
"Baiklah mari kita beralih ke lelang sesi 2 yang akan melelang 10 barang utama malam ini"
Woaahh
"Aku sudah tidak sabar ingin melihat barang utama lelang kali ini"
"Iya, katanya di barang terakhir akan ada barang yang sangat langka"
"Semoga saja ada artefak tingkat B ke atas, sedari tadi hanya ada artefak tingkat D dan C doang"
"Oh ya, aku dengar dengar ada rumor kalau sekarang akan di lelang artefak tingkat S dari orang orang"
"Oh ya?... Artefak apa itu?..."
"Tidak tahu, kita lihat saja nanti"
Hendrick di ruangannya sangat menantikan artifak tingkat S yang di bicarakan orang orang akan di lelang di sini
Dia ingin melihat sekuat apa artefak tingkat S itu, apa akan sangat kuat atau hanya tingkatnya saja yang tinggi
"Baiklah, mari kita ke barang pertama di sesi ke 2 ini" ucap Wanda
Setelah berucap seperti biasa para pelayan masuk dan menyimpan barang itu di tempat yang telah di sediakan
Para peserta yang melihat itu menjadi hening dan tatapan mereka fokus pada barang yang tertutup kain hitam itu
Wanda yang melihat semua peserta sangat penasaran sangat senang, dia langsung saja membuka kain hitam itu dan memperlihatkan pedang dengan bilah berwarna hijau
"Barang lelang pertama di sesi ke 2 ini adalah sebuah artefak berbentuk pedang dengan peringkat B"
"Artefak ini bernama wind army sword dan efeknya akan mengeluarkan bilah pedang di ayunan ke sepuluh, dan ini sudah terbukti karena sudah pernah di uji coba oleh kami, penawaran diawali dari 1 mana stone kualitas menengah"
"Pedang ini sepertinya kuat"
"Woah... Barang pertama saja sudah artefak peringkat B, apalagi nanti"
"1 kualitas menengah dan 50 kualitas rendah"
"2 mana stone kualitas rendah"
"3 mana stone k...."
Dan seterusnya, Hendrick yang melihat banyak peserta yang bersemangat menawar menjadi senang
Dia menantikan healing potion ya di jual, apakah harganya akan sampai ke 10 mana stone tingkat menengah atau lebih
'Truth eye'
[Nama: wind army sword
Peringkat: B
Efek: mengeluarkan bilah angin di setiap 10 ayunan
Deskripsi: dulunya pedang ini digunakan oleh salah satu prajurit ternama]
Hendrick yang melihat status pedang itu hanya menghela nafas, ini tidak sekuat yang dia bayangkan
Pedang itu terjual dengan harga 7 mana stone kualitas menengah dan dimenangkan oleh salah satu orang yang berada di ruang VIP, itu sangat mahal menurutnya sih
"Baiklah, item kita akan masuk ke item lelang ke 2"
"Barang ke 2 ini adalah healing potion tingkat tinggi, kalian pasti tahu kegunaannya jadi saya tidak akan menjelaskannya lagi, harga di mulai dari 1 mana stone kualitas menengah"
Woaahh
"Apakah itu benar healing potion tingkat tinggi?"
