanya jadi biar dia sendiri saja yang menyelesaikannya
Dia dan teman temannya juga masih mencari tahu siapa yang sudah menyiramnya di toilet
"Bagus kalau begitu, kakak juga besok akan kembali bersekolah" ucap Hendrick memeberi tahu adiknya
"Oke kak" jawab Angel seraya mengalihkan pandangannya ke tv lagi
'sistem, Angel memiliki elemen apa?' tanya Hendrick dalam hati
[Ding... Jika ingin mengetahuinya dikenakan biaya 5 poin kuasa]
'kau pelit sekali sistem, cuma mau tau elemen saja pake poin kuasa' batin Hendrick kesal dengan sistemnya yang pelit itu
[Ding... Host bisa beli 'truth eye' di sistem, maka ke depannya jika host ingin tahu status atau elemen lawan host tidak akan membayarnya]
__ADS_1
'oh benarkah, berapa harganya sistem'
[Ding... cuma 200 poin host, murah kan]
'bang***, itu semua poinku sistem, beri diskon lah sedikit'
[Ding... 'truth eye' Ini serbaguna host, bisa melihat jendela status milik orang yang ingin host lihat, bahkan itu juga bisa melihat tembus pandang apabila Lv nya sudah mencapai max]
'yasudahlah beli saja lah sistem' ucap Hendrick langsung menyetujui, dia tergoda dengan kata 'tembus pandang' itu
[Ding... Membeli 'truth eye' mohon tahan rasa panas yang akan terasa di mata anda]
Tiba tiba mata lion terasa amat panas, dia ingin berteriak tapi di sisinya ada adiknya jadi dia hanya bisa meringis dalam hati
Setelah 10 menit merasakan rasa panas di matanya rasa panas itupun reda, dia pun mencobanya langsung kepada Angel
[Nama: Angela Wilson(16)
Gender: perempuan
Skill pasif: memasak Lv2, mengemudi Lv1, dll
Skill aktif:—
Elemen: cahaya dan tumbuhan(belum terbangkitakan)
Status abnormal: menyukai kakaknya sendiri]
Hendrick tidak fokus kepada elemen tetapi dia malah fokus pada status abnormal sang adik, dia sangat terkejut saat membacanya
'hey sistem, ini beneran kan?, Ini pasti rusak ini' batin Hendrick tidak percaya atas apa yang di lihatnya
[Ding... Apa yang di tampilkan oleh 'truth eye' selalu benar host]
'j-jadi Angel menyukaiku begitu?' tanya Hendrick
[Ding... Benar begitu host]
Hendrick merasa tidak percaya atas apa yang di dengarnya dari sistem, adiknya yang manis dan imut ini menyukainya?, Tidak habis pikir
Apa coba yang disukai Angel darinya, dia melihat Angel dengan serba salah, apa yang harus dia lakukan setelah melihat ini
"Ada apa kak?" Hendrick langsung terkejut dengan suara Angel di depannya
"T-tidak ada apa apa" ucap Hendrick membalas
'aku akan berpura pura tidak tahu saja, ya berpura pura saja!' batin Hendrick mencapai keputusannya
"Yasudah" ucap Angel sembari mengalihkan perhatian dari kakaknya, tapi sesekali dia melirik untuk melihat kakaknya
'kenapa dia melirikku?' batin Hendrick bingung, tapi saat dia menyadari bahwa badannya basah oleh keringat dan tembus pandang dia langsung bangkit dari duduknya dan langsung berjalan menuju kamarnya untuk mandi sesudah berpamitan pada adiknya
__ADS_1