Sistem kuasa pangeran

Sistem kuasa pangeran
saling menyindir


__ADS_3

"Rick Lo ngapain ngajak kita ke sini?" Tanya Rendi heran


Tadi mereka setelah makan langsung diajak oleh Hendrick menuju ke dalam gang dekat sana, tanpa bisa membantah mereka langsung saja mengikutinya


"Udah, kalian berdua ikutin aja gua" ucap Hendrick tanpa menjawab pertanyaan Rendi


Merekapun sampai di ujung gang yang ternyata adalah jalan buntu, di sekelilingnya banyak sampah. tikus dan kecoa pun kadang lewat di depan mereka


"Udah di ujung ni Rick, Lo mau ngapain sih, gua ngeliat tempat gini merinding" ucap Rendi sembari memperhatikan sekitar


Sedangkan vino diam saja dari tadi, mereka tidak tahu saja bahwa dia sudah berkeringat dingin melihat kecoa lewat di depan kakinya tadi


"Gua mau nunjukin sesuatu pada kalian" ucap Hendrick


Diapun langsung memusatkan mananya di tangan untuk membuat fire ball, dan tiba tiba saja muncul api seukuran bola kasti, seperti yang terlihat tadi di Vidio


Vino dan Rendi yang melihat itu, matanya langsung teruka lebar karena kaget dengan api yang tiba tiba saja muncul di tangan Hendrick


"Ini asli kan?" Tanya Rendi


Dan bodohnya, Rendi malah menyentuh bola api itu dan langsung saja tangannya terkena sedikit luka bakar


"Sshh... Asli ini" ucap Rendi sembari mengenyot jarinya yang tadi terkena luka bakar itu


"Bagaimana Lo bisa buat beginian Rick?" Tanya vino dengan heran


dia tidak menyangka akan ada orang yang bisa memunculkan api dari udara tipis dengan begitu saja


"Kalian mau belajar gimana carany?" Tanya Hendrick yang dibalas anggukan semangat oleh keduanya


"Kita temukan terlebih dahulu dalang di balik insiden kecelakaan Rendi" ucap Hendrick yang membuat kedua mata temannya melebar


"Lo serius Rick?" Tanya vino


"Iya, insiden itu pasti diremcanakan oleh seseorang" ucap Hendrick


Keduanya yang mendengar itu hanya mengangguk anggukan kepalanya saja pertanda paham dengan maksud Hendrick


"Kita bunuh saja langsung nih?" Tanya vino tanpa basa basi


Dulu mereka bertiga sudah diajari oleh ayah Hendrick tentang cara menggunakan senjata api, bela diri dan titik titik vital yang ada dalam tubuh manusia


Mereka sudah mempersiapkan diri untuk mendampingi Hendrick yang di masa depan akan menjadi pemimpin mafia milik ayahnya sekaligus CEO Wilson grup


Tapi itu semua tidak terwujud karena hasil kerja keras David Wilson itu di hancurkan dalam beberapa Minggu saja oleh seseorang yang tidak dikenal

__ADS_1


"Langsung bunuh saja, tanpa ampun" ucap Hendrick dengan seringai menyeramkan


"Kau selalu menyeramkan saat memikirkan hal hal seperti itu Rick" ucap Rendi yang tubuhnya merinding melihat senyuman Hendrick


"Tapi kita harus menemukan dalangnya terlebih dahulu, sepertinya orang yang mengendarai mobil saat menabrakmu adalah orang suruhan" ucap Hendrick


"Kita cari terlebih dahulu orang yang mengendarai mobil itu, setelah ketemu kita tanyai dia nanti" ucap Hendrick lagi


"Oke lah, tapi Rick, kita mau mulai sekarang nih?" Tanya Rendi setelah mendengar rencana Hendrick


"Nanti saja, ibuku baru saja bangun dan aku juga harus mencari rumah baru terlebih dahulu, karena apart ku tidak akan muat untuk ditinggali oleh ibuku dan juga istriku" ucap Hendrick menjelaskan


"Oh..." Mereka berdua ber oh ria bersama


"Tunggu" ucap mereka berdua lagi bersamaan


"Apa!... Istri?" teriak mereka berdua bersamaan


"Iya istri emangnya kenapa?" Tanya Hendrick dengan wajah biasa saja


"Tunggu... Tunggu... Sejak kapan temen gua yang brengsek, bajingan, dan tampan tapi masih tampanan gua ini menikah?" Tanya Rendi dengan wajah tercengang


"Ya betul itu, tapi kalimat terakhir gua gak setuju, wajah kaya bokong kuda Nil aja sok lu" ucap vino menyindir Rendi yang kelewat narsis ini


"Heh apa lu?... Mending gua kuda Nil, daripada Lo bokong babi" sindir Rendi, membalas sindiran vino


Mereka berdua yang mendengar itu tidak terima dan ingin menghina Hendrick balik, tapi saat memikirkannya kenapa pembicaraan ini kelewat jalur ya?