"Asosiasi lelang benar benar misterius, mereka bahkan melelang healing potion tingkat tinggi yang hanya dimiliki keluarga besar"
"Kau benar, dan rumornya healing potion tingkat tinggi ini bahkan bisa menyembuhkan pasien penderita kanker stadium akhir dalam sekejap"
"Itu benar, bahkan ku dengar dengar itu bisa menyelamatkan orang sekarat dan memperpanjang umur"
__ADS_1
"Item itu sangat berharga, aku harus membelinya"
Sedangkan orang orang yang berada di ruang VIP tertegun sejenak setelah melihat potion yang di lelang itu
Mereka tidak menyangka bahwa potion tingkat tinggi yang hanya dimiliki oleh keluarga berkuasa akan di lelang malam ini
"Apa-apaan ini, tidak ada informasi bahwa akan ada potion tingkat tinggi yang di lelang" ucap orang yang berada di ruang VIP no 3
"Itu benar, kalau aku tahu begini aku pasti akan meminta anggaran lebih pada ayahku" ucap orang yang berada di ruang VIP no 2
"Oh... Apakah tuan muda Rovis yang berasal dari keluarga tingkat menengah itu tidak memiliki anggaran" ucap seorang pemuda yang berada di ruangan VIP no 1
"Oh... Apakah orang yang berbicara itu tuan muda Reven yang pernah tidak sengaja ku hajar itu?" Tanya pemuda yang berada di ruang VIP no 2 yang adalah Rovis
"Sialan, kau hanya beruntung brengsek" ucap Reven dengan marah
"Iya, aku sangat beruntung sehingga aku bisa menghajarmu sampai babak belur" ucap Rovis dengan nada mengejek
"Sialan awas saja kau!" ucap Reven dengan nada mengancam
"Apa kau?... Aku tidak takut" ucap Rovis dengan nada menantang
Reven yang mendengar itu hanya menanggapinya dengan mendengus dingin saja, di tidak mempedulikan lagi ejekan Rovis kepadanya
Sedangkan para peserta lelang yang mendengar ke dua pemuda itu berdebat hanya diam saja karena mereka tidak ingin menyinggung salah satu dari pemuda itu
Mereka tahu bahwa kedua pemuda itu berasal dari keluarga tersembunyi tingkat menengah, mereka lumayan berpengaruh di dunia ini
Oh ya, keluarga tersembunyi itu adalah keluarga yang tidak ikut campur dalam urusan dunia luar
Tapi semenjak pemulihan mana terjadi, keluarga tersembunyi itu mulai memperlihatkan diri mereka satu persatu
Bahkan ada beberapa keluarga yang turun dalam bidang politik dan hukum hingga pondasi mereka sangat kokoh di negara ini
Ada juga beberapa keluarga tersembunyi yang berasal dari militer negara ini, tapi mereka tidak terlalu menonjolkan diri
Kembali ke pelelangan, karena di sini adalah kota kecil jadi hanya ada beberapa keluarga tingkat menengah dan beberapa lagi tingkat tinggi
Seperti Reven dan Rovis, mereka berasal dari keluarga tingkat menengah dari sekitaran kota cakrawala
Di ruangan VIP no 9, Hendrick yang sedari tadi memperhatikan perdebatan ke dua pemuda itu menjadi bersemangat
Dia bersemangat karena sepertinya akan terjadi penawaran sengit antara mereka berdua hingga harga potionnya akan sangat mahal
Hendrick hanya tersenyum senang dan diam menunggu dengan memejamkan matanya, sedangkan kedua temannya sedari tadi masih fokus ke pelelangan
"3 mana stone" terdengar suara Reven yang menawar
"4 mana stone" ucap Rovis dengan menantang
"5 mana stone" teriak Reven dengan menggerakkan giginya karena kesal
"6 mana stone, apa kau masih ingin menawar lebih?" Tanya Rovis dengan nada mengejek
"Awas saja kau Rovis, 7 mana stone" ucap Reven kembali
"8 mana stone" suara ini berasal dari ruang VIP no 4 yang mana suaranya terdengar lembut dan bisa dipastikan kalau orang yang ada di ruang VIP no 4 adalah perempuan
"Apa kau juga akan memprovokasiku juga cathrine?" Tanya Reven dipenuhi dengan amarah
"Aku tidak sedang memprovokasimu tuan muda Reven, ini adalah pelelangan jadi aku berhak menawar semauku iya kan?" Ucap cathrine dengan tenang tanpa rasa takut sedikitpun
"Arg... Sialan.... 10 mana stone" ucap Reven lagi dengan amarah yang membuncah
"Aku juga akan menawar lagi karena potion ini sangat berharga, 12 mana stone" ucap Rovis tanpa mau kalah
"13 mana stone" ucap suara dingin yang berada di ruang VIP no 3
"Oh... Tuan muda Travis akhirnya menawar" ucap Rovis dengan nada ejekan tetapi tidak ditanggapi oleh orang yang sudah di ejeknya yang membuatnya malu sendiri
"15 mana stone" ucap cathrine kembali, dia sangat membutuhkan healing potion ini
"16"
__ADS_1
"17"
"18"
....
Harga terus naik dan naik hingga mencapai 28 mana stone kualitas menengah dan tidak ada yang menawar lagi dalam waktu singkat
Karena para tuan muda itu tidak tahu akan Ada item seberharga ini jadi mereka hanya membawa anggaran yang terbatas, itupun untuk membeli item utama nanti
Tapi healing potion tingkat tinggi juga sama sangat berharganya, bahkan di ibukota pun pernah di lelang dan harganya mencapai 50 mana stone kualitas menengah
Mereka merasa bimbang sekarang, mereka harus memilih antara membeli healing potion tingkat tinggi ini atau menyimpan mana stone mereka untuk item utama yang akan muncul nanti
"35 mana stone" ucap ucap cathrine dengan menggerakkan giginya
Setelah ucapan cathrine terdengar tidak ada lagi yang menawar, para tuan muda itu memilih melepaskan healing potion ini demi barang utamanya nanti
"35 mana stone kualitas menengah, apakah ada lagi yang ingin menawar?" Tanya Wanda yang dibalas keheningan total oleh para peserta
"Jika tidak ada yang ingin menawar kembali maka healing potion tingkat menengah ini akan dimenangkan oleh ruang VIP no 4 dengan penawaran 35 mana stone kualitas menengah"
Hendrick yang berada di ruangannya tersenyum senang kembali, dia sangat senang item yang dijualnya akan semahal ini
'apakah aku harus lebih sering melelang item yang ada di sistem shop ya?... Ini juga sangat menguntungkan'
Pelelangan terus berlanjut, item selanjutnya tidak ada yang menarik perhatian Hendrick kembali, dia hanya menunggu dan ingin melihat artefak peringkat S yang akan di lelang malam ini
Berbagai item di lelang mulai dari buku skill peringkat B ke atas, bahan herbal, hingga senjata yang tidak berguna menurut Hendrick tetapi membuat para peserta menjadi heboh
Hingga tibalah barang utama dalam lelang kali ini, mereka yang sudah menunggu dari tadi menjadi tidak sabar
"Para peserta sekalian, mari kita masuk ke barang utama pada malam hari ini"
Woaahh
"Aku sudah tidak sabar"
"Ya, aku sudah mendengar rumornya dan ini adalah senjata peringkat S"
"Senjata ini pasti akan dimenangkan oleh salah satu dari orang yang berada di ruang VIP"
"Baiklah, kalian bisa membawa barangnya"
Setelah Wanda berbicara, 2 orang pelayan laki laki berbadan kekar Mambawa sebuah barang berbentuk kotak yang lumayan besar dengan masih saja ditutupi oleh kain hitam
Pelayan itu langsung menaruh barang itu di tempat yang sudah di sediakan dan langsung mundur beberapa langkah dan diam di belakang barang itu seperti pengawal
"Ini adalah barang terakhir dan akan menjadi barang utama dalam lelang malam ini"
Ucapan Manda membuat para peserta semakin bersemangat, mereka benar benar tidak sabar dan ingin cepat cepat melihat barang itu
"Manda cantik, cepat lah buka kain hitam itu"
"Benar, kami sudah menunggu sangat lama untuk melihat barang ini"
"Ayo cepat, aku benar benar penasaran"
"Buka cepat"
Terdengar teriakan dari para peserta yang sudah tidak sabar, Wanda yang berada di atas podium lelang hanya tersenyum mendengar teriakkan ini
Setelah melihat sekeliling secara sekilas, dia langsung saja mendekati barang berbentuk kotak itu dengan perlahan
Setelah sampai di depan barang itu Manda berhenti dan kembali memandang ke arah para peserta yang sudah dipenuhi oleh rasa penasaran
"Cepatlah, aku sudah penasaran ini"
"Cepat, cepat, cepat"
"Kalau saja aku punya mana stone yang banyak, pasti aku bisa mendapatkan barang yang ada di dalam kain besar itu"
"Baiklah mari kita buka barang utama pada acara lelang kali ini" ucap Wanda dengan senyuman
__ADS_1
Setelah itu Manda langsung saja menarik kain hitam besar itu dan memperlihatkan....
jangan lupa tekan tombol like ya!