"Balik lagi ke topik utama, kapan Lo nikah?... Sama siapa juga yang mau sama Lo?" Tanya Rendi mengintrogasi Hendrick yang masih saja tertawa


"Hah... Hah... Gua buat surat nikah kemarin sama Lidya" ucap Hendrick mencoba menjelaskan sesingkat mungkin


"Hah... Kenapa dia mau sama Lo, Lo kan yang udah ngerebut mahkotanya?" Tanya Rendi yang diangguki dengan semangat oleh vino


"A-hahaha... Dia hamil anak gue" ucap Hendrick dengan tertawa canggung


Vino dan Rendi yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepala dengan kelakuan Hendrick ini


"Parah Lo Rick, ngehamilin anak orang" ucap Rendi menyindir Hendrick


"Iya Rick, gua gak nyangka, elo yang selalu pake pengaman saat ngelakuin hal itu tapi kecebongnya masih bisa lepas, apa bolong?" Tanya vino, mencoba menyindir Hendrick sehalus mungkin


Mereka sekarang sedang balas dendam karena tadi mereka berdua di hina oleh Hendrick, jadi sekarang gantian


"A-hahaha... Soalnya keenakan" ucap Hendrick sembari tersenyum malu dengan perbuatannya

__ADS_1


Dan setelah mendengar perkataan Hendrick, sekali lagi mereka berdua menggelengkan kepala mereka bersamaan


"Ini harus kita jadikan contoh kepada anak anak kita nanti Vin" ucap Rendi dengan menatap mata vino siap untuk ketawa


"Apa tuh contohnya?" Sahut vino yang mengerti dengan kode mata yang diberikan oleh Rendi


"Kalo main jangan sampai telanjang, nanti bisa kembung"


"Hahahaha....." Mereka langsung saja tertawa dengan keras setelah berhasil menyindir Hendrick


Sedangkan Hendrick yang melihat dirinya di tertawa kan hanya bisa tersenyum tanpa daya, dia hanya membiarkan mereka tertawa sampai puas


"Kalau sudah lelah tertawanya ayo kita kembali, mereka pasti sudah menunggu kita" ucap Hendrick


"OK"


Merekapun langsung keluar dari sana dan kembali menuju ruangan tempat Selly dirawat


Sesampainya mereka disana mereka hanya melihat ke tiga wanita yang sudah tertidur pulas, Hendrick melihat jam dan sudah menunjukkan waktu pukul 22:00


Pantas saja mereka sudah tertidur, Hendrick langsung saja mengeluarkan 2 selimut dari tas yang tadi dibawanya dari rumah


Hendrick langsung memakaikan satu untuk adiknya dan satu nya lagi untuk Lidya yang sepertinya menggigil kedinginan


"Rick, kita mau di sini apa balik aja?" Tanya Rendi di belakangnya dengan berbisik


"Kita balik aja, sekalian Lo berdua ikut gua cari rumah" ucap Hendrick seraya berbalik untuk keluar dari ruangan itu kembali


"Emang kau mau membeli rumah yang seperti apa sih?" Tanya Rendi yang mengikuti dibelakang


"Yang biasa, sederhana, dan berkelas disaat bersamaan" ucapn Hendrick


"Kita mau carinya dimana Rick, sekarang sudah malam ini, gua ngantuk nih" ucap Rendi kembali


"Cari yang 24 jam" ucap Hendrick tanpa menoleh ke belakang


"Klinik 24 jam kali ya hahaha" tawa Rendi seorang diri, sedangkan Hendrick dan vino tidak tertawa dengan candaannya


"Besok saja lah Rick, sekarang sudah malam, gua ngantuk nih" ucap Rendi dengan wajah mengantuk ya yang dibuat buat


"Iya Rick besok ajalah" ucap vino menimpali ucapan Rendi


Rendi langsung saja mengangguk semangat mendengar vino yang sependapat dengannya


Hendrick yang melihat kedua temannya menyarankan untuk mencarinya besok saja hanya bisa mengangguk pasrah saja

__ADS_1


"Yasudah, kalian kembali saja duluan, aku akan menginap di sini saja" ucap Hendrick seraya berbalik, kembali menuju ruangan rawat ibunya


"Yasudah kita pulang terlebih dahulu, bila ingin mencari rumah jangan lupa hubungi kami ya!" Ucap Rendi yang langsung berjalan kembali diikuti vino di belakangnya


__ADS_2